isi iklan isi iklan
BREBES (BKO) - Harga bawang merah di tingkat petani, di Kabupaten Brebes kini anjlok hingga Rp 5.000. Harga itu jauh lebih rendah dari masa panen sebelumnya yang berkisar Rp 25.000/ kg. Kondisi demikian membuat prihatin Wakil Bupati Brebes, Narjo. 

"Harga bawang saat ini turun hingga Rp 5.000/ kg. Ini memprihatinkan karena akan menggangu ekonomi petani," ujar Wakil Bupati Brebes, Narjo, usai menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Adhy Karya di Gedung Korpri Brebes, kemarin (15/1).

Dia mengatakan, anjloknya harga bawang itu kini sangat dikeluhkan para petani bawang merah. Terutama di sejumlah daerah sentra penghasil bawang merah di Brebes, di antaranya di Kecamatan Tanjung dan Larangan. Guna mencegah semakin jatuhnya harga bawang tersebut, pihaknya meminta dinas terkait untuk secepatnya bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani bawang merah. "Salah satunya dengan memberikan perlindungan harga. Teknisnya, bisa membantu dengan kucuran modal melalui pinjaman dengan bunga lunak," terangnya.

Wabup menjelaskan, bawang merah memengang peran penting dalam roda perekonomian di Brebes. Sebab, sebanyak 60 persen penduduk Brebes bermata pencaharian sebagai petani. Dari jumlah itu, 40 persen di antaranya menggeluti pertanian bawang merah. "Ini membuktikan keberadaan petani bawang merah di Brebes cukup berpengaruh terhadap tingkat perekonomian masyarakat secara umum. Kalau petani bawang merah terpuruk, maka perekonomian di Brebes akan terganggu," ungkapnya. (BKO-5)

ilustrasi
BREBES (BKO) - Empat orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan maut yang terjadi di ruas tol Kanci-Pejagan, KM 257, kemarin malam. Bus PO Haryanto B-7085-VGA tujuan Jakarta-Kudus terguling, setelah mencoba menghindari jalan rusak di jalan bebas hambatan tersebut. Selain empat 4 orang penumpang tewas, dilaporkan juga lima lainnya luka-luka.

Keempat korban tewas meliputi Marhadi (43) warga Kabupaten Jepara, Matroji (53) warga Mampang Prapatan Jakarta Selatan, Arif (24) warga Tanggerang dan Ayu (15) warga Kabupaten Pati. Sedangkan lima penumpang yang mengalami luka-luka kini mendapat perawatan di Rumah Sakit Plumbon, Cirebon, Jawa Barat.

Kasatlantas Polres Brebes, AKP Rendy Andi J mengatakan, kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 23.00. Kejadian berawal ketika bus PO Haryanto yang dikemudikan Moh Yakub, warga Desa Jatikulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu melintas di tol Kanci-Pejagan dari arah Jakarta menuju Brebes. Kondisi saat itu hujan gerimin tengah mengguyur wilayah jalan bebas hambatan tersebut. 

Tiba di lokasi kejadian, lanjut Kasat, bus mencoba menghindari jalan rusak yang ada di depannya. Namun nahas, lanju bus justru tidak tergendali hingga oleng ke kiri masuk ke parit dan terguling. "Posisi bus terbalik, bagian depan bus masih berada di bahu jalan dan bagian belakang di dalam parit. Penumpang yang tewas rata-rata akibat benturan keras," ujarnya didampingi Kanit Laka Satlantas Polres Brebes, Iptu Heru Irawan kepada sejumlah wartawan, Rabu (14/1).

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), terang dia, dugaan sementara, penyebab kecelakaan tersebut karena sopir mencoba menghindari lubang, tetapi bus oleng karena diduga jalan licin hingga terguling. "Saat ini sopir bus sudah kami amankan untuk menjalani pemeriksaan," tandasnya. (BKO-5)

BREBES (BKO) - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Brebes akan menggelar musyawarah cabang (Muscab). Agenda untuk memilih Ketua Dewan Syuro dan Ketua Dewan Tanfidz periode 2015-2020 itu akan diselenggarakan, Sabtu (17/1) besok, di Gedung PC NU Kabupaten Brebes.

Informasi di internal pengurus PKB Brebes, seiring digelarnya agenda lima tahunan itu sejumlah nama kandidat ketua bermunculan. Untuk Ketua Dewan Tanfidz misalnya, muncul nama Zubad Fahilatah, Nasirul Umam, Zamroni, H Ghofar Mughni, Mustholah dan H Rafiq. Para kandidat itu mayoritas anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Brebes, kecuali H Rafiq dari jajaran pengurus.

Ketua Panitia Muscab PKB Brebes ke-3, H Ghofar Mughni mengatakan, digelarnya muscab itu sebagai tindak lanjut turunnya surat dari DPP PKB nomor 2150/ DPP-03/ IV/ A.1/l2005 perihal Persetujuan Pelaksanaan Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Brebes. Muscab itu akan diikuti seluruh pengurus DPC dan DPAC PKB se-Kabupaten Brebes. "Dalam muscab ini juga akan menentukan program kerja dan langkah-langkah strategis untuk membumikan politik Rahmatan Lil Alamin, dengan mewujudkan kepentingan warga NU. Ini menginggat PKB merupakan lembaga sayap NU yang ditugaskan mengurui urusan politik dan dalam program kerja PKB akan mengakomodir kepentingan NU," terangnya, Kamis (15/1). (BKO-5)
BREBES (BKO) - Kelompok Tani Mekar Jaya Berkah Desa Randusanga Kulon, Kecamatan/ Kabupaten Brebes, kemarin, melakukan panen raya udang vaname yang selama ini dibudidayakan. Dari total 12 anggota yang mengembangkan udang vaname hasilnya rata-rata memuaskan. Dari lahan seluas 3.000 meter persegi milik satu anggota, bisa panen 157,5 kg dengan harga Rp 52.500/ kg.

"Hampir semua petambak disini, saat ini mengembangkam budidaya udang vaname karena memang hasilnya menjanjikan. Bahkan, kini banyak warga yang membuka lahan tambak baru untuk udang vaname ini, termasuk anggota kelompok kami," ujar pengurus Kelompok Tani Mekar Jaya Berkah, Akhmad Zaeni, kemarin.
 

Dia mengatakan, panen raya yang dilaksanakan kelompoknya hasilnya sangat memuaskan. Dari setiap lahan tambak yang rata-rata luasanya 3.000 meter persegi, bisa menghasilkan antara 110 kg - 200 kg. Sedangkan harga jualnya mencapai Rp 52.500/ kg. "Sebelumnya lahan kami ini tidak produktif. Untuk budidaya ikan atau udang windu tak pernah menghasilkan. Tapi, setelah udang vaname hasilnya bagus," terangnya.

Menurut dia, udang vaname itu kini memang sedang dikembangkan di desanya. Sehingga, hampir seluruh petambak membudidayakan udang jenis tersebut. Apalagi, Bupati Brebes melalui Dinas Kelautan dan Perikanan sangat perhatian dengan memberikan bantuan bibit dan obat-obatan. "Tahun ini, setiap anggota kami mendapatkan bantuan dari Pemkab sebanyak 30.000 ekor benur vaname, pakan udang 100 kg, obat-obatan 10 kg dan vitamin 4 botol. Bagi kami ini sangat membantu dan berterimakasih karena bisa meningkatkan kesejahteraan petambak," ungkapnya yang juga Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat Brebes.

Dia menambahkan, kendala budidaya udang vaname itu hanya pada cuaca dan kondisi air. Ketika kondisi air buruk, petani masih bisa menikmati hasil dengan panen dini. Sehingga, tidak mengalami rugi yang besar. "Risiko untuk budidaya udang vaname ini juga kecil. Kalau tambak tidak baik, bisa langsung dipanen dini, meski hasilnya kurang maksimal," pungkasnya. (BKO-5) 
BREBES (BKO)- Proses penjaringan Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes sudah rampung di tingkat Kabupaten.

Bahkan DPC PDIP Kab Brebes sudah menyampaikan hasil rapat pleno tingkat kabupaten kepada DPD Propinsi sampai ke pusat. 

"Sesuai pleno DPC, akhirnya terjaring lima nama yang memenuhi SK 066 dan SK 067. Semua hasil usulan daripada pengurus ranting dan PAC," kata wakil ketua DPC PDIP Brebes, Carudin, kemarin.

Dia bilang, saat ini lima nama tersebut sudah diserahkan ke DPP. Selanjutnya akan diagendakan untuk mengikuti fit and proper test. Sesuai SK 066-067, nanti DPP akan merekemondasikan sejumlah nama untuk musyawarah sendiri diantara mereka menentukan ketua dari nama-nama yang direkomendasikan DPP.

Dari lima nama yang diajukan ke DPP, ternyata tidak ada nama Idza Priyanti dan Sarei Adul Rosyid. Padahal suhu di bawahnya mulai memanas. "Yang diusulkan ke DPP itu, H Indra Kusuma, H Illia Amin, Narjo, Nasikhun, dan saya sendiri," aku Carudin. (bko1)  
BREBES (BKO1)-- 10 siswa-siswi SMK Mitra Karya Mandiri (MKM) Ketanggungan Brebes getol berlatih gulat menyabet gelar juara gulat tingkat Kabupaten pada Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab)  2014.

“Alhamdulillah, sepuluh siswi berhasil menjadi juara 1,2 dan 3 pada Kejurkab 2014,” tutur Kepala SMK Mitra Karya Mandiri Ketanggung, Drs Taufiq MPd, di ruang kerjanya.

Taufiq menerangkan, mereka yang telah membawa nama harus SMK MKM adalah Lidya Sinaga kelas 11 perawat menjadi juara 1 gulat kelas 46 Kg tingkat Kabupaten. Fatikhatul Aeni (11 Analis), juara 1 kelas 42 Kg, Maratuf Sholika (12 Analis 1) juara 2 51 kg. Cindi Indri Ani (11 Analisis 2) juara 2 kelas 56 Kg.

Sementara sebanyak 6 siswa menjadi juara 3 diraih Khusnul Khotimah (11 perawat) kelas 46 kg, Nur khojiroh (11 perawat) kelas 56 kg, Fitriani (11 perawat) kelas 51 kg, Evi Rizkiyati (11 Analisis 1) kelas 51 kg, Hilda Mualifah (10 Farmasi) kelas 42 kg, dan Anifa Rosyanti (10 Farmasi) kelas 42 kg. “Empat orang yang juara 1 dan 2 sudah masuk ke tingkat Provinsi tapi belum berhasil menggondol juara,” kata Taufiq.

Lidya Sinaga mengaku senang berlatih gulat karena untuk menyalurkan bakat dan menjaga diri. Dirinya berharap di Brebes sering digelar event olah raga gulat. Sehingga oleh raga yang membutuhkan keberanian dan tenaga ini bisa berkembang. “Untungnya di sini ada sasana yang buat latihan, sehingga bisa terus berlatih dan mengembangkan diri,” tutur Lidya peraih medali emas gulat tingkat Kabupaten.

Guru olah raga SMK MKM Yusuf Nurhidayat SPd yang juga pelatih gulat bertekad untuk menjadi juara umum pada Pekan Olah Raga Daerah (Popda) tingkat Kabupaten Brebes yang bakal digelar pada Maret-April 2015 mendatang. Untuk itu, dirinya dengan getol melatih para siswanya setiap hari Rabu, Kamis dan Jumat. “Tapi kalau mau tanding, latihan diperbanyak,” ucap Yusuf. (bko1)
KEBIJAKAN
POLITIK
PENDIDIKAN
REHAT
EKONOMI
HUKUM
OLAHRAGA
SEKITAR