Ilustrasi

- Soal Dugaan Pungli Truk Material Tak Ditutup Terpal
 

BREBES (BKO) - PT Cipta Kridatama (CK), salah satu subkontraktor proyek Tol Pejagan-Pemalang menggap pertanyaan yang dilontarkan sejumalah wartawan mengada-ada. Penilaian itu dilontarkan perwakilan PT CK, Agus, saat menanggapi pertanyaan wartawan terkait dugaan adanya pungli terhadap banyaknya angkutan material untuk tol Pejagan -Pemalang yang tidak ditutup terpal.

"Pertanyaannya anda apa, pertanyaannya kok mengada-ada. Itu tidak ada," ujar Agus saat menjawab pertanyaan salah seorang wartawan televisi lokal menyangkut dugaan adanya pungli terhadap truk material yang  tidak ditutup terpal.

Diindikasikan banyak truk berstiker CK yang tidak ditutup terpal saat mengangkut material untuk proyek tol Pejagan-Pemalang di zona II seksi I. Maraknya truk tak ditutup terpal itu diduga karena adanya biaya tambahan Rp 2.000 - Rp 3.000 / truk untuk menutup terpal. Padahal di setiap truk sudah ada terpal yang disiapkan. Munculnya dugaan pungli itu membuat sopir truk enggan menutupkan terpalnya saat mengangkut material.

"Biaya apa, gak ada itu biaya tambahan. Jangan mengada-ada pertanyaannya," tandas Agus.

Dia mengakui, memang ada truk yang perusahaanya tidak menutup terpal saat mengangkut material. Namun, pihaknya sudah memberitahukan kepada koordinator armada agar truk ditutup terpal. Jika masih ada ditemukan truk yang tidak ditutup terpal, pihaknya akan beri peringatan keras. "Kalo masih ada, kami peringatkan Itu sebenarnya bukan truk kami, tetapi hanya sebatas mensuplai material ke kami," terangnya.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Pemkab Brebes, Edy Kusmartono mengatakan, truk yang tidak ditutup terpal saat mengangkut material itu telah melanggar aturan. Sebab, di dalam berkas UPL/ UKL penutupan terpal truk menjadi salah satu persyaratannya. "Hasil pantauan kami memang banyak truk material tol yang tidak ditutup terpal. Ini jelas melanggar aturan, dan kami akan segera melakukan penertiban," ujarnya. (BKO-5)
BREBES (BKO)- Angka Harapan Hidup menjadi salah satu indikator kemajuan sebuah negara, karena  menunjukkan  tingkat  kesehatan negara tersebut. Di Kabupaten Brebes, terdapat 800 ribu lansia dari  1,7 juta atau usianya berada di kelompok usia lebih dari enam puluh lima tahun.

Angka harapan hidup telah mencapai 67,37 tahun. Meski demikian, bukan sekedar capain angka yang kita inginkan namun lebih dari itu, justru kualitas hidup mereka yang perlu diperhatikan.

Mencapai lanjut usia (lansia), bukanlah menjadi manusia terbuang tetapi mampu berkarya dan berjuang untuk mencapai kesejahteraan bersama.  Oleh karena itu, kualitas hidup lansia perlu diperhatikan agar kehidupan lansia selalu sehat sejahtera di hari tua.

Demikian disampaikan Ketua Komisi Daerah (komda) lansia Kab Brebes Narjo saat menyampaikan sambutan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE pada pelantikan pengurus komda lansia Kab Brebes di gedung DPRD Brebes, kamis (18/12). Pengurus Komda Brebes periode 2014/2018 masih terlihat tokoh-tokoh lama seperti H Soewardi Wirjaatmadja SH, Sudarmo, Subagyo dan lain-lain. Dalam kesempatan tersebut mereka mengulang janji untuk setia menjadi pengurus Komda Lansia Kab Brebes.
Keberadaan lansia, perlu mendapat perhatian yang maksimal khususnya penyediaan berbagai infrastruktur yang ramah terhadap lansia. Di Brebes belum banyak loket khusus lansia, trotoar, toilet umum maupun fasilitas lain yang ramah lansia. ”Komda Lansia hendaknya dapat membantu pemerintah mewujudkan pembangunan yang bukan hanya pro job, pro poor, pro environment dan pro growth saja, melainkan juga pro ageing,” terangnya.

Narjo menyadari bahwa para Lansia di masa mudanya telah berkontribusi pada pembangunan di Kabupaten Brebes melalui berbagai sektor. ”Sudah selayaknya kini pemerintah berkewajiban untuk mendukung dan memberi perhatian pada para lansia.” tandasnya. (bko1)

BREBES (BKO)– Bertempat di Gedung Korpri Kabupaten Brebes Rapat Senat Terbuka STIE Widya Manggalia dengan acara tunggal Wisuda Sarjana S1 yang ke 10 Tahun 2014 berjalan dengan lancar dan hikmat.  Upacara Wisuda yang dimulai pukul 10,00 wib di buka dan ditutup oleh Ketua STIE Widya Manggalia Drs. Bambang Soetedjo dengan didampingi anggota senat lainya.

Sebanyak 84 wisudawan dan wisudawati hadir dengan wajah ceria, karena perjuanganya selama ini dalam menuntut ilmu di STIE widya manggalia kini akhirnya terbayar dengan gelar yang mereka sandang sekarang ini, yaitu sebagai sarjana Ekonomi.

Wakil Bupati Brebes Narjo yang hadir dalam acara tersebut berpesan kepada seluruh mahasiswa agar setelah diwisuda jangan cepat berbangga diri, melainkan harus terus berusaha mencari terobosan untuk menunjukan jatidiri sebagai seorang intelektual yang berpendidikan tinggi.”jangan mudah puas diri jika sudah diwisuda, kalian harus bisa menunjukan kemampuan saudara sesuai dengan gelar yang disandang sekarang” ujarnya.

Selain mengucapkan selamat Wabup juga mendoakan mudah-mudahan lulusan STIE Widya Manggalia dapat meraih kesuksesan” ada yang jadi anggota dewan, ada yang jadi wakil Bupati, ada yang jadi Bupati, Gubernur bahkan ada yang bisa jadi Presiden” doanya yang diamini oleh seluruh hadirin.

Keceriaan yang lebih besar dirasakan oleh Hadi Widiyaningrum,SE wisudawati yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan meraih IPK 3,73 melebihi IPK yang diraih oleh Wisudawan yang lain. (bko1)
BREBES (BKO)- Pengelolaan sampah di Kabupaten Brebes mulai menunjukan kemanfaatannya. Tidak hanya mengelola bank sampah melalui lembaga pemerintah dan non pemerintah, Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Pemkab Brebes juga menggandeng institusi pendidikan untuk menggalakan bank sampah. SMA Negeri 2 Brebes menjadi salah satu contoh pengelolaan bank sampah yang terbaik di banding sekolah lainnya. Bahkan, Tim Penilai Adipura yang datang beberapa waktu lalu memberikan apresiasinya kepada model manajemen pengelolaan sampah di sekolah tersebut.

"Saat tim penilai nasional Piala Adipura datang ke SMA 2 Brebes, mereka menyebutkan bank sampah di sekolah kami sangat bagus, karena tidak saja manajemen yang berjalan efektif tapi juga ada multiefek yang bisa dicapai," tutur Kepala SMAN 2 Brebes, Sadimin MPd, MMeng, kemarin.

Sekolah tersebut, menyediakan ruang tersendiri bagi 'kantor bank sampah', lengkap dengan tenaga personalia perbankannya, dari direktur sampai teller. Di ruang tersebut sudah disediakan sket pemilahan sampah organik dan anorganik. Di sekolah tersebut juga menyediakan alat pencacah sampah, komposter (pembuat kompos) hasil dari daur ulang sampah menjadi pupuk. Nasabahnya, tidak lain ada seluruh siswa. Mereka dikelola perkelas lengkap dengan buku tabungannya. Setiap harinya, 800 an siswa melalui tim kelas yang terbagi 29 kelas aktif menabung sampah ke bank sampah. Sampah-sampah itu mayoritas berasal dari sampah hasil transaksi sedikitnya enam kantin di sekolah tersebut. Sisanya adalah sampah kertas dan dedaunan. "Setiap kelas yang setor sampah dihitung dan ditulis di buku tabungan masing-masing. Nanti pada akhirnya tabungan mereka bisa diambil, tapi bukan lagi dalam bentuk sampah tapi uang yang dinominalkan dengan nilai sampah yang ditabung untuk kepentingan kelas dan siswa," terang Sadimin.

Produksi sampah yang tinggi di sekolah tersebut, lanjut Sadimin, kini tidak lagi menjadi masalah karena dikelola dengan baik. Sampah anorganik diserahkan ke pihak luar yang rutin datang ke sekolah. Sementara sampah kering sebagian dikelola menjadi pupuk organik dan bahkan sampah itu juga disulap kembali oleh siswa-siswi menjadi buah tangan berupa keterampilan aneka bentuk yang bernilai ekonomis. "Sekarang bisa lihat sendiri lingkungan kami sudah bersih dan nyaman, kesadaran siswa sudah terbangun. Lingkungan bersih, uang pun bisa diraih. Konsep ini cocok untuk melatih anak kreatif, bertindak positif dan diharapkan bisa terjaga sampai ke lingkungan di rumah masing-masing," ujar dia. (bko1)
BREBES (BKO)- Para Siswa, guru dan karyawan SMP N 2 Jatibarang Brebes mengumpulkan ribuan telor asin untuk membantu korban tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Masing-masing siswa secara sukarela menyerahkan kepada Kepala Sekolah untuk di serahkan kepada para pengungsi korban longsor di Dusun Jemblung RT 05 RW 01, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara.

“Anak-anak sangat antusias menyumbang telor asin khas Brebes, sebagai rasa peduli terhadap korban bencana longsor,” tutur Kepala SMP Negeri 2 Jatibarang Brebes,Moh Idi Fitiyadi MPd di sela kegiatan di lapangan sekolah setempat, Rabu (17/12).

Idi menjelaskan, dipilihnya telor asin mudah dikonsumsi, gampang didapat di daerah Brebes karena memang Brebes menjadi sentra telor asin. Sehingga para siswa maupun guru tidak mengalami kesulitan dalam memberikan bantuan. “Dengan telor asin, setidaknya bisa lebih memperkenalkan komoditas utama masyarakat Brebes dan setidaknya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang bernilai gizi tinggi,” papar Idi.

Setidaknya ada 2000 telor asin yang terkumpul karena tiap siswa bebas untuk membawa telor asin, boleh satu, dua, sepuluh bahkan dari karyawan ada yang memberikan 1 besek atau tomplok. Telor dihimpun dari 961 siswa dan 78 guru/karyawan.

“Kami hanya mengetuk pada para siswa dan warga sekolah untuk mengumpulkan telor, tidak ada paksaan bahkan mereka mengaku senang bisa berpartisipasi,” terang Idi.

Bantuan, lanjutnya, akan diserahkan langsung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes untuk diteruskan ke lokasi bencana. Bantuan yang diserahkan kepala SMP N 2 Jatibarang diterima langsung Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kabupaten Brebes Satibi MM.

Fitria, siswa kelas VIII SMP N 2 Jatibarang mengaku senang bisa menyumbang telor asin. Fitria turut berduka, meskipun hanya satu dua telor asin, mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Sebagaimana diketahui, longsor melanda Puluhan rumah yang dihuni sekitar 300 jiwa dari 53 keluarga di Dusun Jemblung RT 05 RW 01, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, tertimbun tanah longsor pada Jumat (12/12/2014) sekitar pukul 17.30 WIB.

Duka mendalam bagi warga Banjarnegara, bahkan dirasakan siswa-siswa SMP N 2 Jatibarang Brebes, sehingga sebagai bentuk kepedulian, mengirim bantuan telor asin.  (bko1)
BREBES (BKO)- Sebanyak 575 anggota Pramuka Penggalang dari berbagai kwartir ranting (Kwarran) se kab Brebes mengikuti Jambore Cabang (Jamcab) IV 2014. Mereka diajak untuk terjun langsung di alam bebas di daerah pegunungan Bentarsari Kec Salem Kab Brebes. Sehingga diharapkan mereka bisa menghadapi berbagai tantangan kehidupan lewat kegiatan di alam terbuka dengan hawa yang dingin menggigit tulang.

Ketua Kwartir Cabang 11.29 Brebes H Emastoni Ezam SH MH menjelaskan, meskipun digelar di alam pegunungan tetapi diupayakan para peserta tetap dalam keadaan gembira, kreatif untuk membentuk karakter kebangsaan. “Tantangan yang dihadapi peserta harus disikapi dengan kegembiraan dan penuh daya kreatif agar mereka benar-benar terbentuk karakternya,” tutur Emastoni yang juga Sekda Brebes disela pembukaan Jamcab di Lapangan Desa Bentarsari, Salem, (16/12).

Jamcab, lanjutnya, menjadi media kegiatan bersama antar pramuka penggalang yang didalamnya bisa mewujudkan nilai-nilai nasionalisme dan membangun semangat keterbukan dalam bersikap. “Dalam kiprahnya, mengedepankan nilai-nilai Open Mind (keterbukaan pikiran, red),” tutur Kak Ton panggilan akrabnya.

Bupati Brebes selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) membuka acara yang ditandai dengan pelepasan balon dan penyematan PIN tanda peserta. Peserta yang disematkan adalah putri dari Bupati Brebes El Shanti Navisa Salma (Kwaran Brebes) dan Penggalang Putra Candra (Kwarran Salem).

Dalam kata sambutannya, Bupati menekankan pentingnya kegiatan dialam terbuka dengan berbagai permainan namun mengandung unsur pendidikan. Kreativitas anak perlu digladi sejak dini agar terbangun jiwa enterpreneurship yang pantang menyerah.

Merebaknya penyalahgunaan narkoba dan pergaulan diluar batas kewajaran menjadi keprihatinan bersama. Sehingga perlu kewaspadaan dan penanganan serius dari seluruh elemen masyarakat agar tidak menimpa pada generasi muda kita. “Dengan berlatih dan beraktivitas di Pramuka, saya yakin generasi muda kita akan selamat dari jurang kesesatan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan 100 pasang sepatu kepada anggota pramuka yatim piatu dan keluarga tidak mampu. Sepatu diserahkan secara simbolik kepada 6 anak pramuka penggalang.

Ketua Panitia Jamcab IV Tri Budi Hermanto MPd menjelaskan, Jamcab diiikuti 575 anggota Pramuka. Mereka terdiri dari peserta putra 240 orang, peserta putri 256, pembina putra 30 orang dan pembina putri 32 orang serta 16 orang pimpinan kontingen. “Kwarran Bulakamba, pada jamcab kali ini tidak mengirimkan kontingennya tanpa alasan yang jelas,” terang Kak Herman.

Peserta, lanjut Herman, akan mengikuti kegiatan hingga 18 Desember. Adapun kegiatan yang digelar antara lain bidang kegiatan umum, pendidikan dan seni budaya, scouting skills, ketrampilan dan kegiatan bakti. Peserta yang mengikuti kegiatan dengan baik akan mendapatkan Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA)dan piagam penghargaan. “Bagi regu tergiat akan mendapatkan tropy Ketua Kwartir Cabang dan Piala Bupati Brebes,” pungkasnya. (bko1)
KEBIJAKAN
POLITIK
PENDIDIKAN
REHAT
HUKUM
EKONOMI
OLAHRAGA
SEKITAR