ilustrasi
Dikira Jalan Tol, Ternyata Tanggul

BREBES- Warga Desa Terlangu Kecamatan Brebes kini diselimuti kehebohan yang bernunasa misterius. Pasalnya, kejadian langka menimpa desa tersebut, Senin (1/9) petang. Sebuah bus sarat penumpang nyaris terjerumus di sungai Pemali yang melintang di desa tersebut. Warga menganggap aneh mengingat sangat mustahil ada bus yang menyisir ke tanggul sungai tersebut.
            
"Memang aneh, kok ada bus yang naik ke tanggul Pemali. Padahal, untuk kesana saja sukar dibayangkan, karena jalannya tidak memungkinkan untuk dilewati," kata ujar Hartoyo (42), salah seorang warga setempat.

            Kendati bus yang tersesat ke tanggul Pemali sudah kembali melanjutkan perjalanannya namun cerita misterius atas kejadian tersebut masih menjadi buah bibir yang menyebar ke desa tetangga. Beredar kabar, sejumlah warga yang menolong bus tersebut mendapatkan cerita. Konon, Eko sang pengemudi bus nahas Sumber Alam dengan nomor polisi AA 1701 BL itu dari Jakarta hendak ke Jogjakarta. Sang pengemudi yang tak hafal jalan, semula menganggap Jalan di Taman Siswa Brebes, atau SMP 2 Brebes ke selatan adalah jalan alternatif Brebes-Jatibarang. Atas petunjuk warga, kemudian busa terus melaju menyusuri jalan Desa Wangandalem menuju ke jalan pasar Terlangu. Namun, sang pengemudi yang masih kebingungan kemudian menanyakan arah menuju Jatibarang. Sekira pukul 16.00 WIB Saat itulah, konon seorang warga dengan pakaian serba hitam mengarahkan pengemudi agar terus menuju ke arah barat yang sebetulnya adalah perkampungan menuju sungai Pemali. 

"Katanya sopir itu lihatnya disitu ada jalan tol, malah ada restorannya. Padahal itu jalan sempit ke arah kali Pemali. Mestinya kan dari pertigaan Terlangu ke kiri atau selatan ke Jatibarang, bukan lurus," kata warga lainnya.

            Setelah hampir tiga jam tersesat di tanggul Pemali, pengemudi bus baru sadar dan kemudin shock karena bus yang membawa 30 penumpang nyaris masuk ke sungai. Dengan ketakutan, sang sopir kemudian balik arah hingga sampai masuk got dan menabrak gapura karena sempitnya jalan menuju ke permukiman warga. "Waktu sampai di perkampungan, supirnya kebingungan. Bahkan, STNK busnya juga diserahkan ke saya padahal saya tidak minta, kemudian setelah tenang bus melanjutkan perjalanan ke Jogja lewat Jatibarang," tutur Sekdes Terlangu, Teguh Meiharto.

 BREBES- Rekor tak terkalahkan berhasil dijaga Persab Brebes dalam babak penyisihan Liga Nusantara Zona Jateng. Laskar Jaka Poleng kembali berhasil memetik poin penuh saat menjamu tamunya, PSD Demak di Stadion Karangbirahi Brebes, Sabtu (6/9). Persab mempermak Demak tiga gol tanpa balas.

            Hasil tersebut memantapkan posisi Persab di puncak klasmen dengan 15 point dari 7 laga. Disusul Persekap Pekalongan yang memperoleh 9, PSD Demak 8, PSIP 6 dan Persikas Semarang menjadi juru kunci dengan poin 4. Menyisakan satu laga lagi, nilai tersebut mustahil terkejar, Persab pun memastikan satu tiket semi final Jateng dalam genggaman. Dilaga babak penyisihan akhir, Persab akan kembali bertanding melawan tuan rumah Persikas Semarang, pada 10 September 2014 lusa. Laga tersebut tidak akan berpengaruh terhadap posisi klasmen Pesab sebagai juara grup B.

            Berbekal pengalaman menahan PSD di kandangnya 0-0 beberapa waktu lalu, anak asuh Edy Prayitno tampil garang di kandang sendiri. Di bawah dukungan ribuan pendukungnya, Khusnul Yaqien dkk langsung menggebrak sejak peluit dibunyikan. Mengandalkan kolektivitas, mereka mampu mendominasi permainan. Tak perlu lama-lama, Al Dewangga nyaris merobek gawang PSD andai saja sundulannya tidak melebar tipis.

            Persab akhirnya berhasil mencetak gol melalui titik pinalti di menit ke-37 hasil pelanggaran handball lawan di kotak enam belas. Kurnia Nanda yang ditunjuk menjadi algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

            Di paruh kedua, tekanan Persab makin kuat memporakporandakan barisan belakang PSD. Sejumlah peluang emas masih gagal dimaksimalkan oleh Eko dan Chandra. Misbah 'Aguero' Hariyadi berhasil menggandakan kemenangan menjadi 2-0 lewat tendangan firsttime kerasnya hasil umpan Eko di menit ke-62.

            Unggul dua gol tak membuat serangan Persab mengendur, penyerang Persab justru semakin mengurung pertahanan lawan hingga memaksa pemain PSD bermain keras. Sejumlah pelanggaran keras pun tercipta membuat wasit mengeluar banyak kartu kuning. Dan, petaka PSD itu pun akhirnya datang lagi, pelanggaran kepada Misbah Aguero di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Sementara penyerang lincah Persab ditandu keluar lapangan. Kurnia Nanda yang kembali menjadi eksekutor pinalti kembali berhasil mengecoh kiper PSD, M. Arif Ikhsan. Gol dimenit ke-68 itu menggenapkan pesta kemenangan Persab menjadi 3-0. Hingga peluit panjang berbunyi tidak ada lagi gol tercipta.
brebes, hadi mulyanto, pilkada
Hadi Mulyanto AMa, SPdI

SEBAGAIMANA yang sudah di ketahui bersama bahwa masyarakat Jawa Tengah sebentar lagi yakni nanti pada hari Minggu kliwon tanggal 26 Mei 2013 akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur periode 2013 -2018. Dimana hasil dari pesta demokrasi itu nantinya diharapakan dapat menghasilkan sebuah pemimpin  yang bisa membawa pembangunan masyarakat Jawa Tengah yang lebih baik lagi. Dengan kata lain bisa membawa kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah pada umumnya.

Untuk kemudian dalam pesta demokrasi di provinsi jawa tengah tahun 2013 ini ada 3 pasangan calon yaitu pasangan cagub Hadi Prabowo dengan cawagub Don Murdono yang diusung PKS, PKB, Partai Gerindra, PPP, Partai Hanura, PKNU mendapat nomor urut 1. Pasangan cagub Bibit Waluyo dan cawagub Sudijono Sastroatmodjo yang diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN mendapat nomor urut 2, sedangkan pasangan cagub Ganjar Pranowo dan cawagub Heru Sujatmoko yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapat nomor urut 3.

Pemilihan gubernur yang akan jatuh tanggal 26 mei mendatang, memang sepertinya tidak punya greget. Maklum saja, hal ini karena keterjauhan calon dan pemilih bisa menjadi jarak pesimisme pemilih. Lain halnya dengan pemilihan bupati atau pun walikota yang antara calon dan pemilihnya nyaris tidak ada jarak (proximity).Akibat kurang antusiasinya masyarakat, berbagai cara dilakukan calon gubernur, utamanyadalam mencari dukungan serta dalam meraih simpatisan masyarakat jateng khususnya. Untuk hal satu ini, para cagub-pun mulai berlomba mengemas slogan, yang diharapkan bisa mengena isi hati pemilih yang pada gilirannya diharapkan bisa memilih cagub yang dianggap bisa memimpin Jawa Tengah dengan slogan-slogannya.

JUMLAH HAK PILIH
Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jawa Tengah untuk pemilihan gubernur 26 Mei 2013 mendatang ditetapkan sebanyak 27.385.985 pemilih. Dari jumlah tersebut perempuan menjadi pemilih terbesar yakni sebanyak 13.774.665 orang. Sedangkan pemilih laki-laki sebanyak 13.611.320 orang. Adapun jumlah TPS yang ditetapkan yakni sebanyak 61.951 TPS (Kompas,15/4/13).

ANGGARAN PILGUB
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jateng, Fajar Saka, mengatakan kesepakatan anggaran pilgub setelah dilakukan pembahasan dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Bahwa anggaran dana pemilihan gubernur (pilgub) Jateng 2013 akhirnya disepakati senilai Rp746 miliar. Angka Rp746 miliar sudah final untuk biaya pilgub Jateng 2013 dua putaran (www.bisnis-jateng.com,25/7/12).

PROFIL, VISI DAN MISI
Pasangan Cagub Jateng nomor urut 1. Drs.H.Hadi Prabowo,MM. Klaten, 3 April 1960 , Islam, PNS. berpasangan dengan Dr.H.Don Murdono,SH.MSi. Semarang,15 Oktober 1958, Islam, Pejabat Negara. Visi: Jateng Maju dan Makmur. Misi: 1).Meningkatkan sinergitas dan harmonisasi pembangunan pusat dan daerah serta keseimbangan pembangunan antar wilayah.2).Mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih,transparan dan akuntabel.3).Meningkatkan perekonomian daerah yang berorientasi ekonomi kerakyatan berbasis pada potensi unggulan di dukung inovasi teknologi dan pengembangan kemitraan global.4).Meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketaqwaan dan kearifan local.5).Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur untuk mewujudkan kemajuan dan daya saing daerah dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan.6)Memantapkan pelaksanaan demokratisasi dan kondusivitas daerah dengan mengedepankan partisipasi masyarakat.

Adapun Pasangan   Pasangan Cagub Jateng nomor urut 2 H.Bibit waluyo. Klaten, 5 Agustus 1949 , Islam, Gubernur Jateng. berpasangan dengan Prof.Dr.H.Sudijono Sastroatmodjo,MSi. Pacitan,15 Agustus 1952, Islam, Dosen. Visi: Masyarakat Jateng yang semakin sejahtera, berkarakter, mandiri, berkemampuan dan berdaya saing tinggi. Misi:1). Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan professional serta sikap responsive aparatur.2).Pembanguna ekonomi kerakyatan dengan intensifikasi dan modernisasi pertanian dalam arti luas, Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) dan industri padat karya.3).Memanpaatkan kondisi social budaya yang berbasis kearifan local.4).Pengembangan SDM berbasis kompetensi secara berkelanjutan.5).Peningkatan perwujudan pembangunan fisik dan infrastruktur.6).Mewujudkan kondisi aman dan rasa aman dalam kehidupan masyarakat.

Sedangakan Pasangan Cagub Jateng nomor urut 3. H.Ganjar Pranowo,SH. Karanganyar, 28 Oktoberl 1968 , Islam, Anggota DPR RI. berpasangan dengan Drs.H.Heru Sudjatmoko, MSi. Purbalingga,13 Juni 1951, Islam, Bupati Purbalingga.Mengusung. Visi: Jateng Berdikari. Adapun Misinya adalah:1).Membangun Jateng berbasis ekonomi rakyat dan kedaulatan pangan untuk menanggulangi kemiskinan dan pengangguran.20).Memastikan partisipasi masyartakat Jateng dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut hajat hidup ornag banyak.3).Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Jawa Tengah yang bersih,jujur dan transparan dalam pelayanan publik.4).Memperkokoh gotong royong,guyup rukun serta tepa slira sebagai jati diri Jawa (www.kpujatengprov.go.id,8/5/13).

Menurut Prof.FX Sugiyanto guru besar fakultas ekonomi dan bisnis (FEB) dan kepala pusat penelitian kajian pembangunan Undip mengatakan bahwa Salah satu potensi sumber kegagalan kebijakan dan kelembagaan adalah kemungkinan ketidaksinkronan visi misi gubernur dan visi misi bupati/ wali kota. Risiko kegagalan ini sangat terbuka, bahkan secara sistemik. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional (UU SPN) secara tegas menyebutkan bahwa rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) merupakan penjabaran visi, misi, dan program gubernur atau bupati/ wali kota.Risiko kegagalan itu dapat dikurangi apabila gubernur periode mendatang mampu dan bersedia mentransfer dan mengintegrasikan visi, misi, dan programnya menjadi visi misi para bupati/ wali kota ( SM,20/4/13).

SLOGAN
Pasangan cagub dan cawagub HP-DON / Hadi Prabowo-Don Murdono mempunyai slogan atau motto ngajeni lan ngayomi. Sedangkan pasangan cagub dan cawagub BISSA / Bibit-Sudijono masih dengan slogan atau motto yang terdahulu yaitu bali ndeso mbangun deso lanjutkan!. Adapun pasangan cagub dan cawagub GAGAH / Ganjar-Heru menggunakan slogan atau motto mboten korupsi lan mboten ngapusi. Perang slogan dengan poster atau baliho cagub sepertinya tidak asing dan nampak ter-lihat di sepanjang kabupaten di wilayah Jawa Tengah.Hal ini juga sebagai upaya untuk menarik untuk kemudian bisa juga sebagai referensi pemilih agar bisa berpikir kritis dan cerdas dalam menentukan piliahnnya.

KEKAYAAN CALON
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan daftar kekayaan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) Jateng, Kamis (2/5), di Hotel Patra Semarang. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), nilai kekayaan Hadi Prabowo paling besar yakni Rp 13,5 miliar. Kemudian, Bibit Waluyo memiliki nilai kekayaan Rp 13,1 miliar. Paling kecil adalah Ganjar Pranowo dengan kekayaan Rp 3,07 miliar.Sementara pada posisi cawagub, nilai kekayaan mantan Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo menempati posisi teratas sebesar Rp 4,74 miliar. Posisi kedua adalah Heru Sudjatmoko dengan kekayaan Rp 4,47 miliar. Untuk Don Murdono, nilai  kekayaannya justru berkurang. Terlapor pada 22 Januari 2008 sebesar Rp 3,42 miliar, pada 15 Maret 2013 justru menjadi Rp 786,8 juta. ”Kekayaan saya menyusut karena membiayai pencalonan dengan uang pribadi,” kata Don Murdono (SM,3/5/13).

MASA KAMPANYE
Pilgub Jateng telah masuk masa kampanye mulai Rabu (8/5) hingga 22 Mei. Pada hari pertama, tiga pasangan calon gubernur akan memaparkan visi dan misinya dalam rapat paripurna istimewa DPRD Jateng di Gedung Berlian Jalan Pahlawan Semarang. Ketua KPU Jateng, Fajar saka mengatakan, KPU telah membagi jadwal kampanye Cagub-Cawagub Jateng ke dalam tiga zona, mulai tanggal 8 - 22 mei 2013. Setiap tim pasangan calon gubernur diberi kesempatan untuk melaksanakan rapat umum terbuka sebanyak empat kali sesuai zonasinya, selama 12 hari masa kampanye tersebut.

Zona 1 meliputi Kendal, Semarang, Demak, Grobogan, Blora, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Kota Semarang, Salatiga. HP-Don:10,13,16,19,22. GAGAH:11,14,17,20. BISSA:12,15,18,21.

Zona 2 meliputi Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung, Wonosobo, Kota Magelang, Kota Surakarta. . HP-Don:11,14,17,20. GAGAH:12,15,1. BISSA:11,13,16,19,22.

Zona 3 meliputi  Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara,Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kota Pekalongan, Kota Tegal. HP-Don:12,15,18,21. GAGAH:10,13,16,19,22. BISSA:11,14,17,20. Sumber: KPU Jateng (SM,7/5/13). Untuk selanjutnya yang menjadi pertanyaan yang sangat substansial adalah, apakah dengan slogan, berikut visi serta misi yang di tawarkan ke pemilih, efektif meraih suara serta menekan fenomena golput dalam pemilihan gubernur nanti ?

FENOMENA GOLPUT
Menurut pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang M. Yulianto,M.Si bahwa potensi tingginya golongan putih (golput) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2013 karena sosialisasinya kurang dan adanya anggapan gubernur tidak penting. Menurut dia, sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang sosok calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) kurang. Sehingga warga di pedesaan belum menentukan pilihan, karena tidak tahu sosok cagub-cawagub yang akan dipilih. Sebaliknya, kata Yulianto, di perkotaan yang didominasi kalangan menengah ke atas yang terdidik menganggap peran gubernur dalam era otonomi daerah kurang penting.Kalangan menengah ke atas yang terdidik akan memilih golput, karena menganggap peran gubernur tak begitu penting,Tingginya golput ini memang secara langsung tidak memengaruhi pelaksanaan Pilgub Jateng, tapi kualitas demokrasi berkurang (solopos.com,7/5/13).Adapun menurut Ketua KPU Jateng, M Fajar SAKA mengatakan, sosialisasi Pilgub telah dilakukan, melalui pemasangan baliho, spanduk, kerja sama dengan media massa, dan BEM perguruan tinggi.Termasuk melayangkan surat undangan kepada pemilih pada H-3 nantinya (SM,4/5/13).

KUALITAS PILGUB
Menurut A Zaini Bisri mantan ketua Mapilu PWI Jateng dan mahasiswa Program Doktor Ilmu Sosial (Konsentrasi Ilmu Politik) FISIP Universitas Diponegoro mengatakan bahwa mengacu pada hasil penelitian Jorgen Elklit dan Andrew Reynolds (2005), diperlukan 11 indikator untuk mengukur kualitas Pilgub Jateng 2013.

Ke-11 indikator itu adalah regulasi, kualitas penyelenggara, konstituensi, pendidikan pemilih, penyusunan DPT, lokasi TPS, aturan kampanye, partisipasi pemilih, proses penghitungan suara, penyelesaian sengketa, dan audit hasil pilgub.Dari berbagai indikator itu, penting dicermati kualitas penyelenggara, pendidikan pemilih, DPT, aturan kampanye, partisipasi pemilih, penghitungan suara, dan verifikasi hasil pilgub. Kualitas penyelenggara, dalam hal ini KPU dan Pengawas Pemilu Jateng serta KPU dan pengawas kabupaten/kota, diukur dari sejauh mana independensi, imparsialitas, dan profesionalisme dalam menangani pekerjaan teknis pilgub.

Pendidikan pemilih terutama menyangkut informasi pilgub yang dikuasai pemilih pemula. Cukup disayangkan, KPU Jateng tampaknya kurang memperhatikan pemilih pemula. DPT harus aman dari bias angka, akurasi pencocokan dan penelitian (coklit) di lapangan, serta kepercayaan diri pemilih. Sabuk pengaman DPT sudah disiapkan dengan hak pemilih tidak terdaftar untuk menunjukkan KTP sesuai putusan Mahkamah Konstitusi. Aturan kampanye terutama harus menjamin transparansi dana publik, akses ke media massa, dan kontrol terhadap penggunaan fasilitas negara. Partisipasi pemilih bukan hanya menyangkut jumlah golput dan struktur usianya, juga adakah tindak kekerasan dan intimidasi selama tahapan pilgub berlangsung.

Penghitungan suara wajib menjamin integritas petugas dan akurasinya, transparan, mudah diakses oleh publik, dan tidak ada penundaan pengumuman. Adapun hasil pilgub bisa diverifikasi dan diaudit, statistik dan review hasil pilgub mudah diakses, serta disahkan tanpa diragukan validitasnya. Pemantau pilgub harus ikut memberikan penilaian atas seluruh tahapan yang dinyatakan tidak ada masalah ( SM,20/4/13). Semoga pilgub 2013 ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mau melayani masyarakat. Maka dari itu pilihlah pemimpin sesuai dengan hati nurani Anda demi pembangunan Jawa Tengah 5 tahun yang akan datang. Mari jangan sia-siakan Pilgub ini !. *)

HADI MULYANT0, A.Ma.,S.Pd.I.
Penulis adalah Mahasiswa Program M.Pd.I UNWAHAS (Universitas Wahid Hasyim) dan Program  MM UNISSULA (Universitas Islam Sultan Agung) Semarang. Asal Jatibarang Brebes.



berita brebes terkiniBrebesBKO >> Persab Brebes, wakil dari Kabupaten Brebes yang lolos ke Porpov Jateng 2013 bakal menghadapi tim-tim tangguh yang juga lolos mendapat tiket di kegiatan pesta olahraga terbesar di Jawa Tengah tersebut.

Persab yang juga membawa nama Krasdienan Pekalongan ini, bakal menghadapi lawan dari Banjarnegara, Kota Semarang, Kudus, Kota Surakarta dan Kabupaten Magelang. Lima daerah itu adalah tim pilihan yang lolos kualifikasi dari Karesdienan masing-masing.

''Tiap karesidenan sudah menyelesaikan kualifikasi dengan baik. Kini enam tim akan tampil di porprov, ditambah Solo sebagai juara Porprov 2009 dan tuan rumah Porprov 2013 Banyumas. Nantinya pembagian grup akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan,'' tutur Bidang Kompetisi PSSI Jateng Budi Winarko.

Menghadapi Porprov, pihak PSSI Jateng memperbolehkan adanya penambahan atau pengurangan pemain. Namun, pemain anyar harus kembali melewati proses skrining terlebih dahulu sebelum disahkan. Syarat pemain di bawah umur 19 tahun juga harus dipenuhi.

Sementara itu, Sekretaris PSSI Jateng Johar Lin Eng menyampaikan, pihaknya telah menerjunkan tim pemandu bakat sepanjang kualifikasi porprov digelar. Tugas mereka adalah mendata pemain-pemain Jateng yang memiliki bakat dan kemampuan menonjol. Tim tersebut akan terus bekerja hingga pelaksanaan Porprov Banyumas, Oktober 2012 mendatang.

Mereka dimasukkan ke dalam bank data pemain untuk menyiapkan tim Jateng menghadapi kualifikasi PON 2016. Hal itu sangat penting, agar prestasi yang didapatkan lebih baik dibandingkan PON Riau 2012 lalu yang hanya meraih perunggu.

''Prorprov merupakan ajang terbaik untuk mencarian bakat. Pemain berbakat yang timnya tidak lolos juga jangan berkecil hati. Karena nama mereka tetap akan masuk dalam daftar kami,'' tutur pria yang juga mantan General Manager (GM) PSIS itu. (bko1)
berita-brebes, brebes, songgom
 gambar ilustrasi

BrebesBKO >> Entah siapa orang ini, sampai sekarang belum diketahui identitasnya. Dia ditemukan warga sudah menjadi bangkai di kawasan hutan tanah Perhutani RPH 69 di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.

Kerangka manusia ini pertama kali ditemukan oleh petani setempat yang bernama Bawon (50) pada hari Sabtu 30 Maret 2013 sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu Bawon kebetulan melintas di sekitar lokasi penemuan kerangka orang itu. Tak disangka aroma busuk bangkai menusuk hidungnya. Makin dekat semakin terasa menyengat baunya. Karena penasaran dengan bau aneh itu, Bawon lalu mencari sumber aroma tidak tersebut. Lalu, betapa kagetnya dia saat tahu kalau yang bau busuk itu adalah bangkai manusia yang sudah terlihat tulangnya.

Saking paniknya, Bawon lantas lari ke permukiman terdekat dan memberikan kabar yang baru saja dijumpainya tersebut. Tidak lama, dia dan Kades bersama warga lainnya datang ke lokasi untuk mengecek kebenaran tersebut. Setelah mendatangi lokasi dan ternyata benar ditemukan sesosok kerangka mayat manusia tanpa identitas, selanjutnya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Songgom.

Pihak kepolisian datang ke lokasi dibantu tim Inafis Polres Brebes juga langsung ke lokasi penemuan. Namun, karena bau yang menyengat dan dikhawatirkan mengganggu warga umum, oleh pihak desa kerangka tersebut di kubur di desa tersebut.

Sampai sekarang, belum ada keterangan resmi yang mengarah ke ciri-ciri kerangka mayat tersebut.  (bko)

brebes, berita brebes, kabar-brebes,
BrebesBKO >>  Lidah tak bertulang, tajamnya seperti pisau. Gara-gara lidah, Sujono (25) menjadi tersinggung dan dendam karena sering diejek. Dia kalap dan tega menusuk M Saidi Maulana (55) orang yang dianggap sering mengejeknya. Bukan hanya Saidi, anak Saidi Agustian Gunawan (25) juga turut menjadi korban. Ayah dan bapak itu dilarikan ke rumah sakit. Sementara Sujono kini harus ditahan pihak kepolisian.

Ceritanya begini, Sujono adalah warga Dusun Babakan, Kampung Sukamanah RT 02/12 Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Sementara korbannya masih satu Kabupaten, asalnya dari Desa Parakan RT 03/01 Kecamatan Leuwi Munding, Majalengka. Mereka tinggal di Desa Kertasinduyasa, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Di Brebes, pelaku bekerja sebagai tukang kredit pakaian milik bosnya. Suatu ketika, pelaku tersinggung karena ucapan korban yang sering menyebut-nyebut dirinya sebagai pembantu yang tidak beres dalam bekerja.

Pada hari Kamis 28 Maret 2013 sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, pelaku menumpahkan kekesalannya. Kedua korban yang tengah tidur nyenyak diserang membabi buta dengan sebilah pisau. Dua tiga tusukan menghujam di bagian tubuh kedua korban. Setelah sempat melakukan perlawanan kedua korban yang baru terkesiap pun berteriak minta tolong. Warga pun datang dan Sujono diamankan dan diserakan kepada petugas dari Polsek Jatibarang Brebes.

Menurut Kapolsek Jatibarang, AKP Fiki Novian Ardiansyah dari hasil penyelidikan sementara pelaku diduga dendam kepada korban. Tak hanya gara-gara diejek, kekesalan pelaku juga karena waktu dia mau pinjam uang ditolak oleh korban. "Pelaku ini butuh uang untuk menebus motor yang digadaikan, tapi ditolak korban," ujar Fiki.

Jika terbukti bersalah, maka Sujono si tukang kredit pakaian keliling ini dijeratPasal 53 Junto Pasal 340 subsider Pasal 355 tentang percobaan pembunuhan dan penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman maksimal di atas 15 tahun penjara. (bko1)
KEBIJAKAN
POLITIK
PENDIDIKAN
REHAT
HUKUM
EKONOMI
OLAHRAGA
SEKITAR