ilustrasi
Dikira Jalan Tol, Ternyata Tanggul

BREBES- Warga Desa Terlangu Kecamatan Brebes kini diselimuti kehebohan yang bernunasa misterius. Pasalnya, kejadian langka menimpa desa tersebut, Senin (1/9) petang. Sebuah bus sarat penumpang nyaris terjerumus di sungai Pemali yang melintang di desa tersebut. Warga menganggap aneh mengingat sangat mustahil ada bus yang menyisir ke tanggul sungai tersebut.
            
"Memang aneh, kok ada bus yang naik ke tanggul Pemali. Padahal, untuk kesana saja sukar dibayangkan, karena jalannya tidak memungkinkan untuk dilewati," kata ujar Hartoyo (42), salah seorang warga setempat.

            Kendati bus yang tersesat ke tanggul Pemali sudah kembali melanjutkan perjalanannya namun cerita misterius atas kejadian tersebut masih menjadi buah bibir yang menyebar ke desa tetangga. Beredar kabar, sejumlah warga yang menolong bus tersebut mendapatkan cerita. Konon, Eko sang pengemudi bus nahas Sumber Alam dengan nomor polisi AA 1701 BL itu dari Jakarta hendak ke Jogjakarta. Sang pengemudi yang tak hafal jalan, semula menganggap Jalan di Taman Siswa Brebes, atau SMP 2 Brebes ke selatan adalah jalan alternatif Brebes-Jatibarang. Atas petunjuk warga, kemudian busa terus melaju menyusuri jalan Desa Wangandalem menuju ke jalan pasar Terlangu. Namun, sang pengemudi yang masih kebingungan kemudian menanyakan arah menuju Jatibarang. Sekira pukul 16.00 WIB Saat itulah, konon seorang warga dengan pakaian serba hitam mengarahkan pengemudi agar terus menuju ke arah barat yang sebetulnya adalah perkampungan menuju sungai Pemali. 

"Katanya sopir itu lihatnya disitu ada jalan tol, malah ada restorannya. Padahal itu jalan sempit ke arah kali Pemali. Mestinya kan dari pertigaan Terlangu ke kiri atau selatan ke Jatibarang, bukan lurus," kata warga lainnya.

            Setelah hampir tiga jam tersesat di tanggul Pemali, pengemudi bus baru sadar dan kemudin shock karena bus yang membawa 30 penumpang nyaris masuk ke sungai. Dengan ketakutan, sang sopir kemudian balik arah hingga sampai masuk got dan menabrak gapura karena sempitnya jalan menuju ke permukiman warga. "Waktu sampai di perkampungan, supirnya kebingungan. Bahkan, STNK busnya juga diserahkan ke saya padahal saya tidak minta, kemudian setelah tenang bus melanjutkan perjalanan ke Jogja lewat Jatibarang," tutur Sekdes Terlangu, Teguh Meiharto.
berita-brebes, brebes, songgom
 gambar ilustrasi

BrebesBKO >> Entah siapa orang ini, sampai sekarang belum diketahui identitasnya. Dia ditemukan warga sudah menjadi bangkai di kawasan hutan tanah Perhutani RPH 69 di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.

Kerangka manusia ini pertama kali ditemukan oleh petani setempat yang bernama Bawon (50) pada hari Sabtu 30 Maret 2013 sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu Bawon kebetulan melintas di sekitar lokasi penemuan kerangka orang itu. Tak disangka aroma busuk bangkai menusuk hidungnya. Makin dekat semakin terasa menyengat baunya. Karena penasaran dengan bau aneh itu, Bawon lalu mencari sumber aroma tidak tersebut. Lalu, betapa kagetnya dia saat tahu kalau yang bau busuk itu adalah bangkai manusia yang sudah terlihat tulangnya.

Saking paniknya, Bawon lantas lari ke permukiman terdekat dan memberikan kabar yang baru saja dijumpainya tersebut. Tidak lama, dia dan Kades bersama warga lainnya datang ke lokasi untuk mengecek kebenaran tersebut. Setelah mendatangi lokasi dan ternyata benar ditemukan sesosok kerangka mayat manusia tanpa identitas, selanjutnya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Songgom.

Pihak kepolisian datang ke lokasi dibantu tim Inafis Polres Brebes juga langsung ke lokasi penemuan. Namun, karena bau yang menyengat dan dikhawatirkan mengganggu warga umum, oleh pihak desa kerangka tersebut di kubur di desa tersebut.

Sampai sekarang, belum ada keterangan resmi yang mengarah ke ciri-ciri kerangka mayat tersebut.  (bko)

brebes, berita brebes, kabar-brebes,
BrebesBKO >>  Lidah tak bertulang, tajamnya seperti pisau. Gara-gara lidah, Sujono (25) menjadi tersinggung dan dendam karena sering diejek. Dia kalap dan tega menusuk M Saidi Maulana (55) orang yang dianggap sering mengejeknya. Bukan hanya Saidi, anak Saidi Agustian Gunawan (25) juga turut menjadi korban. Ayah dan bapak itu dilarikan ke rumah sakit. Sementara Sujono kini harus ditahan pihak kepolisian.

Ceritanya begini, Sujono adalah warga Dusun Babakan, Kampung Sukamanah RT 02/12 Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Sementara korbannya masih satu Kabupaten, asalnya dari Desa Parakan RT 03/01 Kecamatan Leuwi Munding, Majalengka. Mereka tinggal di Desa Kertasinduyasa, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Di Brebes, pelaku bekerja sebagai tukang kredit pakaian milik bosnya. Suatu ketika, pelaku tersinggung karena ucapan korban yang sering menyebut-nyebut dirinya sebagai pembantu yang tidak beres dalam bekerja.

Pada hari Kamis 28 Maret 2013 sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, pelaku menumpahkan kekesalannya. Kedua korban yang tengah tidur nyenyak diserang membabi buta dengan sebilah pisau. Dua tiga tusukan menghujam di bagian tubuh kedua korban. Setelah sempat melakukan perlawanan kedua korban yang baru terkesiap pun berteriak minta tolong. Warga pun datang dan Sujono diamankan dan diserakan kepada petugas dari Polsek Jatibarang Brebes.

Menurut Kapolsek Jatibarang, AKP Fiki Novian Ardiansyah dari hasil penyelidikan sementara pelaku diduga dendam kepada korban. Tak hanya gara-gara diejek, kekesalan pelaku juga karena waktu dia mau pinjam uang ditolak oleh korban. "Pelaku ini butuh uang untuk menebus motor yang digadaikan, tapi ditolak korban," ujar Fiki.

Jika terbukti bersalah, maka Sujono si tukang kredit pakaian keliling ini dijeratPasal 53 Junto Pasal 340 subsider Pasal 355 tentang percobaan pembunuhan dan penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman maksimal di atas 15 tahun penjara. (bko1)

berita brebesBrebesBKO->> Kasian bener nih Taripah (45), ibu dari Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes ini tewas kesambar petir waktu lagi kerja di sawah. Kondisinya mengenaskan karena luka bakar yang dideritanya.

Ceritanya begini, sekitar pukul 09.00 WIB hari Jumat 29 Maret 2013, Taripah sudah di sawah. Dia berangkat sejak padi walaupun cuaca lagi tidak bersahabat. Saat itu, bukan cuman hujan besar saja, geluduk, halilintar dan petir menyambar-nyambar. Pas lagi apes, Taripah kena petir di bagian tubuhnya.

"saat itu sebenarnya ada petani lain di sawah, tapi jaraknya berjauhan. Pas Taripah kena petir, petani lain yang menolong dan memberitahu ke warga kampung," kata Narto, warga setempat.

Taripah meninggal di tempat kejadi
an karena luka sengatan petir. Jenazahnya sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. (bko1)
berita brebes, berita-brebesBrebes(BKO)->> Seorang nelayan yang dilaporkan bernama Rokib (35) warga RT 02/6 Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Brebes dinyatakan hilang di perairan Laut Jawa Kabupaten Brebes, kemarin (21/3).

Keterangan dilapangan menyebutkan kalau kejadian itu bermula saat Rokib berlayar ke perairan Brebes seperti biasa dengan menggunakan kapal kecil jenis sopek di sekitar perairan antara Desa Sawojajar Kecamatan Wanasari dan Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes, sekitar pukul 09.00 WIB korban diduga jatuh ke laut setelah kakinya terlilit jala yang dilemparnya.

"Waktu saya lihat perahunya sudah kosong dann jalanya sudah diulur. Sepertinya sih kakinya terlilit tambang sampai tidak menguasai diri hingga jatuh ke laur. Karena ada nelayan yang melihat perahunya sempat muter-muter sendiri, mesinnya juga masih menyala," ujar Tarsono (40), salah satu nelayan yang kebetulan dari satu desa dengan korban.

Hingga saat ini, tim gabungan dari SAR Kabupaten Brebes, Polair Polres Brebes dibantu warga  masih melakukan pencarian terhadap korban. (bko1)


TegalKota (BKO)->> – Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tegal menemukan sejumlah nama di Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur (Pilgub ) Jateng 2013 Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Beberapa diantaranya diketahui telah meninggal dunia. Atas temuannya tersebut, Panwas telah melayangkan surat kepada KPU untuk melakukan validisasi data agar data dalam DPS lebih valid.

Demikian disampaikan Ketua Panwaslu Toto Pranoto melalui telepon beberapa saat lalu. Toto mengatakan berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya tercatat ada 324 dalam DPS pemilih TMS. Jumlah tersebut dirinci dalam beberapa sebab. Diantaranya meninggal dunia 74 orang, sakit jiwa 12, belum 17 tahun 1 orang, pemilih ganda 72 orang dan pindah mencapai 165 orang.

“Selain menemukan hal itu kami juga mendapati beberapa pemilih yang seharusnya masuk daftar justru tidak terdaftar dalam DPS ” katanya.

Pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak terdaftar berjumlah 20 orang. 8 orang sudah menikah dan sisanya 12 orang merupakan pemilih pemula.

“Atas temuannya itu kami telah menyurati KPU agar melakukan verifikasi terhadap DPS, sehingga datanya benar – benar valid ” tegasnya. (bko_bn)

Banjarharjo (BKO):- Bang Napi bilang, kejahatan tidak hanya karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan. Nah, rupanya karena ada kesempatan Tasirin (19) remaja tanggung warga Dukuh Cijambe, Desa Sindangheula, Kecamatan Banjarharjo, Brebes ini nyoba-nyoba nyolong motor saat ada tontonan dangdut. Tapi, bukan motor didapat dia justru harus berususan dengan hukum karena aksinya kepergok warga. Untung saja, warga yang marah mau mengeroyok dia dihalangi petugas Polisi.

Ceritanya begini, pada hari Rabu 27/2 malam ada tontonan dangdut di Desa Bandungsari, Banjarharjo. Di tengah keramaian, timbul niat Tasirin (19), untuk membawa kabur motor Honda Beat milik salah seorang warga setempat. Tasirin pun mengendap-endap mencoba menyalakan motor pakai obeng. Rupanya pemilik yang curiga dan langsung menyatroni, Tasirin tak berkutik kepergok sampai mau dikeroyok ramai-ramai setelah diteriaki maling. Tasirin mencoba kabur bersembunyi tapi ketahuan juga.

Untung saja, aksi main hakim sendiri itu langsung dapat dicegah dan pelaku langsung diamankan polisi ke Mapolsek Banjarharjo, meski sebelumnya petugas kewalahan untuk membawa pelaku ke Mapolsek, karena ribuan warga mencoba menghalagi dan ingin menghakiminya.

Kasus ini sudah ditangani Polsek Banjarharjo. Tasirin kini juga mendekam di sel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (bko)

Brebes (BKO):- Bupati Brebes Idza Priyanti dikirimi keranda mayat oleh para pendemo yang merupakan warga pendukung dari tiga calon Kepala Desa (Kades) di Desa Klampok, Kecamatan Wanasari. Mereka mengirimkan keranda mayat itu sebagai bentuk protes atas sikap bupati yang dianggap tidak dapat menyelesaikan sengketa Pilkades di Klampok.

Para pendemo yang jumlahnya sekitar 200-an orang itu mengeruduk Kantor Bupati, Selasa (26/2) dengan menggunakan sejumlah kendaraan bak terbuka dan puluhan sepeda motor. Selain di Kantor Bupati, warga pendukung calon kades tersebut juga berunjuk rasa di gedung DPRD Kabupaten Brebes. Bahkan, aksi juga sempat menyebabkan jalur pantura Kota Brebes tersendat.

Para pendemo menuntut Pilkades diulang, massa juga menyampaikan tujuh tuntutan lainnya. Di antaranya, menuntut pertanggungjawaban panitia pilkades yang dinilai telah melakukan pelanggaran dan mendesak tim klarifikasi kabupaten serta Bupati Brebes untuk menganulir kades terpilih.

Mereka juga memaksa bertemu dengan Bupati. Namun sayang sekali yang keluar menemui ternyata Assisten I Sekda Pemkab Brebes, H Suprapto SH. Perwakilan warga kemudian diterima untuk berdialog dengan pengamanan ketat dari jajaran Polres Brebes. (bko1)

Brebes (BKO)-- Setan bener nih Ropi'i (33), tega-teganya membacok istrinya sendiri, Sulinda binti Partimin (25), warga RT 4 RW 5 Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Penyebabnya sepele karena terbakar cemburu.

Linda luka parah dan kini harus dirawat intensif di Bangsa Bedah RSUD Brebes. Peristiwa keji itu bermula Kamis (21/2), sekira pukul 21.00 Wib, saat itu korban baru pulang dari kampung halamannya, bahkan pelaku sempat menjemput korban agar pulang. Tetapi, di perjalanan kedua pasang suami istri itu terlibat cekcok mulut rumah tangga. Pertengkaran hebat berlanjut di rumah, saat korban kemudian beristirahat di dalam kamarnya. Setelah itu pelaku masuk ke dalam kamar dan mematikan lampu. Tanpa diketahui korban, pelaku keluar kamar dan mengambil golok. Keluarga mendapati Linda dalam kondisi berlumur darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara, pelaku yang kabur usai kejadian hingga kini masih menjadi buronan polisi.

Kapolres Brebes, AKBP Kif Aminanto SIK SH MH melalui Wakapolres, Kompol Rio Tangkari SIK SH mengatakan, kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu berawal dari cekcok antara pelaku dan korban.

Pelaku kemudian menganiaya secara membabi buta istrinya. "Saat ini korban dirawat di RSUD Brebes. Sedangkan pelaku kabur dan kini dalam pengejaran," terangnya.

Sementara, Sulinda ditemui di RSUD Brebes mengaku, aksi kejam suaminya itu diduga karena cemburu yang tidak beralasan. Dia dan suaminya selama tinggal di Jakarta kerap terlibat pertengkaran. "Saya kerja menjadi pelayan rumah makan di Jakarta," tuturnya yang mengaku baru menjalani pernikahan dengan suaminya selama enam bulan. (bko1)

Losari (BKO)-- Demo menuntut Pilkades ulang juga dilakukan oleh warga Desa Prapag Lor, Kecamatan Losari, Brebes. Ratusan warga mendatangi kantor Kecamatan Losari, Kamis (21/2) sambil meminta pengusutan pelanggaran ataupun kecurangan yang di duga dilakukan panitia pemilihan kepala desa beberapa hari lalu.

Saat hari pemilihan, yaitu Selasa (20/2) dua kubu di desa ini juga sampai terlibat perang batu. Yah, itu juga gara-gara tidak puas dengan proses demokrasi yang berjalan karena dianggap penuh kecurangan. Perang saudara ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya kondisi desa mencekam selama dua hari. Setelah reda baru demo.

Koordinator aksi, Sukendar bilang kalau kecurangan itu berupa penggelembungan suara dan intimidasi terhadap saksi agar menandatangani kertas pleno besar maupun kecil sebelum proses pengitungan dimulai.

“Panitia mengatakan jika ada keributan maka saksi harus bertanggungjawab, sehingga akhirnya mereka mau memberikan tandatangan” jelasnya.

Camat Losari Supriyadi menjelaskan sesuai dengan regulasi yang ada, Peraturan Bupati No 59 tahun 2012 keberatan dajukan oleh calon paling lambat tiga hari setelah penetapan. Dengan demikian Jumat (22/2) merupakan hari terakhir untuk penyampaian keberatan. “Apabila sampai besok (hari ini – red) tidak disampaikan berarti pilkades Prapag Lor dianggap tidak ada masalah,” jelasnya. (bko)

Brebes (BKO)-- Ratusan masyarakat Desa Klampok Kecamatan Wanasari yang menggelar unjuk rasa di kantor Balaidesa setempat, Kamis (21/2). Mereka menuntut supaya Pilkades yang dimenangkan oleh calon nomer empat atau Sukwid diulang dan panitia Pilkadesnya diganti.

Pendemo mengusung spanduk tuntutan, dan berorasi menyampaikan tuntutannya. Antara lain, mereka menyatakan menolak hasil Pilkades Klampok dan menuntut harus diulang kembali. Mereka juga menuliskan, seret panitia ke penjara, Toridin (ketua panitia) harus bertanggungjawab. Serta, masyarakat Klampok menolak calon terpilih yang merupakan calon incumbent.

"Kami semua sepakat menolak. Pilkades penuh kecurangan antara calon nomor empat dengan panitia. Sehingga hasilnya tidak sah dan harus diulang lagi," tandas Kusnandar, koordinator aksi warga.

Sementara ketua panitia Pilkades, Ahmad Toridin SPdI mengaku sudah bekerja sesuai aturan. Dirinya menyerahkan tuntutan warga ke Bupati.

"Kalau Bupati minta Pilkades diulang, kalau kami disuruh mundur juga kami akan mundur," tandasnya.

Para pendemo sendiri mengancam jika tidak ada keputusan dalam satu dua hari kedepan, mereka kembali akan turun ke jalan dengan membawa massa yang lebih besar lagi. (bko)

Ketanggungan (BKO)-- Walah-walah, aneh tapi nyata ratusan warga Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mendadak muntah-muntah setelah memakan nasi bungkus yang diberikan salah seorang calon kepala desa. Warga diduga keracunan makanan yang dibagikan waktu mau pelaksanaan pencoblosan.

Setalah mencoblos calon idola, warga malah harus dilarikan ke PKU Muhammmadiyah Ketanggungan Puskesmas Kecamatan Ketanggungan guna mendapatkan penanganan medis dari dokter setempat. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung, sampai 130 orangan.

Insiden yang terjadi dalam nuansa persaingan politik ini pun menimbulkan spekulasi di kalangan warga. Ada yang mengira-ira nasi bungkus tersebut beraroma mistis.

"Pas sakit-sakitnya mulai sore sampai malam hari. Ada yang sakit perut, pusing bahkan ada yang muntah dan berak berulang kali. Kejadian ini bahkan sempat menimbulkan kepanikan warga," kata Ismail, salah satu warga.

Petugas medis Puskesmas Ketanggungan, dr Susani Ali, mengatakan gejala yang dialami warga identik dengan keracunan makanan. Untung saja segera ditangani, karena jika terlambat dapat mengakibatkan kekurangan cairan tubuh/dehidrasi akut. "Pertolongan pada korban harus secepatnya dilakukan guna mencegah efek yang lebih buruk," terangnya.

Hingga saat ini jenis racun tersebut belum diketahui pasti dan masih menunggu hasil penelitian di laboratorium. (bko1)

TegalKota (BKO)--Pembangunan proyek jalan lingkar utara (Jalingkut) Brebes - Kota Tegal, sepanjang sekitar 17 kilometer mengalami kerusakan. Pembangunan proyek tersebut dianggarkan sekitar Rp 205 miliar. Namun di sejumlah titik kini mengalami ambles dengan kedalaman hingga 60 sentimeter.

Saat ini pelaksanaan pekerjaan JALINGKUT telah mencapai sekitar 48 persen. Ditargetkan pembangunan Jalingkut akan selesai 100 persen pada 31 Desember 2013. Sementara itu, untuk tahap pengurukan dari jalan sepanjang 17 kilometer telah selesai pengurukan sepanjang 15 kilometer dan pengaspalan sepanjang sekitar 5 kilomater. Namun, saat ini ada tiga titik badan jalan yang mengalami penurunan, yakni STA 6, STA 10 dan STA 16.800

Direktur PT Bumirejo Jo PT Brantas Abipraya, Budhi Sarwono, saat dihubungi kemarin,menjelaskan,’’ Saat ini ada tiga titik badan jalan yang mengalami penurunan, yakni STA 6, STA 10 dan STA 16.800.’’
Pengecekan dan pengukuran di lapangan bersama pihak terkait sduah dilakukan. Diduga kondisi itu terjadi karena pada tahap perencanaan proyek tersebut kurang matang. Kondisi demikian, diperparah lagi dalam perencanaan juga tidak diadakan pekerjaan pembangunan tanggul di tepi jalan sebagai penahan.
“Kami selaku rekanan penyedia jasa konstruksi hanya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan petunjuk bestek yang ada,” katanya.

Selain itu, masalah yang terjadi selama dua tahun, engineer tidak bisa mengambil keputusan apakah akan digunakan tanah (common embankment) atau selected embankmen, sehingga bahasan petunjuk bestek berlarut-larut.

Budhi mengatakan, dalam rapat pembahasan paket pembangunan jalan Tegal-Brebes di ruang Satker Wilayah I Jateng, Jumat (25/1) lalu, Kepala Satker Ir Krido Luky Widyantoro MM menyatakan, pada kontrak awal BOQ original untuk timbunan tidak sesuai dengan gambar perencanaan, di mana selama ini volume pada desain masih kurang.

Lebih lanjut Budhi  menjelaskan,  sudah sejak awal pihaknya juga sudah memberitahukan tentang masalah perencanaan tersebut kepada Bina Marga. Namun, hal tersebut tidak direspons dengan baik. Pihaknya sempat juga mengundang tim independen dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan penelitian langsung ke lapangan.

“Diperkirakan, kerusakan akan terus terjadi karena lokasi proyek sebagian besar merupakan daerah rawa/tambak,” ujarnya. (bko1)

Slawi (BKO)-- Puluhan warga Desa Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten tegal, Jawa Tengah, meneyegel sebuah tower selular sinin pagi ( 11/02/2013). Pasalnya, tower yang dikelola oleh Pt. Portalindo Jakarta itu tidak diperpanjang masa kontraknya, sedangkan masa kontrak berakhir pada tanggal 12 Juni 2012 yang lalu.

Tower yang digunakan oleh tiga selular itu habis masa kontraknya 8 bulan yang lalu. Perjanjian kontrak tersebut ditandatangani dan diketahui oleh tokoh masyarakat ( tomas) ketua RT/RW dan Lurah desa setempat. Namun, oleh pengelola tower tersebut tidak diperpanjang dan masih aktif digunakan oleh tiga operatur selular. Operator selular tersebut adalah, XL, Three(3), dan AXIS.

Jamaludin, warga setempat mengatakan, keberadaan tower tersebut sangat meresahkan masyarakat, selain itu tower tersebut telah habis masa kontraknya 8 bulan yang lalu. Sehingga warga menuntut agar tower itu segera dibongkar, jika tidak diperpanjang lagi. Tindakan warga sementara ini menyegel tower, jika masih saja diabaikan terpaksa warga akan segera membongkar paksa tower itu.

“Masa kontrak tower didesa kami sudah habis sejak 8 bulan yang lalu, dan jika tidak diperpanjang agar segera dibongkar”, ujarnya.

Lebih lanjut Jamaludin mejelaskan, perjanjian kontrak tower itu dulnya juga diketahui oleh pihak pihak terkait, namun setelah masa kontraknya habis kini hanya tutup mata saja tidak mau perduli. Tidak hanya itu saja, dulu juga pernah diberitakan oleh beberapa media masa, baik cetak maupun elekronik.

“ Saya berharap kepada pihak terkait yang ikut menandatangani perjanjian kontrak tersebut agar iktu peduli terhadap keberdaan tower yang meresahkan warga tersebut,”pungkasnya. (bko1)
Ilustrasi
Slawi (BKO)-- Ratusan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mendatangi kantor Pemkab Tegal, kemarin Senin pagi (11/02/2013). Mereka menuntut Pilkades yang digelar pada Rabu (30/1) lalu untuk diulang kembali. Pasalnya, diduga ada penggelembungan suara yang jumlahnya cukup banyak.

Hampir satu jam lamanya korlap berorasi, akhirnya petugas memperbolehkan perwakilan warga untuk bertemu dengan Komisi I DPRD. Perwakilan diterima oleh Wakil Ketua Komisi I, Ahmad Fatikhudin. Di hadapan Komisi I, warga membeberkan data-data tersebut.

Korlap aksi Suhadi mengatakan, warga menuntut agar Pilkades diulang. Alasannya, diduga ada penggelembungan suara yang berjumlah cukup banyak,’’ katanya.

Lebih lanjut suhadi menjelaskan, data selisih antara warga yang hadir dan perolehan suara, dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada 6.443 orang. Sedanhkan pemilih yang hadir ada 4.466 orang, surat suara yang sah 4.582 lembar dan yang rusak 82 lembar.

‘’Jadi kalau dihitung semuanya ada penggelembungan 198 suara. Makanya, kami mendesak Pilkades diulang.’’

Sementara itu Wakil Ketua Komisi I, Ahmad Fatikhudin mengatakan, sebagaimana pernah diberitakan, hasil Pilkades Karanganyar mendapat protes dari warga. Mereka mendatangi balai desa pada Kamis (31/1) dan Jumat (1/2) menuntut agar Pilkades diulang. Fatikhudin akan memintai keterangan dari Pemkab, panitia Pilkades, dan BPD.

‘’Kami belum bisa mengambil sikap. Dalam waktu dekat ini, kami akan memintai keterangan dari Pemkab dalam hal ini Bagian Pemerintahan, panitia Pilkades dan BPD, termasuk cek silang data sesuai dengan apa yang disampaikan oleh warga,’’ jelasnya.  (bko1)

Brebes (BKO)-- Sairoh (35) Tenaga Kerja Wanita (TKW) warga RT 10/V Desa Dukuhwringin, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah dikabarkan meninggal dunia di negara tempatnya bekerja, Arab Saudi sekitar dua bulan silam. Namun, jenazah Sairoh tidak bisa dipulangkan ke kampung halaman lantaran pihak penerbangan di Arab menolak dengan alasan dapat membahayakan kesehatan.

Informasi yang terhimpun menyebutkan, Sairoh pergi ke Arab Saudi pada tahun 2010 silam bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ia berangkat melalui perusahaan PJTKI resmi yang berkantor di Manggarai, Jakarta Selatan. Niat Sairoh untuk mencari nafkah adalah untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarga dan biaya kedua anaknya yang masih kecil.

Jazad Sairoh hingga kini masih terkatung-katung di Arab Saudi, perusahaan kargo menolak membawa jenazahnya ke Indonesia degan alasan Sairoh meninggal terkena virus flu burung dan flu babi.  

"Kami kaget tiba-tiba ada kabar istri saya (Sairoh-red), tiba-tiba meninggal. Padahal berangkatnya masih sehat bugar," tutur suami Sairoh, Sanali (40) kepada wartawan, kemarin (9/2).

Sanali mengungkapkan, kabar meninggalnya Sairoh diketahui dari pemberitahuan Konsulat Jendral RI di Arab Saudi, pada 12 Desember 2012 lalu kepada pihak desa. Kabar tersebut, selain membuat kaget pihak keluarga juga meninggalkan kepedihan. Pasalnya, keluarga memastikan sebelum berangkat Sairoh tidak pernah punya catatan penyakit yang kronis. "Kami sedih mendengar Sairoh meninggal karena virus flu babi dan flu burung. Sampai-sampai tidak bisa dibawa pulang. Yang saya tahu, dia sebelum berangkat sangat sehat. Apalagi, dia selalu rutin tiap bulannya mengirimkan uang untuk biaya sekolah aak-anak" tutur dia.

Meski dilanda kekalutan, pihak keluarga sendiri mengaku tidak tahu harus berbuat apa. Mereka hanya berharap agar pihak Pemerintah turut membantu untuk memulangkan jenazah Sairoh kembali untuk dimakamkan di kampung halamannya.  kedua orang anaknya.

Sementara itu, pihak Pemkab Brebes mengaku belum mengetahui kabar tersebut. Kepala Dinsosnakertrans Pemkab Brebes, Ir Amin Budi Raharjo MPI mengaku belum mendapat laporan dan informasi terkait kabar meninggalnya Sairoh. "Saya malah baru dengar dari wartawan, sampai saat ini belum ada pemberitahuan atau laporan apapun yang masuk kepada kami," katanya saat dihubungi pertelpon.

Pihaknya mengaku akan menindaklanjuti kabar ini dengan menanyakan langsung kepada pihak BNP2TKI dan Kemenlu agar mengetahui secara persis kronologinya. "Soal pemulangan jenazah, nanti kita tanya dulu ke BNP2TKI. Sebab, kalau meninggal karena flu burung dan atau flu babi bisa jadi, perlakuannya juga khusus. Kalau yang meninggal biasa, umumnya juga harus menempuh 13 prosedur yang harus dilewati dan butuh waktu agak lama, sampai 3 bulanan. Untuk yang baru ini, saya belum bisa memastikan secara persis," terang Amin. (bko1)
TegalKota (BKO)-- Proses pembagian E – KTP di Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal Jawa Tengah sering ricuh. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran warga saat hendak mengambil E-KTP. Untuk mengatasi kondisi tersebut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Herlien Tedjo Oetami mengambil langkah memecah pelayanan menjadi 2 lokasi.

Ditemui di ruang kerjanya Jum’at (8/2/2013) kemarin Herlien mengatakan secara umum pelaksanaan pembagian E-KTP di Kota Tegal berjalan lancar. Kendari demikian pembagian di Kecamatan Tegal Barat hampir setiap hari ricuh. Kericuhan dipicu banyaknya warga yang hanya meninggalkan undangan untuk ditumpuk. Mereka baru mengambilnya keesokan paginya.

“Banyak warga yang hanya datang menumpuk undangan kemudian pulang. Mereka baru kembali keesokan paginya. Akibatnya banyak undangan yang menumpuk. Sementara disaat yang sama petugas tengah melayani warga yang datang sesuai dengan jadwal. Merasa sudah menaruh undangan di hari sebelumnya, mereka protes karena tidak dilayani lebih dahulu ” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, sambung Herlien, pihaknya mengambil inisiatif melakukan pemecahan pelayanan di dua tempat. Dikantor kecamatan dan Disdukcapil. Kebijakan tersebut bakal dilakukan hingga kondisi tersebut sudah membaik dan kondusif. Maksudnya setelah undangan yang menumpuk sudah terbagi.

Herlien menyebutkan Jumlah E-KTP yanh dikirimkan dari pusat sebanyak 147.060 keping dari jumlah total perekaman 166.300 data. Jumlah tersebut kemudian di bagikan kepada masing – masing Kecamata. Untuk Tegal timur sebanyak 39.271, Tegal Barat 36.326, Tegal Selatan 36.326 dan Margadana 32.602 keping.
Sementara jumlah yang terbagi sudah sekitar 50 persen. Jumlah itu terhitung per hari Jum’at (8/2/2013) kemarin.
Herlien menambahkan Pelayanan yang dilakukan di kantirnya adalah untuk 3 kelurahan. Kelurahan Tegal Sari, Kemandungan dan Pesurungan Kidul. (bk)

Brebes (BKO)-- Tidak ada salahnya untuk mengingatkan anak kita agar berhati-hati dalam memilih jajan di luar rumah. Sebabnya puluhan siswa SD Negeri Brebes 03 yang mengalami muntah-muntah hebat diduga akibat keracunan jajan di sekolah, Jumat (8/2).

Jumlahnya lebih dari 20 siswa yang diduga keracunan. Tapi, yang paling parah 7 siswa sehingga terpaksa di bawa ke RSUD. Sedangkan sisanya, bisa pulang setelah mendapat pengobatan dari sekolah,

Tujuh siswa itu terpaksa dilarikan ke RSUD Brebes untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang IGD RSUD Brebes. Ke tujuh siswa yang keracunan itu adalah Juanata, Bintang, Ridwan, Novita, Rama, Dzikri dan Sukma. Mereka kesemuanya merupakan siswa kelas VB.

Dokter Jaga IGD RSUD Brebes, Megawati menjelaskan, dari hasil pemeriksaan medis, para siswa SD itu mengalami keracunan ringan. Untuk penanganannya, tim medis telah memberikan obat anti mual. "Anak-anak ini emang keracunan, tetapi keracunan ringan," terangnya.

Perihal kejadian terseut menurut Suparjo, salah satu guru SDN Brebes 03, persitiwa itu terjadi setelah anak-anak selesai istrirahat. Mendadak anak-anak berbondong-bonding minta izin ke ke toilet karena perutnya sakit. Guru pun merasa curiga sehingga langsung memastikan dan ternyata siswa muntah-muntah.
"Dari pengakuan sejumlah siswa, mereka saat istirahat makan mi olahan yang dibeli dari kantin sekolah," ujarnya. (bko1)

Larangan (BKO)-- Nasib malang dialami Wirjo (50 ). Warga Dukuh Sekardoja RT 10 RW 07, Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan itu meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan. Wirjo diduga menjadi korban pengeroyokan.

Wirjo ditemukan pertama kali Kowiyah (41) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan sudah tidak bernyawa tepi jalan dengan bersimbah darah, pada Kamis (7/1) pukul 04.30 WIB pagi. Korban mengalami luka serius di bagian  kepala penuh memar, tusukan benda tajam di leher, dada serta punggung penuh dengan sayatan benda tajam. Di sekitar mayat Wirjo juga ditemukan, satu unit sepeda ontel, 2 karung berisi bawang merah seberat kurang lebih 30 kilogram, bambu panjang ukuran 110 centimenter.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Polisi juga membawa barang-berang yang ditemukan di sekitar mayat Wirjo sebagai barang bukti. Untuk proses penyelidikan lebih lanjut korban saat ini sedang dioutopsi tim Forensik Polda Jateng di RSUD Brebes. Kalau sudah jelas kami baru bisa melangkah ke proses penyidikan

Sukirin(40) keponakan korban menyayangkan kejadian tersebut. Menurut dia, selama ini korban tidak pernah punya musuh. Sebelum kejadian korban tidak pernah bertengkar dengan orang.
“Sebelumnya kejadian, korban pamit dan keluar rumah jam 2 pagi menuju ke rumah temannya di Siramin untuk magang kuli,” terang Sukirin yang juga pamong desa setempat ini. (bko1)

Banjarharjo (BKO)-- Tiga orang meregang nyawa di lokasi obyek wisata waduk Malahayu Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Mereka merupakan para pekerja yang tengah membetulkan kerusakan fasilitas. Sementara satu orang lainnya kritis.

Korban tewas adalah Wawan Kurniawan (30) warga Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo, Ahmad bin Saryono (34) warga  Desa Penanggapan Kecamatan Banjarharjo dan Asep Andriana (30) warga Cipajang Kecamatan Banjarharjo, sedangkan korban luka-luka adalah Fajar (27) warga Ciledug Jawa Barat, yang mengalami luka patah tangan dan kaki akibat terencet lift.

Kejadian naas terjadi, Rabu (6/2), tiga orang pekerja yang tengah memperbaiki pintu touren atau pintu keluar air di waduk tersebut tewas. Sementara, seorang pekerja lainnya luka parah. Tiga orang pekerja awalnya masuk ke pintu touren sedalam sekitar 25 meter. Mereka turun ke bawah dengan menggunakan lift, untuk mengencangkan baut yang kendur.

Setelah selesai, keempat pekerja itu secara bersamaan naik ke atas dengan menggunakan lift. Namun, belum
sampai ke atas, tiba-tiba rantai lift lepas dan terjatuh ke dalam pintu touren. Tiga orang pekerja tewas seketika di lokasi kejadian dengan luka bagian kepala, sedangkan satu pekerja patah tulang kaki dan tangan akibat terjepit lift.

Hingga kemarin sore, tiga jenazah korban yang berada di kamar mayat RS Dera As Syifa Banjarharjo sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Sedangkan korban luka masih dirawat intensif. Sementara sejumlah polisi yang tiba dilokasi kejadian langsung melakukan pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP). (bko2)