isi iklan isi iklan
- Tersangka Pembunuh Bapak dan Ibu Kandung

BREBES (BKO)  - Tasdik (21), tersangka pembunuh bapak dan ibu kandungnya kini menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banyumas. Langkah itu ditempuh penyidik Polres Brebes sebagai proses pemeriksaan lanjutan terhadap kondisi kejiwaan tersangka.   

"Saat ini tersangka kami bantarkan di Rumah Sakit Jiwa Banyumas. Ini terkait proses pemeriksaan kejiwaan tersangka," kata Kapolres Brebes, AKBP Ferdy Sambo, kemarin (7/1).

Dia mengatakan, pembantaran tersangka itu dilakukan mengingat alasan kejiwaan yang masih labil. Sehingga, tersangka perlu penanganan medis dari dokter RSJ Banyumas, sekaligus dilakukan observasi terhadap kesehatan jiwanya. Sebelumnya, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan kejiwaan tersangka dengan mendatangkan tim psikologi dari Polda Jateng. "Pembataran ini berlaku hingga kondisi kejiawaan tersangka dapat diketahui dengan menunjukan hasil scan dari dokter kejiwaan di RSJ Banyumas. Apakah perbuatan tersangka bisa dipertanggungjawabkan secara hukum atau tidak pada saat proses persidangan nantinya," terang Kapolres.
 

Seperti diberitakan BKO sebelumnya, Tasdik (21),  warga Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes yang merupakan tersangka pembunuhan terhadap Warno (52) dan Tusmini (45), ayah dan ibu kandungnya itu menjalani pemeriksaan kejiwaan dari tim psikologi Polda Jateng, di Mapolres Brebes. Tersangka ditangkap polisi beberapa jam setelah melakukan aksi sadisnya tersebut pada 9 Desember 2014 lalu. Tasdik membunuh ayahnya dengan cara dipukul martil dibagian kepada dan membacoknya saat tidur di sofa, di rumahnya . Sedangkan ibunya yang berusaha menolong suaminya juga dibunuh dengan cara dipukul batu dibagian kepala dan dibacok. 
 

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka nekat membunuh kedua orang tuanya karena sakit hati sering dimahari dan dicaci kedua orangtuanya. Hal itu berawal ketika tersangka meminta dibelikan sepeda motor dan telepon genggam. (BKO-5)

BREBES (BKO)- Maling kambing ini rupanya lagi apes. Kalau biasanya lancar-lancar saja, kali ini aksi kawanan spesialis pencuri kambing ini gagal menggiring kambing milik Abdul Kahfi (37) warga Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, Brebes.

Saat sedang mencoba mengeluarkan kambing target, kambingnya berisik sampai-sampai yang punya bangun. Dan maling yang jumlahnya enam orang pada mencoba lari seribu. Setelah diteriaki akhirnya satu pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian sektor (Polsek) Jatibarang, yakni Edi Haryanto (38) warga Pedagangan Kecamatan Dukuhwaruh. Sementara lima orang lainnya berhasil kabur melarikan diri. Petugas juga mengamankan dua ekor kambing dan satu unit sepeda motor sebagai barang bukti

"Yang lima orang ini masih dalam pengejaran, identitasnya sudah kami kantongi ada yang dari Kabupaten Tegal dan dari wilayah Kabupaten Brebes sendiri. Mereka diduga spesialis pencurian ternak di Tegal dan Brebes," kata Kapolsek Jatibarang, AKP Bambang Edi, kemarin.

Dia menuturkan kronologi, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku diduga sebelumnya sudah melakukan pengintaian terhadap kandang kambing milik korban Abdul Kahfi di RT 7/4 Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang.

Pelaku yang berjumlah diperkirakan enam orang itu beraksi saat kondisi sepi. Namun, karena ada kegaduhan dari lokasi kandang kambing, sang pemilik yang curiga kemudian memeriksa dan mendapati pelaku berusaha mengeluarkan kambing-kambing miliknya. Setelah berteriak kemudian warga berdatangan. Petugas Polsek Jatibarang yang kebetulan tengah melintas di sekitar lokasi kemudian langsung melakukan pengejaran. (bko1)


Kapolsek Jatibarang AKP Bambang menujukan BB petasan

- Operasi Malam Tahun Baru

BREBES (BKO) - Petugas Polsek Jatibarang, Kabupaten Brebes menyikat habis ribuan petasan yang akan dijual untuk perayaan malam pergantian tahun. Ribuan petasan tersebut berhasil disita dari sejumlah pejual saat operasi jelang malam tahun baru, kemarin.

Kapolsek Jatibarang AKP Bambang Edi Susanto mengatakan, totalnya ada sebanyak 5.077 butir petasan berbagai jenis yang berhasil disita dalam operasi cipta kondisi jelang malam tahun baru di wilayahnya. Ribuan petasan itu didapat dari penjual, khususnya di Desa Kalipucang, Kecamatan Jatibarang. "Dari keterangan penjual, petasan ini akan diedarkan saat perayaan malam tahun baru. Petasan-petasan tersebut berasal dari daerah Cirebon yang kemudian dipasarkan di Brebes," ungkapnya, kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan, barang bukti petesan itu nantinya dimusnahkan, bahkan sebagian sudah disiram air untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. "Kami menggelar operasi cipta kondisi, agar perayaan pergantian tahun di wilayahnya berjalan aman dan tertib. Ini juga sebagai antisipasi terjadinya perang petasan yang bisa membahayakan orang lain," terangnya. (BKO-2)

BREBES (BKO)– Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE memberikan santunan kepada sejumlah warga yang menjadi korban konflik sosial. Santunan berupa seperangkt alat rumah tangga dan sejumlah dana tali asih tersebut merupakan kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes atas konflik sosial yang terjadi di beberapa daerah rawan konflik di Kabupaten Brebes.

Bersama Ketua DPRD Brebes DR.H. Illia Amin, MM, Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Imam Cahyadi Suhada, Ketua Pengadilan Agama Brebes Drs. H. Rd. Mahmud Tobri, MH, SKPD terkait serta Pengasuh Ponpes Al Hikmah I Benda, Sirampog KH.Labib Sodiq, Bupati Brebes memberikan santunan secara langsung kepada korban konflik sosial yang terjadi di Kecamatan Ketanggungan, Selasa (23/12) kemarin.

Bupati Idza merasa sangat prihatin atas konflik sosial yang menimbulkan korban harta maupun rasa aman dan nyaman di tempat tinggalnya. Dengan harapan yang besar, jajarannya bersama aparat penegak hukum lainnya dapat mengantisipasi peristiwa dengan melakukan pendekatan musyawarah  dan silaturakhim antara Pemkab dengan tokoh masyarakat serta warga yang mempunyai potensi konflik.

“Saya sangat prihatin, saya harap ini adalah yang terakhir yang terjadi di wilayah Kabupaten Brebes. Marilah kita jalin persaudaraan yang lebih erat lagi, karena hakekatnya kita adalah bersaudara.” Kata Bupati.

Menurutnya, upaya yang dilakukan Pemkab Brebes untuk mengantisipasi kerawanan konflik sosial ini antara lain mempercepat perbaikan akses yang menuju maupun melintasi daerah rawan konflik sehingga tidak lagi menjadi daerah yang sedikit terisolir dan lambat pembangunannya. Dengan adanya pembangunan di daerah rawan konflik tersebut, diharapkan faktor penyebab konflik dapat dikurangi, angka pengangguran menurun dan pemuda tidak lagi terjebak dalam disorientasi.

Selain percepatan pembangunan dan pemerataan ekonomi, perlu dilakukan juga peningkatan pemahaman keagamaan bagi masyarakat dan generasi muda. 

Sebanyak 600 personil aparat keamanan yang diterjunkan dalam pengamanan rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru 2015 yang ditempatkan di pos-pos pengamanan yang telah ditetapkan dan di daerah rawan konflik. Sebanyak 425 pesonel Polri dan diperkuat dari personel TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. (blo1)

brebes, berita brebes, kabar-brebes,
BrebesBKO >>  Lidah tak bertulang, tajamnya seperti pisau. Gara-gara lidah, Sujono (25) menjadi tersinggung dan dendam karena sering diejek. Dia kalap dan tega menusuk M Saidi Maulana (55) orang yang dianggap sering mengejeknya. Bukan hanya Saidi, anak Saidi Agustian Gunawan (25) juga turut menjadi korban. Ayah dan bapak itu dilarikan ke rumah sakit. Sementara Sujono kini harus ditahan pihak kepolisian.

Ceritanya begini, Sujono adalah warga Dusun Babakan, Kampung Sukamanah RT 02/12 Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Sementara korbannya masih satu Kabupaten, asalnya dari Desa Parakan RT 03/01 Kecamatan Leuwi Munding, Majalengka. Mereka tinggal di Desa Kertasinduyasa, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Di Brebes, pelaku bekerja sebagai tukang kredit pakaian milik bosnya. Suatu ketika, pelaku tersinggung karena ucapan korban yang sering menyebut-nyebut dirinya sebagai pembantu yang tidak beres dalam bekerja.

Pada hari Kamis 28 Maret 2013 sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, pelaku menumpahkan kekesalannya. Kedua korban yang tengah tidur nyenyak diserang membabi buta dengan sebilah pisau. Dua tiga tusukan menghujam di bagian tubuh kedua korban. Setelah sempat melakukan perlawanan kedua korban yang baru terkesiap pun berteriak minta tolong. Warga pun datang dan Sujono diamankan dan diserakan kepada petugas dari Polsek Jatibarang Brebes.

Menurut Kapolsek Jatibarang, AKP Fiki Novian Ardiansyah dari hasil penyelidikan sementara pelaku diduga dendam kepada korban. Tak hanya gara-gara diejek, kekesalan pelaku juga karena waktu dia mau pinjam uang ditolak oleh korban. "Pelaku ini butuh uang untuk menebus motor yang digadaikan, tapi ditolak korban," ujar Fiki.

Jika terbukti bersalah, maka Sujono si tukang kredit pakaian keliling ini dijeratPasal 53 Junto Pasal 340 subsider Pasal 355 tentang percobaan pembunuhan dan penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman maksimal di atas 15 tahun penjara. (bko1)

Banjarharjo (BKO):- Bang Napi bilang, kejahatan tidak hanya karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan. Nah, rupanya karena ada kesempatan Tasirin (19) remaja tanggung warga Dukuh Cijambe, Desa Sindangheula, Kecamatan Banjarharjo, Brebes ini nyoba-nyoba nyolong motor saat ada tontonan dangdut. Tapi, bukan motor didapat dia justru harus berususan dengan hukum karena aksinya kepergok warga. Untung saja, warga yang marah mau mengeroyok dia dihalangi petugas Polisi.

Ceritanya begini, pada hari Rabu 27/2 malam ada tontonan dangdut di Desa Bandungsari, Banjarharjo. Di tengah keramaian, timbul niat Tasirin (19), untuk membawa kabur motor Honda Beat milik salah seorang warga setempat. Tasirin pun mengendap-endap mencoba menyalakan motor pakai obeng. Rupanya pemilik yang curiga dan langsung menyatroni, Tasirin tak berkutik kepergok sampai mau dikeroyok ramai-ramai setelah diteriaki maling. Tasirin mencoba kabur bersembunyi tapi ketahuan juga.

Untung saja, aksi main hakim sendiri itu langsung dapat dicegah dan pelaku langsung diamankan polisi ke Mapolsek Banjarharjo, meski sebelumnya petugas kewalahan untuk membawa pelaku ke Mapolsek, karena ribuan warga mencoba menghalagi dan ingin menghakiminya.

Kasus ini sudah ditangani Polsek Banjarharjo. Tasirin kini juga mendekam di sel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (bko)

Brebes (BKO)-- Setan bener nih Ropi'i (33), tega-teganya membacok istrinya sendiri, Sulinda binti Partimin (25), warga RT 4 RW 5 Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Penyebabnya sepele karena terbakar cemburu.

Linda luka parah dan kini harus dirawat intensif di Bangsa Bedah RSUD Brebes. Peristiwa keji itu bermula Kamis (21/2), sekira pukul 21.00 Wib, saat itu korban baru pulang dari kampung halamannya, bahkan pelaku sempat menjemput korban agar pulang. Tetapi, di perjalanan kedua pasang suami istri itu terlibat cekcok mulut rumah tangga. Pertengkaran hebat berlanjut di rumah, saat korban kemudian beristirahat di dalam kamarnya. Setelah itu pelaku masuk ke dalam kamar dan mematikan lampu. Tanpa diketahui korban, pelaku keluar kamar dan mengambil golok. Keluarga mendapati Linda dalam kondisi berlumur darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara, pelaku yang kabur usai kejadian hingga kini masih menjadi buronan polisi.

Kapolres Brebes, AKBP Kif Aminanto SIK SH MH melalui Wakapolres, Kompol Rio Tangkari SIK SH mengatakan, kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu berawal dari cekcok antara pelaku dan korban.

Pelaku kemudian menganiaya secara membabi buta istrinya. "Saat ini korban dirawat di RSUD Brebes. Sedangkan pelaku kabur dan kini dalam pengejaran," terangnya.

Sementara, Sulinda ditemui di RSUD Brebes mengaku, aksi kejam suaminya itu diduga karena cemburu yang tidak beralasan. Dia dan suaminya selama tinggal di Jakarta kerap terlibat pertengkaran. "Saya kerja menjadi pelayan rumah makan di Jakarta," tuturnya yang mengaku baru menjalani pernikahan dengan suaminya selama enam bulan. (bko1)

Larangan (BKO)-- Nasib malang dialami Wirjo (50 ). Warga Dukuh Sekardoja RT 10 RW 07, Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan itu meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan. Wirjo diduga menjadi korban pengeroyokan.

Wirjo ditemukan pertama kali Kowiyah (41) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan sudah tidak bernyawa tepi jalan dengan bersimbah darah, pada Kamis (7/1) pukul 04.30 WIB pagi. Korban mengalami luka serius di bagian  kepala penuh memar, tusukan benda tajam di leher, dada serta punggung penuh dengan sayatan benda tajam. Di sekitar mayat Wirjo juga ditemukan, satu unit sepeda ontel, 2 karung berisi bawang merah seberat kurang lebih 30 kilogram, bambu panjang ukuran 110 centimenter.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Polisi juga membawa barang-berang yang ditemukan di sekitar mayat Wirjo sebagai barang bukti. Untuk proses penyelidikan lebih lanjut korban saat ini sedang dioutopsi tim Forensik Polda Jateng di RSUD Brebes. Kalau sudah jelas kami baru bisa melangkah ke proses penyidikan

Sukirin(40) keponakan korban menyayangkan kejadian tersebut. Menurut dia, selama ini korban tidak pernah punya musuh. Sebelum kejadian korban tidak pernah bertengkar dengan orang.
“Sebelumnya kejadian, korban pamit dan keluar rumah jam 2 pagi menuju ke rumah temannya di Siramin untuk magang kuli,” terang Sukirin yang juga pamong desa setempat ini. (bko1)

150 Juta Digondol Maling

Brebes (BKO)-- Kasus pembobolan kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) masih diseldiki oleh pihak berwajib. Petugas Kepolisian sudah melakukan olah TKP setelah mendapat  laporan peristiwa perampokan di instansi yang mengurusi proyek pembangunan itu. Diduga pencuri masuk dengan cara mencongkel jendela karena pintu masuk keruangan masih dalam keadaan terkunci rapat. Petugas juga meminta keterangan sejumlah staff dan petugas keaman kantor dinas pekerjaan umum yang sedang bertugas piket hari itu.

Akibat pembobolan kantor PU, uang sebesar Rp 150 juta untuk membayar gaji para staff dan karyawan yang  tersimpan di dalam Brankas ruang bendahara raib digondol pencuri, Minggu (3/2/2013). Akibat peristiwa tersebut, para karyawan dan staff terancam tidak menerima gaji bulan ini.

Hilangnya uang ratusan juta tersebut diketahui salah seorang staff bagian Keuangan yang masuk ke ruangan siang tadi. “Saya kaget karena seisi ruangan acak-acakan dan brankas dirusak serta isinya dikuras habis hingga tak tersisa,” ujar Safi’I salah seorang Staff bagian Keuangan.

Sementara itu, Waka Polres Brebes, Kompol Rio Tangkari mengatakan, hingga saat ini petugas kepolisian masih terus menyelidiki dan mendalami kasus raibnya uang ratusan juta rupiah ini yang diketahui ternyata uang tersebut adalah uang untuk membayar gaji para Staff dan Karyawan.
“Kami akan terus kembangkan penyelidikan untuk mencari tau siapa pelaku kejahatan ini dan termasuk adanya indikasi keterlibatan orang dalam,” ujarnya. (bko1)


Brebes (BKO)-- Waduh, dipenjara rupanya tidak membuat orang kapok. Resedivis curanmor kambuhan ini kembali melakukan aksi kejahatannya. Kali ini dengan menjambret  di Desa Kalimati, Brebes, Jawa Tengah.  Aksi dari A kepergok korban dan berteriak hingga mengundang warga. Hasilnya, bogem mentah menghujani sekujur tubuhnya.

Kejadian bermula saat seoarng warga Desa Kalimati Brebes bernama Tasri pulang dari Pasar dengan sepeda motornya. DI jalan, tiba - tiba dia dipepet oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor. Pelaku kemudian langsung menjambret kalung korban, tapi apes korban melawan dan berteriak minta tolong. "Tolong...tolong..!!!" teriak korban.

Saking paniknya, eh si pelaku malah ngacir dengan tangan hampa. Tapi dia malah sudah kadung dikejar warga sampai tertangkap di areal persawahan Desa Kalimati. Bak-bauk-bak-buk!!!!

Dia lalu dibawa ke balaidesa setempat hingga akhirnya diserahkan pada pihak kepolisian yang datang ke lokasi mengamankan situasi karena warga sudah beringas.

(bko1)
Brebes (BKO)-- Polres Brebes kembali membekuk 12 komplotan pengedar dan pengguna narkoba jenis ganja. Mereka ditangkap saat sedang mengisap ganja di sebuah rumah kosong di desa Linggapura, Kecamatan Tonjong.

Selain menahan tersangka yang berprofesi sopir angkutaan kota, pengamen jalanan, tukang batu dan juga para pengangguran itu, polisi juga menyita sebanyak 57,3 gram ganja kering dan klinting ganja siap pakai.

Kasat Narkoba Polres Brebes, AKP Sapari SH, Selasa (29/1) menjelaskan, penangkapan para tersanka berawal dari laporan masyarakat bahwa di wilayah Brebes Selatan peredaran narkoba marak. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam,  petugas akhirnya berhasil membekuk salah seorang yang tertangkap tangan sedang mengonsumsi ganja. "Dari penangkapan salah seorang tersebut kemudian dikembangkan dan akhirnya berhasil membekuk teman-teman jaringannya."

Para tersangka kini mendekam di jeruji besi dan tengah menunggu ancaman hukuman setimpal.  "Satu tersangka diketahui merupakan spesialis pemasok ke pelajar. Sehingga masyarakat atau orang tua diimbau untuk lebih ketat mengawasi anak maupun keluarga mereka dan pergaulan sehari-hari." (bko)


Brebes (BKO)- Rokidin (54), salah seorang Kadus di Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba ditangkap pihak kepolisian, belum lama ini. Dia ditahan karena diduga telah melakukan tindakan kriminal penggunaan ijazah palsu.

Sesuai informasi, Rokidin itu menggunakan ijazah yang diduga palsu saat mendaftarkan diri sebagai kadus pada tahun 2000 silam. Dengan bekal fotocopy sebuah ijazah dengan nama sekolah SMP 7 Jakarta, Rokidin bertugas sebagai Kadus sejak tahun 2000 yang lalu.

Kapolres Brebes, AKBP H Kif Aminanto SIK SH MH bilang kepada wartawan kalau penangkapan Rokidin itu sudah sesuai dengan Standar Operasional SOP. Penangkapan dapat dilakukan baik dengan atau tanpa surat penahanan resmi. Jika pihak kepolisian memandang perlu penangkapan maka akan dilakukan penangkapan. “Yang bersangkutan ditangkap di rumahnya setelah petugas melakukan crosscek ke Kemendiknas di Jakarta. Petugas yang mendapatkan barang bukti berupa foto copy ijazah setelah di crosscek ternyata nomer registrasi di foto copy ijazah tersebut tidak terdaftar,” ujarnya.

Kasus ini masih terus dalam pengembangan pihak penyidik Polres Brebes. Tindak pidana pemalsuan dokumen sangat bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Jika terbukti, pelaku emalsuan dokumen diancam dengan Pasal 263 sampai dengan pasal 276 KUHPidana dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara. (bko2)