brebes, berita brebes, kabar-brebes,
BrebesBKO >>  Lidah tak bertulang, tajamnya seperti pisau. Gara-gara lidah, Sujono (25) menjadi tersinggung dan dendam karena sering diejek. Dia kalap dan tega menusuk M Saidi Maulana (55) orang yang dianggap sering mengejeknya. Bukan hanya Saidi, anak Saidi Agustian Gunawan (25) juga turut menjadi korban. Ayah dan bapak itu dilarikan ke rumah sakit. Sementara Sujono kini harus ditahan pihak kepolisian.

Ceritanya begini, Sujono adalah warga Dusun Babakan, Kampung Sukamanah RT 02/12 Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Sementara korbannya masih satu Kabupaten, asalnya dari Desa Parakan RT 03/01 Kecamatan Leuwi Munding, Majalengka. Mereka tinggal di Desa Kertasinduyasa, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Di Brebes, pelaku bekerja sebagai tukang kredit pakaian milik bosnya. Suatu ketika, pelaku tersinggung karena ucapan korban yang sering menyebut-nyebut dirinya sebagai pembantu yang tidak beres dalam bekerja.

Pada hari Kamis 28 Maret 2013 sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, pelaku menumpahkan kekesalannya. Kedua korban yang tengah tidur nyenyak diserang membabi buta dengan sebilah pisau. Dua tiga tusukan menghujam di bagian tubuh kedua korban. Setelah sempat melakukan perlawanan kedua korban yang baru terkesiap pun berteriak minta tolong. Warga pun datang dan Sujono diamankan dan diserakan kepada petugas dari Polsek Jatibarang Brebes.

Menurut Kapolsek Jatibarang, AKP Fiki Novian Ardiansyah dari hasil penyelidikan sementara pelaku diduga dendam kepada korban. Tak hanya gara-gara diejek, kekesalan pelaku juga karena waktu dia mau pinjam uang ditolak oleh korban. "Pelaku ini butuh uang untuk menebus motor yang digadaikan, tapi ditolak korban," ujar Fiki.

Jika terbukti bersalah, maka Sujono si tukang kredit pakaian keliling ini dijeratPasal 53 Junto Pasal 340 subsider Pasal 355 tentang percobaan pembunuhan dan penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman maksimal di atas 15 tahun penjara. (bko1)

Banjarharjo (BKO):- Bang Napi bilang, kejahatan tidak hanya karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan. Nah, rupanya karena ada kesempatan Tasirin (19) remaja tanggung warga Dukuh Cijambe, Desa Sindangheula, Kecamatan Banjarharjo, Brebes ini nyoba-nyoba nyolong motor saat ada tontonan dangdut. Tapi, bukan motor didapat dia justru harus berususan dengan hukum karena aksinya kepergok warga. Untung saja, warga yang marah mau mengeroyok dia dihalangi petugas Polisi.

Ceritanya begini, pada hari Rabu 27/2 malam ada tontonan dangdut di Desa Bandungsari, Banjarharjo. Di tengah keramaian, timbul niat Tasirin (19), untuk membawa kabur motor Honda Beat milik salah seorang warga setempat. Tasirin pun mengendap-endap mencoba menyalakan motor pakai obeng. Rupanya pemilik yang curiga dan langsung menyatroni, Tasirin tak berkutik kepergok sampai mau dikeroyok ramai-ramai setelah diteriaki maling. Tasirin mencoba kabur bersembunyi tapi ketahuan juga.

Untung saja, aksi main hakim sendiri itu langsung dapat dicegah dan pelaku langsung diamankan polisi ke Mapolsek Banjarharjo, meski sebelumnya petugas kewalahan untuk membawa pelaku ke Mapolsek, karena ribuan warga mencoba menghalagi dan ingin menghakiminya.

Kasus ini sudah ditangani Polsek Banjarharjo. Tasirin kini juga mendekam di sel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (bko)

Brebes (BKO)-- Setan bener nih Ropi'i (33), tega-teganya membacok istrinya sendiri, Sulinda binti Partimin (25), warga RT 4 RW 5 Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Penyebabnya sepele karena terbakar cemburu.

Linda luka parah dan kini harus dirawat intensif di Bangsa Bedah RSUD Brebes. Peristiwa keji itu bermula Kamis (21/2), sekira pukul 21.00 Wib, saat itu korban baru pulang dari kampung halamannya, bahkan pelaku sempat menjemput korban agar pulang. Tetapi, di perjalanan kedua pasang suami istri itu terlibat cekcok mulut rumah tangga. Pertengkaran hebat berlanjut di rumah, saat korban kemudian beristirahat di dalam kamarnya. Setelah itu pelaku masuk ke dalam kamar dan mematikan lampu. Tanpa diketahui korban, pelaku keluar kamar dan mengambil golok. Keluarga mendapati Linda dalam kondisi berlumur darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara, pelaku yang kabur usai kejadian hingga kini masih menjadi buronan polisi.

Kapolres Brebes, AKBP Kif Aminanto SIK SH MH melalui Wakapolres, Kompol Rio Tangkari SIK SH mengatakan, kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu berawal dari cekcok antara pelaku dan korban.

Pelaku kemudian menganiaya secara membabi buta istrinya. "Saat ini korban dirawat di RSUD Brebes. Sedangkan pelaku kabur dan kini dalam pengejaran," terangnya.

Sementara, Sulinda ditemui di RSUD Brebes mengaku, aksi kejam suaminya itu diduga karena cemburu yang tidak beralasan. Dia dan suaminya selama tinggal di Jakarta kerap terlibat pertengkaran. "Saya kerja menjadi pelayan rumah makan di Jakarta," tuturnya yang mengaku baru menjalani pernikahan dengan suaminya selama enam bulan. (bko1)

Larangan (BKO)-- Nasib malang dialami Wirjo (50 ). Warga Dukuh Sekardoja RT 10 RW 07, Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan itu meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan. Wirjo diduga menjadi korban pengeroyokan.

Wirjo ditemukan pertama kali Kowiyah (41) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan sudah tidak bernyawa tepi jalan dengan bersimbah darah, pada Kamis (7/1) pukul 04.30 WIB pagi. Korban mengalami luka serius di bagian  kepala penuh memar, tusukan benda tajam di leher, dada serta punggung penuh dengan sayatan benda tajam. Di sekitar mayat Wirjo juga ditemukan, satu unit sepeda ontel, 2 karung berisi bawang merah seberat kurang lebih 30 kilogram, bambu panjang ukuran 110 centimenter.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Polisi juga membawa barang-berang yang ditemukan di sekitar mayat Wirjo sebagai barang bukti. Untuk proses penyelidikan lebih lanjut korban saat ini sedang dioutopsi tim Forensik Polda Jateng di RSUD Brebes. Kalau sudah jelas kami baru bisa melangkah ke proses penyidikan

Sukirin(40) keponakan korban menyayangkan kejadian tersebut. Menurut dia, selama ini korban tidak pernah punya musuh. Sebelum kejadian korban tidak pernah bertengkar dengan orang.
“Sebelumnya kejadian, korban pamit dan keluar rumah jam 2 pagi menuju ke rumah temannya di Siramin untuk magang kuli,” terang Sukirin yang juga pamong desa setempat ini. (bko1)

150 Juta Digondol Maling

Brebes (BKO)-- Kasus pembobolan kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) masih diseldiki oleh pihak berwajib. Petugas Kepolisian sudah melakukan olah TKP setelah mendapat  laporan peristiwa perampokan di instansi yang mengurusi proyek pembangunan itu. Diduga pencuri masuk dengan cara mencongkel jendela karena pintu masuk keruangan masih dalam keadaan terkunci rapat. Petugas juga meminta keterangan sejumlah staff dan petugas keaman kantor dinas pekerjaan umum yang sedang bertugas piket hari itu.

Akibat pembobolan kantor PU, uang sebesar Rp 150 juta untuk membayar gaji para staff dan karyawan yang  tersimpan di dalam Brankas ruang bendahara raib digondol pencuri, Minggu (3/2/2013). Akibat peristiwa tersebut, para karyawan dan staff terancam tidak menerima gaji bulan ini.

Hilangnya uang ratusan juta tersebut diketahui salah seorang staff bagian Keuangan yang masuk ke ruangan siang tadi. “Saya kaget karena seisi ruangan acak-acakan dan brankas dirusak serta isinya dikuras habis hingga tak tersisa,” ujar Safi’I salah seorang Staff bagian Keuangan.

Sementara itu, Waka Polres Brebes, Kompol Rio Tangkari mengatakan, hingga saat ini petugas kepolisian masih terus menyelidiki dan mendalami kasus raibnya uang ratusan juta rupiah ini yang diketahui ternyata uang tersebut adalah uang untuk membayar gaji para Staff dan Karyawan.
“Kami akan terus kembangkan penyelidikan untuk mencari tau siapa pelaku kejahatan ini dan termasuk adanya indikasi keterlibatan orang dalam,” ujarnya. (bko1)


Brebes (BKO)-- Waduh, dipenjara rupanya tidak membuat orang kapok. Resedivis curanmor kambuhan ini kembali melakukan aksi kejahatannya. Kali ini dengan menjambret  di Desa Kalimati, Brebes, Jawa Tengah.  Aksi dari A kepergok korban dan berteriak hingga mengundang warga. Hasilnya, bogem mentah menghujani sekujur tubuhnya.

Kejadian bermula saat seoarng warga Desa Kalimati Brebes bernama Tasri pulang dari Pasar dengan sepeda motornya. DI jalan, tiba - tiba dia dipepet oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor. Pelaku kemudian langsung menjambret kalung korban, tapi apes korban melawan dan berteriak minta tolong. "Tolong...tolong..!!!" teriak korban.

Saking paniknya, eh si pelaku malah ngacir dengan tangan hampa. Tapi dia malah sudah kadung dikejar warga sampai tertangkap di areal persawahan Desa Kalimati. Bak-bauk-bak-buk!!!!

Dia lalu dibawa ke balaidesa setempat hingga akhirnya diserahkan pada pihak kepolisian yang datang ke lokasi mengamankan situasi karena warga sudah beringas.

(bko1)
Brebes (BKO)-- Polres Brebes kembali membekuk 12 komplotan pengedar dan pengguna narkoba jenis ganja. Mereka ditangkap saat sedang mengisap ganja di sebuah rumah kosong di desa Linggapura, Kecamatan Tonjong.

Selain menahan tersangka yang berprofesi sopir angkutaan kota, pengamen jalanan, tukang batu dan juga para pengangguran itu, polisi juga menyita sebanyak 57,3 gram ganja kering dan klinting ganja siap pakai.

Kasat Narkoba Polres Brebes, AKP Sapari SH, Selasa (29/1) menjelaskan, penangkapan para tersanka berawal dari laporan masyarakat bahwa di wilayah Brebes Selatan peredaran narkoba marak. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam,  petugas akhirnya berhasil membekuk salah seorang yang tertangkap tangan sedang mengonsumsi ganja. "Dari penangkapan salah seorang tersebut kemudian dikembangkan dan akhirnya berhasil membekuk teman-teman jaringannya."

Para tersangka kini mendekam di jeruji besi dan tengah menunggu ancaman hukuman setimpal.  "Satu tersangka diketahui merupakan spesialis pemasok ke pelajar. Sehingga masyarakat atau orang tua diimbau untuk lebih ketat mengawasi anak maupun keluarga mereka dan pergaulan sehari-hari." (bko)


Brebes (BKO)- Rokidin (54), salah seorang Kadus di Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba ditangkap pihak kepolisian, belum lama ini. Dia ditahan karena diduga telah melakukan tindakan kriminal penggunaan ijazah palsu.

Sesuai informasi, Rokidin itu menggunakan ijazah yang diduga palsu saat mendaftarkan diri sebagai kadus pada tahun 2000 silam. Dengan bekal fotocopy sebuah ijazah dengan nama sekolah SMP 7 Jakarta, Rokidin bertugas sebagai Kadus sejak tahun 2000 yang lalu.

Kapolres Brebes, AKBP H Kif Aminanto SIK SH MH bilang kepada wartawan kalau penangkapan Rokidin itu sudah sesuai dengan Standar Operasional SOP. Penangkapan dapat dilakukan baik dengan atau tanpa surat penahanan resmi. Jika pihak kepolisian memandang perlu penangkapan maka akan dilakukan penangkapan. “Yang bersangkutan ditangkap di rumahnya setelah petugas melakukan crosscek ke Kemendiknas di Jakarta. Petugas yang mendapatkan barang bukti berupa foto copy ijazah setelah di crosscek ternyata nomer registrasi di foto copy ijazah tersebut tidak terdaftar,” ujarnya.

Kasus ini masih terus dalam pengembangan pihak penyidik Polres Brebes. Tindak pidana pemalsuan dokumen sangat bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Jika terbukti, pelaku emalsuan dokumen diancam dengan Pasal 263 sampai dengan pasal 276 KUHPidana dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara. (bko2)