isi iklan isi iklan
BREBES (BKO) - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Brebes akan menggelar musyawarah cabang (Muscab). Agenda untuk memilih Ketua Dewan Syuro dan Ketua Dewan Tanfidz periode 2015-2020 itu akan diselenggarakan, Sabtu (17/1) besok, di Gedung PC NU Kabupaten Brebes.

Informasi di internal pengurus PKB Brebes, seiring digelarnya agenda lima tahunan itu sejumlah nama kandidat ketua bermunculan. Untuk Ketua Dewan Tanfidz misalnya, muncul nama Zubad Fahilatah, Nasirul Umam, Zamroni, H Ghofar Mughni, Mustholah dan H Rafiq. Para kandidat itu mayoritas anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Brebes, kecuali H Rafiq dari jajaran pengurus.

Ketua Panitia Muscab PKB Brebes ke-3, H Ghofar Mughni mengatakan, digelarnya muscab itu sebagai tindak lanjut turunnya surat dari DPP PKB nomor 2150/ DPP-03/ IV/ A.1/l2005 perihal Persetujuan Pelaksanaan Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Brebes. Muscab itu akan diikuti seluruh pengurus DPC dan DPAC PKB se-Kabupaten Brebes. "Dalam muscab ini juga akan menentukan program kerja dan langkah-langkah strategis untuk membumikan politik Rahmatan Lil Alamin, dengan mewujudkan kepentingan warga NU. Ini menginggat PKB merupakan lembaga sayap NU yang ditugaskan mengurui urusan politik dan dalam program kerja PKB akan mengakomodir kepentingan NU," terangnya, Kamis (15/1). (BKO-5)
BREBES (BKO)- Proses penjaringan Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes sudah rampung di tingkat Kabupaten.

Bahkan DPC PDIP Kab Brebes sudah menyampaikan hasil rapat pleno tingkat kabupaten kepada DPD Propinsi sampai ke pusat. 

"Sesuai pleno DPC, akhirnya terjaring lima nama yang memenuhi SK 066 dan SK 067. Semua hasil usulan daripada pengurus ranting dan PAC," kata wakil ketua DPC PDIP Brebes, Carudin, kemarin.

Dia bilang, saat ini lima nama tersebut sudah diserahkan ke DPP. Selanjutnya akan diagendakan untuk mengikuti fit and proper test. Sesuai SK 066-067, nanti DPP akan merekemondasikan sejumlah nama untuk musyawarah sendiri diantara mereka menentukan ketua dari nama-nama yang direkomendasikan DPP.

Dari lima nama yang diajukan ke DPP, ternyata tidak ada nama Idza Priyanti dan Sarei Adul Rosyid. Padahal suhu di bawahnya mulai memanas. "Yang diusulkan ke DPP itu, H Indra Kusuma, H Illia Amin, Narjo, Nasikhun, dan saya sendiri," aku Carudin. (bko1)  
- Sejumlah PAC PDIP Desak DPP Turun ke Brebes

BREBES (BKO) - Suhu politik di tubuh PDIP Kabupaten Brebes kini memanas, menyusul proses penjaringan calon ketua DPC.  Sejumlah ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP di Kota Bawang itu bahkan mendesak pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk turun ke wilayahnya. Mereka meminta DPP mengavaluaasi proses penjaringan calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Brebes, karena dinilai tidak beres dan telah menyalahi aturan partai.

"Kami mendesak pengurus DPP PDIP turun ke Brebes untuk mengevaluasi proses penjaringan calon ketua DPC yang kini masih berlangsung. Kami menilai prosesnya sudah menyalahi aturan partai dan jauh dari nilai-nilai demokrasi. Kami juga merasa diintimidasi terkait usulan nama calon ketua DPC ini," tandas Ketua PAC PDIP Kecamatan Banjarharjo Didi Tuswandi, Minggu (28/12).

Didi mengungkapkan, indikasi pelanggaran aturan partai, khususnya Surat Keputusan (SK) DPP PDIP nomor 066 dan 067, terlihat adanya upaya pengarahan usulan calon ketua DPC ke satu nama dari mulai tingkatan ranting hingga PAC. Mekanismenya juga tidak dilaksanakan sesuai aturan partai. Misalnya, dalam rapat pleno ranting yang seharusnya dipimpin ketua PAC, tetapi kenyataanya diambil alih oleh oknum pengurus DPC. Itu terjadi akibat ketua PAC tidak sejalan dengan keinginan oknum DPC. "Karena itu, kami meminta DPP ataupun DPD turun ke Brebes untuk melakukan evaluasi. Kami tidak ingin aturan partai dilanggar, dan kami tidak dalam hal mendukung salah satu calon, tetapi ingin menegakkan aturan partai," ungkapnya yang didampingi sedikitnya lima Ketua PAC PDIP lainnya.

Ketua PAC PDIP Kecamatan Paguyangan Tohir Suyitno mengaku, pelaksanaan rapat pleno ranting di wilayahnya mendapat intimidasi. Bahkan, ditingkatan ranting ditekan agar menulis salah satu nama untuk calon ketua DPC. "Ada penekanan dan pengarahan ke salah satu nama. Ini tidak sejalan dengan aturan partai yang menjunjung tinggi demokrasi. Karena itu, kami meminta DPP turun untuk melakukan evaluasi," katanya. (BK0-5)  
brebes, hadi mulyanto, pilkada
Hadi Mulyanto AMa, SPdI

SEBAGAIMANA yang sudah di ketahui bersama bahwa masyarakat Jawa Tengah sebentar lagi yakni nanti pada hari Minggu kliwon tanggal 26 Mei 2013 akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur periode 2013 -2018. Dimana hasil dari pesta demokrasi itu nantinya diharapakan dapat menghasilkan sebuah pemimpin  yang bisa membawa pembangunan masyarakat Jawa Tengah yang lebih baik lagi. Dengan kata lain bisa membawa kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah pada umumnya.

Untuk kemudian dalam pesta demokrasi di provinsi jawa tengah tahun 2013 ini ada 3 pasangan calon yaitu pasangan cagub Hadi Prabowo dengan cawagub Don Murdono yang diusung PKS, PKB, Partai Gerindra, PPP, Partai Hanura, PKNU mendapat nomor urut 1. Pasangan cagub Bibit Waluyo dan cawagub Sudijono Sastroatmodjo yang diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN mendapat nomor urut 2, sedangkan pasangan cagub Ganjar Pranowo dan cawagub Heru Sujatmoko yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapat nomor urut 3.

Pemilihan gubernur yang akan jatuh tanggal 26 mei mendatang, memang sepertinya tidak punya greget. Maklum saja, hal ini karena keterjauhan calon dan pemilih bisa menjadi jarak pesimisme pemilih. Lain halnya dengan pemilihan bupati atau pun walikota yang antara calon dan pemilihnya nyaris tidak ada jarak (proximity).Akibat kurang antusiasinya masyarakat, berbagai cara dilakukan calon gubernur, utamanyadalam mencari dukungan serta dalam meraih simpatisan masyarakat jateng khususnya. Untuk hal satu ini, para cagub-pun mulai berlomba mengemas slogan, yang diharapkan bisa mengena isi hati pemilih yang pada gilirannya diharapkan bisa memilih cagub yang dianggap bisa memimpin Jawa Tengah dengan slogan-slogannya.

JUMLAH HAK PILIH
Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jawa Tengah untuk pemilihan gubernur 26 Mei 2013 mendatang ditetapkan sebanyak 27.385.985 pemilih. Dari jumlah tersebut perempuan menjadi pemilih terbesar yakni sebanyak 13.774.665 orang. Sedangkan pemilih laki-laki sebanyak 13.611.320 orang. Adapun jumlah TPS yang ditetapkan yakni sebanyak 61.951 TPS (Kompas,15/4/13).

ANGGARAN PILGUB
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jateng, Fajar Saka, mengatakan kesepakatan anggaran pilgub setelah dilakukan pembahasan dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Bahwa anggaran dana pemilihan gubernur (pilgub) Jateng 2013 akhirnya disepakati senilai Rp746 miliar. Angka Rp746 miliar sudah final untuk biaya pilgub Jateng 2013 dua putaran (www.bisnis-jateng.com,25/7/12).

PROFIL, VISI DAN MISI
Pasangan Cagub Jateng nomor urut 1. Drs.H.Hadi Prabowo,MM. Klaten, 3 April 1960 , Islam, PNS. berpasangan dengan Dr.H.Don Murdono,SH.MSi. Semarang,15 Oktober 1958, Islam, Pejabat Negara. Visi: Jateng Maju dan Makmur. Misi: 1).Meningkatkan sinergitas dan harmonisasi pembangunan pusat dan daerah serta keseimbangan pembangunan antar wilayah.2).Mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih,transparan dan akuntabel.3).Meningkatkan perekonomian daerah yang berorientasi ekonomi kerakyatan berbasis pada potensi unggulan di dukung inovasi teknologi dan pengembangan kemitraan global.4).Meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketaqwaan dan kearifan local.5).Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur untuk mewujudkan kemajuan dan daya saing daerah dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan.6)Memantapkan pelaksanaan demokratisasi dan kondusivitas daerah dengan mengedepankan partisipasi masyarakat.

Adapun Pasangan   Pasangan Cagub Jateng nomor urut 2 H.Bibit waluyo. Klaten, 5 Agustus 1949 , Islam, Gubernur Jateng. berpasangan dengan Prof.Dr.H.Sudijono Sastroatmodjo,MSi. Pacitan,15 Agustus 1952, Islam, Dosen. Visi: Masyarakat Jateng yang semakin sejahtera, berkarakter, mandiri, berkemampuan dan berdaya saing tinggi. Misi:1). Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan professional serta sikap responsive aparatur.2).Pembanguna ekonomi kerakyatan dengan intensifikasi dan modernisasi pertanian dalam arti luas, Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) dan industri padat karya.3).Memanpaatkan kondisi social budaya yang berbasis kearifan local.4).Pengembangan SDM berbasis kompetensi secara berkelanjutan.5).Peningkatan perwujudan pembangunan fisik dan infrastruktur.6).Mewujudkan kondisi aman dan rasa aman dalam kehidupan masyarakat.

Sedangakan Pasangan Cagub Jateng nomor urut 3. H.Ganjar Pranowo,SH. Karanganyar, 28 Oktoberl 1968 , Islam, Anggota DPR RI. berpasangan dengan Drs.H.Heru Sudjatmoko, MSi. Purbalingga,13 Juni 1951, Islam, Bupati Purbalingga.Mengusung. Visi: Jateng Berdikari. Adapun Misinya adalah:1).Membangun Jateng berbasis ekonomi rakyat dan kedaulatan pangan untuk menanggulangi kemiskinan dan pengangguran.20).Memastikan partisipasi masyartakat Jateng dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut hajat hidup ornag banyak.3).Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Jawa Tengah yang bersih,jujur dan transparan dalam pelayanan publik.4).Memperkokoh gotong royong,guyup rukun serta tepa slira sebagai jati diri Jawa (www.kpujatengprov.go.id,8/5/13).

Menurut Prof.FX Sugiyanto guru besar fakultas ekonomi dan bisnis (FEB) dan kepala pusat penelitian kajian pembangunan Undip mengatakan bahwa Salah satu potensi sumber kegagalan kebijakan dan kelembagaan adalah kemungkinan ketidaksinkronan visi misi gubernur dan visi misi bupati/ wali kota. Risiko kegagalan ini sangat terbuka, bahkan secara sistemik. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional (UU SPN) secara tegas menyebutkan bahwa rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) merupakan penjabaran visi, misi, dan program gubernur atau bupati/ wali kota.Risiko kegagalan itu dapat dikurangi apabila gubernur periode mendatang mampu dan bersedia mentransfer dan mengintegrasikan visi, misi, dan programnya menjadi visi misi para bupati/ wali kota ( SM,20/4/13).

SLOGAN
Pasangan cagub dan cawagub HP-DON / Hadi Prabowo-Don Murdono mempunyai slogan atau motto ngajeni lan ngayomi. Sedangkan pasangan cagub dan cawagub BISSA / Bibit-Sudijono masih dengan slogan atau motto yang terdahulu yaitu bali ndeso mbangun deso lanjutkan!. Adapun pasangan cagub dan cawagub GAGAH / Ganjar-Heru menggunakan slogan atau motto mboten korupsi lan mboten ngapusi. Perang slogan dengan poster atau baliho cagub sepertinya tidak asing dan nampak ter-lihat di sepanjang kabupaten di wilayah Jawa Tengah.Hal ini juga sebagai upaya untuk menarik untuk kemudian bisa juga sebagai referensi pemilih agar bisa berpikir kritis dan cerdas dalam menentukan piliahnnya.

KEKAYAAN CALON
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan daftar kekayaan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) Jateng, Kamis (2/5), di Hotel Patra Semarang. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), nilai kekayaan Hadi Prabowo paling besar yakni Rp 13,5 miliar. Kemudian, Bibit Waluyo memiliki nilai kekayaan Rp 13,1 miliar. Paling kecil adalah Ganjar Pranowo dengan kekayaan Rp 3,07 miliar.Sementara pada posisi cawagub, nilai kekayaan mantan Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo menempati posisi teratas sebesar Rp 4,74 miliar. Posisi kedua adalah Heru Sudjatmoko dengan kekayaan Rp 4,47 miliar. Untuk Don Murdono, nilai  kekayaannya justru berkurang. Terlapor pada 22 Januari 2008 sebesar Rp 3,42 miliar, pada 15 Maret 2013 justru menjadi Rp 786,8 juta. ”Kekayaan saya menyusut karena membiayai pencalonan dengan uang pribadi,” kata Don Murdono (SM,3/5/13).

MASA KAMPANYE
Pilgub Jateng telah masuk masa kampanye mulai Rabu (8/5) hingga 22 Mei. Pada hari pertama, tiga pasangan calon gubernur akan memaparkan visi dan misinya dalam rapat paripurna istimewa DPRD Jateng di Gedung Berlian Jalan Pahlawan Semarang. Ketua KPU Jateng, Fajar saka mengatakan, KPU telah membagi jadwal kampanye Cagub-Cawagub Jateng ke dalam tiga zona, mulai tanggal 8 - 22 mei 2013. Setiap tim pasangan calon gubernur diberi kesempatan untuk melaksanakan rapat umum terbuka sebanyak empat kali sesuai zonasinya, selama 12 hari masa kampanye tersebut.

Zona 1 meliputi Kendal, Semarang, Demak, Grobogan, Blora, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Kota Semarang, Salatiga. HP-Don:10,13,16,19,22. GAGAH:11,14,17,20. BISSA:12,15,18,21.

Zona 2 meliputi Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung, Wonosobo, Kota Magelang, Kota Surakarta. . HP-Don:11,14,17,20. GAGAH:12,15,1. BISSA:11,13,16,19,22.

Zona 3 meliputi  Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara,Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kota Pekalongan, Kota Tegal. HP-Don:12,15,18,21. GAGAH:10,13,16,19,22. BISSA:11,14,17,20. Sumber: KPU Jateng (SM,7/5/13). Untuk selanjutnya yang menjadi pertanyaan yang sangat substansial adalah, apakah dengan slogan, berikut visi serta misi yang di tawarkan ke pemilih, efektif meraih suara serta menekan fenomena golput dalam pemilihan gubernur nanti ?

FENOMENA GOLPUT
Menurut pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang M. Yulianto,M.Si bahwa potensi tingginya golongan putih (golput) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2013 karena sosialisasinya kurang dan adanya anggapan gubernur tidak penting. Menurut dia, sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang sosok calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) kurang. Sehingga warga di pedesaan belum menentukan pilihan, karena tidak tahu sosok cagub-cawagub yang akan dipilih. Sebaliknya, kata Yulianto, di perkotaan yang didominasi kalangan menengah ke atas yang terdidik menganggap peran gubernur dalam era otonomi daerah kurang penting.Kalangan menengah ke atas yang terdidik akan memilih golput, karena menganggap peran gubernur tak begitu penting,Tingginya golput ini memang secara langsung tidak memengaruhi pelaksanaan Pilgub Jateng, tapi kualitas demokrasi berkurang (solopos.com,7/5/13).Adapun menurut Ketua KPU Jateng, M Fajar SAKA mengatakan, sosialisasi Pilgub telah dilakukan, melalui pemasangan baliho, spanduk, kerja sama dengan media massa, dan BEM perguruan tinggi.Termasuk melayangkan surat undangan kepada pemilih pada H-3 nantinya (SM,4/5/13).

KUALITAS PILGUB
Menurut A Zaini Bisri mantan ketua Mapilu PWI Jateng dan mahasiswa Program Doktor Ilmu Sosial (Konsentrasi Ilmu Politik) FISIP Universitas Diponegoro mengatakan bahwa mengacu pada hasil penelitian Jorgen Elklit dan Andrew Reynolds (2005), diperlukan 11 indikator untuk mengukur kualitas Pilgub Jateng 2013.

Ke-11 indikator itu adalah regulasi, kualitas penyelenggara, konstituensi, pendidikan pemilih, penyusunan DPT, lokasi TPS, aturan kampanye, partisipasi pemilih, proses penghitungan suara, penyelesaian sengketa, dan audit hasil pilgub.Dari berbagai indikator itu, penting dicermati kualitas penyelenggara, pendidikan pemilih, DPT, aturan kampanye, partisipasi pemilih, penghitungan suara, dan verifikasi hasil pilgub. Kualitas penyelenggara, dalam hal ini KPU dan Pengawas Pemilu Jateng serta KPU dan pengawas kabupaten/kota, diukur dari sejauh mana independensi, imparsialitas, dan profesionalisme dalam menangani pekerjaan teknis pilgub.

Pendidikan pemilih terutama menyangkut informasi pilgub yang dikuasai pemilih pemula. Cukup disayangkan, KPU Jateng tampaknya kurang memperhatikan pemilih pemula. DPT harus aman dari bias angka, akurasi pencocokan dan penelitian (coklit) di lapangan, serta kepercayaan diri pemilih. Sabuk pengaman DPT sudah disiapkan dengan hak pemilih tidak terdaftar untuk menunjukkan KTP sesuai putusan Mahkamah Konstitusi. Aturan kampanye terutama harus menjamin transparansi dana publik, akses ke media massa, dan kontrol terhadap penggunaan fasilitas negara. Partisipasi pemilih bukan hanya menyangkut jumlah golput dan struktur usianya, juga adakah tindak kekerasan dan intimidasi selama tahapan pilgub berlangsung.

Penghitungan suara wajib menjamin integritas petugas dan akurasinya, transparan, mudah diakses oleh publik, dan tidak ada penundaan pengumuman. Adapun hasil pilgub bisa diverifikasi dan diaudit, statistik dan review hasil pilgub mudah diakses, serta disahkan tanpa diragukan validitasnya. Pemantau pilgub harus ikut memberikan penilaian atas seluruh tahapan yang dinyatakan tidak ada masalah ( SM,20/4/13). Semoga pilgub 2013 ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mau melayani masyarakat. Maka dari itu pilihlah pemimpin sesuai dengan hati nurani Anda demi pembangunan Jawa Tengah 5 tahun yang akan datang. Mari jangan sia-siakan Pilgub ini !. *)

HADI MULYANT0, A.Ma.,S.Pd.I.
Penulis adalah Mahasiswa Program M.Pd.I UNWAHAS (Universitas Wahid Hasyim) dan Program  MM UNISSULA (Universitas Islam Sultan Agung) Semarang. Asal Jatibarang Brebes.


Brebes (BKO)->> Niat bupati Brebes Idza Priyanti yang menginginkan birokrasi pemerintahannya tata, ternyata dipandang sebaliknya oleh masyarakat.


Perombakan pejabat di instansi pemerintahan yang dilakukan besar-besaran kemarin itu ternyata hanya dipenuhi orang yang tidak profesional dan diragukan kredibilitasnya.

"Masih banyak pejabat yang kompeten dan bagus kerjanya, bukan memilih grandong-grandong. Saya yakin 100 persen kalau ibu dikelilingi para grandong tidak akan ada pembangunan jutsru grandong itu akan menghambatnya," kata ketua Sarbumusi NU Kab Brebes, Rumono Aswad saat refleksi 100 hari Idza-Narjo, di pendopo, Sabtu 16 Maret 2013.

Idza sendiri mengaku terima kasih atas kritik tersebut. (bko_din)



TegalKota (BKO)->> – Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tegal menemukan sejumlah nama di Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur (Pilgub ) Jateng 2013 Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Beberapa diantaranya diketahui telah meninggal dunia. Atas temuannya tersebut, Panwas telah melayangkan surat kepada KPU untuk melakukan validisasi data agar data dalam DPS lebih valid.

Demikian disampaikan Ketua Panwaslu Toto Pranoto melalui telepon beberapa saat lalu. Toto mengatakan berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya tercatat ada 324 dalam DPS pemilih TMS. Jumlah tersebut dirinci dalam beberapa sebab. Diantaranya meninggal dunia 74 orang, sakit jiwa 12, belum 17 tahun 1 orang, pemilih ganda 72 orang dan pindah mencapai 165 orang.

“Selain menemukan hal itu kami juga mendapati beberapa pemilih yang seharusnya masuk daftar justru tidak terdaftar dalam DPS ” katanya.

Pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak terdaftar berjumlah 20 orang. 8 orang sudah menikah dan sisanya 12 orang merupakan pemilih pemula.

“Atas temuannya itu kami telah menyurati KPU agar melakukan verifikasi terhadap DPS, sehingga datanya benar – benar valid ” tegasnya. (bko_bn)

Brebes (BKO)-- Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) menilai Surat Edaran Mendagri yang menyatakan perangkat desa yang kalah bersaing di Pilkades tidak lagi menjabat sebagai perangkat. Kebijakan itu dianggap keliru karena mendasarkan pada PP 45 Tahun 2009 yang secara spesifik mengatur pengangkatan Sekdes, bukan perangkat desa.

"Ini persoalan serius dan diskriminasi, seharusnya SE Mendagri itu mengacunya pada PP 72 tahun 2005 yang mengatur tentang perangkat desa,  bukan PP 45. Sehingga produk yang dihasilkan juga keliru," tandas Ubadilah, Ketua umum DPP PPDI saat berada di Brebes, Minggu 24 Februari 2013.

Akibat kebijakan dari Mendagri yang keliru itu, perangkat desa yang maju di Pilkades Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal nanti merasa didikriminasi. "Kenapa statusnya tidak cuti, seperti PNS yang maju Pilkada, kalau tidak jadi status PNSnya juga tidak hilang. Lah ini, perangkat kalah Pilkades berarti mundur permanen," terangnya.

Sekretaris PPDI Kabipaten Brebes, Chamim Abdul Hadi menambahkan dalam Pilkades serentak di seluruh wilayah Kabupaten Brebes beberapa waktu lalu, pihaknya mendapat laporan sebanyak 6 anggota PPDI maju sebagai calon kades. Namun, hanya satu yang akhirnya menang sedang lima orang lainnya diberhentikan oleh Pemkab Brebes.

"Kami juga menyoroti kebijakan Pemkab, khususnya Bagian Pemdes yang arogan mengimplmentasikan aturan. Selain cacat hukum, SE itu juga tidak mengikat di daerah lain. Sehingga di daerah lain juga perangkat memiliki kedudukan yang sama dalam Pilkades," ujar dia. (bko)

BrebesOnline (BKO) -- Inilah hasil Pemilihan kepala desa serentak di 52 desa di wilayah utara Kabupaten Brebes, yang meliputi 5 kecamatan pada Selasa (20/2) lalu. Kades terpilihnya adalah:





Kecamatan Brebes :

  • Desa Sigambir - Kades Terpilih- Waluyo
  • Padasugih- Kades Terpilih- Sugiharto
  • Pemaron- Kades Terpilih- Haris Risdiyanto
  • Banjaranyar- Kades Terpilih- H Kadim Efendi
  • Kedunguter- Kades Terpilih- Pramono
  • Randusanga Kulon - Kades Terpilih- H Maryoko
  • Randusanga Wetan- Kades Terpilih-Amir Mahmud
  • Kaliwlingi - Kades Terpilih- Kohar


Kecamatan Wanasari:



  • Sisalam- Kades Terpilih- Darwinto
  • Sidamulya- Kades Terpilih- Mulyanto
  • Sigentong - Kades Terpilih- Rustono
  • Lengkong - Kades Terpilih- Karsito
  • Dukuhwringin- Kades Terpilih-Soleman HM
  • Kupu- Kades Terpilih-H Tobari
  • Sawojajar- Kades Terpilih-Suwandi
  • Siwungkuk, Sudiono
  • Wanasari, Eko Ari Surono
  • Pesantunan, Muro'i
  • Klampok, Sukwid


Kecamatan Bulakamba:

  • Luwungragi, Rohali
  • Siwuluh, A Fauzi
  • Banajaratma, Janudin
  • Tegalglagah, Wahyono 
  • Bulusari, Saefudin Trirosanto
  • Jubang, Muhaemin
  • Karangsari, Arifudin
  • Kluwut, Isa Ansori
  • Pakijangan, Sri Retno Widiyawati


Kecamatan Tanjung :
  • Krakahan, Sugiono
  • Luwungbata, Sihabudin
  • Kemurang Wetan, Wahyu Hidayat
  • Kemurang Kulon, Kastori
  • Sidakaton, 1?
  • Mundu,3?
  • Sarireja, Amidun
  • Luwunggede, Enggin Saputra
  • Kedawung, 1?
  • Pejagan: M Iqbal
  • Karangreja : 4?
Kecamatan Losari :

  • Limbangan: Kurdi
  • Kedungneng: Margan
  • Karangampel: Pidin
  • Randusari: Moh Rifat
  • Pangabean: Mukhlis Airlangga
  • Pekauman: Warno
  • Prapag Lor : Bayu
  • Losari Kidul: Casrudin Amin
  • Dukuh Salam: Marzuki
  • Karangsembung: Nurohman SPd
  • Bojongsari : Abdul Rohman SH
  • Negla : Mohamad Toha
  • Karangjunti: Zaenab


Losari (BKO)-- Demo menuntut Pilkades ulang juga dilakukan oleh warga Desa Prapag Lor, Kecamatan Losari, Brebes. Ratusan warga mendatangi kantor Kecamatan Losari, Kamis (21/2) sambil meminta pengusutan pelanggaran ataupun kecurangan yang di duga dilakukan panitia pemilihan kepala desa beberapa hari lalu.

Saat hari pemilihan, yaitu Selasa (20/2) dua kubu di desa ini juga sampai terlibat perang batu. Yah, itu juga gara-gara tidak puas dengan proses demokrasi yang berjalan karena dianggap penuh kecurangan. Perang saudara ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya kondisi desa mencekam selama dua hari. Setelah reda baru demo.

Koordinator aksi, Sukendar bilang kalau kecurangan itu berupa penggelembungan suara dan intimidasi terhadap saksi agar menandatangani kertas pleno besar maupun kecil sebelum proses pengitungan dimulai.

“Panitia mengatakan jika ada keributan maka saksi harus bertanggungjawab, sehingga akhirnya mereka mau memberikan tandatangan” jelasnya.

Camat Losari Supriyadi menjelaskan sesuai dengan regulasi yang ada, Peraturan Bupati No 59 tahun 2012 keberatan dajukan oleh calon paling lambat tiga hari setelah penetapan. Dengan demikian Jumat (22/2) merupakan hari terakhir untuk penyampaian keberatan. “Apabila sampai besok (hari ini – red) tidak disampaikan berarti pilkades Prapag Lor dianggap tidak ada masalah,” jelasnya. (bko)

Brebes (BKO)-- Ratusan masyarakat Desa Klampok Kecamatan Wanasari yang menggelar unjuk rasa di kantor Balaidesa setempat, Kamis (21/2). Mereka menuntut supaya Pilkades yang dimenangkan oleh calon nomer empat atau Sukwid diulang dan panitia Pilkadesnya diganti.

Pendemo mengusung spanduk tuntutan, dan berorasi menyampaikan tuntutannya. Antara lain, mereka menyatakan menolak hasil Pilkades Klampok dan menuntut harus diulang kembali. Mereka juga menuliskan, seret panitia ke penjara, Toridin (ketua panitia) harus bertanggungjawab. Serta, masyarakat Klampok menolak calon terpilih yang merupakan calon incumbent.

"Kami semua sepakat menolak. Pilkades penuh kecurangan antara calon nomor empat dengan panitia. Sehingga hasilnya tidak sah dan harus diulang lagi," tandas Kusnandar, koordinator aksi warga.

Sementara ketua panitia Pilkades, Ahmad Toridin SPdI mengaku sudah bekerja sesuai aturan. Dirinya menyerahkan tuntutan warga ke Bupati.

"Kalau Bupati minta Pilkades diulang, kalau kami disuruh mundur juga kami akan mundur," tandasnya.

Para pendemo sendiri mengancam jika tidak ada keputusan dalam satu dua hari kedepan, mereka kembali akan turun ke jalan dengan membawa massa yang lebih besar lagi. (bko)

Brebes (BKO)-- Pilkades serentak telah digelar di wilayah Brebes Tengah yang meliputi enam kecamatan, Selasa 12 Februari 2013. Ada yang menang ada yang kalah.
Inilah nama calon Kepala Desa (Kades) terpilih periode 2013-2018 di 47 desa yang ada di enam kecamatan wilayah Kabupaten Brebes bagian tengah.

Kecamatan Ketanggungan::

  1. Desa Pamederan, Cartam. Desa Baros, nama calon kades terpilih Wihno. 
  2. Desa Kubangjati, nama calon kades terpilih Muridin. 
  3. Desa Karangmalang, nama calon kades terpilih Moch. Idris. 
  4. Desa Dukuhtengah, nama calon Kades terpilih Eko Susanto.
  5.  Desa Padakaton, nama calon kades terpilih Ilman.
  6.  Desa Dukuhturi, nama calon kades terpilih Arfan Darojat.
  7. Desa Kubangwungu, nama calon kades terpilih Sewa.


Kecamatan Jatibarang: 
  1. Desa Kalialang, nama calon kades terpilih Sunaryo. 
  2. Desa Pedeslohor, nama calon kades terpilih Talim. 
  3. Desa Janegara, nama calon kades terpilih Rusdianto. 
  4. Desa Kramat, nama calon kades terpilih Ade Martin. 
  5. Desa Karanglo, nama calon kades terpilih M. Lukman. 
  6. Desa Rengasbandung, nama calon kades terpilih Asyari. 
  7. Desa Tembelang, nama calon kades terpilih Sriyanti. 
  8. Desa Tegalwulung, nama calon kades terpilih Karsino. 
  9. Desa Kedungtukang, nama calon kades terpilih Sapi'i.
  10. Desa Kebonagung, nama calon kades terpilih Agus Tomo.


Kecamatan Songgom:

  1. Desa Dukuhmaja, nama calon kades terpilih Eko Paryatun. 
  2. Desa Songgom Lor, nama calon kades terpilih Muhtadi. 
  3. Desa Gegerkunci, nama calon kades terpilih Sulyono. 
  4. Desa Wanacala, nama calon kades terpilih Khudori. 
  5. Desa Songgom, nama calon kades terpilih Mutti Ali.
  6. Desa Jatimakmur, nama calon kades terpilih Zaenal Arifin


Kecamatan Banjarharjo: 

  1. Desa Ciawi, nama calon kades terpilih Indarisman. 
  2. Desa Tiwulandu, nama calon kades terpilih Eti Suhaeti. 
  3. Desa Malahayu, nama calon kafes terpilih Rustamadji. 
  4. Desa Blandongan, nama calon kades terpilih Carsan. 
  5. Desa Banjarharjo, nama calon kades terpilih Sutriono. 
  6. Desa Sindang Heula, nama calon kades terpilih Tunggono. 
  7. Desa Cibuniwangi, nama calon kades terpilih Rahoman. 
  8. Desa Dukuh Jeruk, nama calon kades terpilih Thaib. 
  9. Desa Cikakak, nama calon kades terpilih Dria Wahana. 
  10. Desa Cigadung, nama calon kades terpilih Darno. 
  11. Desa Cikuya, nama calon kades terpilih Sekod.
  12. Desa Cimunding, nama calon kades terpilih Kastim.


Kecamatan Kersana: 

  1. Desa Cikandang, nama calon kades terpilih Jemingin. 
  2. Desa Cigedog, nama calon kades terpilih Anang Sugandi. 
  3. Desa Ciampel, nama calon kades terpilih Wanali. 
  4. Desa Jagapura, nama calon kades terpilih Sutarno. 
  5. Desa Sutamaja, nama calon kades terpilih Wursidik.
  6. Desa Kemukten, nama calon kades terpilih Wirjo.


Kecamatan Larangan: 

  1. Desa Kedungbokor, nama calon kades terpilih Sudaryo. 
  2. Desa Kamal, nama calon kades terpilih Casmud. 
  3. Desa Siandong, nama calon kades terpilih Taufiq HS.
  4. Desa Sitanggal, nama calon kades terpilih Sutrisno.



TegalKota (BKO)-- Drs. HM. Nursholeh, M.MPd yang popular disapa Kang Nursholeh mengambil formulir pendaftaran balon Walikota Tegal untuk Pilkada Kota Tegal yang akan digelar pada Oktober 2013 mendatang. Sabtu 09 Februari 2013 pukul 10.00 WIB, adalah hari terakhir penjaringan bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Tegal 2014 - 2019 di DPD Partai Golkar Kota Tegal, Jawa Tengah.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Tegal, Kang Nursholeh merupakan pendaftar keempat setelah sebelumnya H. Sumito, SIP (mantan Kepala Dinsosnakertrans Kota Tegal), Kol. Inf. Budi Hartono, SIP.MSi (mantan Dandim Tegal) dan Bambang Irianto, S.Sos mengambil formulir.

Untuk pengambilan formulir penjaringan bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Tegal 2014 - 2019 di DPD Partai Golkar Kota Tegal yang dibuka mulai 09 Januari 2013, sampai hari terakhir tercatat 7 pendaftar. Setelah Kang Nursholeh, berturut-turut mendaftar yaitu M. Khamim, SH,MH, Wawan Hudiyanto dan Enny Yuningsih, SH.

“Karena saya optimis agar pembangunan di Kota Tegal menjadi lebih baik lagi, oleh sebab itu saya secara resmi mendaftar bakal calon walikota,” ujar Kang Nursholeh.

Kang Nursholeh berharap, kedepan siapapun nantinya yang jadi Walikota Tegal, bisa melakukan perubahan yang baik untuk Kota Tegal. Artinya, perubahan yang positif untuk kesejahteraan masyarakat. “Partai Golkar optimis akan sukses mengusung calon walikota dan wakil walikota,” kata Kang Nursholeh.

Sementara itu Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal 2014 - 2019 DPD Partai Golkar Kota Tegal, Drs. H. Didi Djanuardi menjelaskan, setelah pendaftaran ditutup untuk selanjutnya para pendaftar akan mengembalikan formulir. Dan ketika semua sudah selesai diverifikasi, maka semua berkas akan diserahkan ke DPP Partai Golkar melalui DPD Partai Golkar Jateng. (bk)

Bumiayu (BKO)-- Setelah dilakukan pemungutan suara dalam Pilkades di 37 desa di wilayah Brebes Selatan, atau di enam kecamatan. Ada yang kalah dan ada yang menang.
Inilah para kades terpilih di wilayah Brebes selatan 2013-2018 :


Kecamatan Bumiayu: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Dukuhturi, Amrozi. 
  1. Kalisumur, Mutholib. 
  1. Kalinusu, Khaeroni. 
  1. Pruwatan, Maskuro. 
  1. Pamijen, Zaenal Arifin. 
  1. Langkap, Mutholib. 
  1. Bumiayu, Dwi Hari Basuki.


Kecamatan Tonjong:  Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Tonjong, Maksudi. 
  1. Linggapura, Zaenal Asikin. 
  1. Rajawetan, Siswo. 
  1. Kalijurang, Tarsun

Kecamatan Sirampog: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Benda, Naghib Sodik. 
  1. Manggis, Dzakir. 
  1. Kaliloka, Nanang. 
  1. Malayang, Azhari. 
  1. Kaligiri, Rosidin. 
  1. Sridadi, Giyanto. 
  1. Igirklanceng, Agus. 
  1. Dawuhan, Iwan. 
  1. Plompong, Fatoni

Kecamatan Paguyangan: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Pandansari, Kabdo. 
  1. Taraban, Imam mahdi. 
  1. Wanatirta, Sunu. 
  1. Kretek, Akhya. 
  1. Pagojengan, Suwito. 
  1. Cipetung, Sutrisno

Kecamatan Bantarkawung :Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Pangebatan, Irham Farisi. 
  1. Kebandungan, Wirsad.
Kecamatan Salem: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Banjaran, M. Nasikhin. 
  1. Salem, Kodar Ishadi. 
  1. Ciputih, Slamet B. 
  1. Windusari, Nurudin. 
  1. Gandoang, Warkono. 
  1. Capar, Tarcim

Catatan: Desa Ciomas dan Legok di Kecamatan Bantarkawung yang pelaksanaan Pilkadesnya masih ditunda. (BagPemdes)

Brebes (BKO)- DPC Partai Gerindra Kabupaten Brebes menggelar revolusi putih atau gerakan minum susu. Kegiatan tersebut bersamaan dengan hari ulang tahun Gerindra yang kelima dengan mengunjungi panti wredha Purbo Juwono di Desa Klampok Kecamatan Wanasari dan ke panti asuhan Muslimat Kauman Brebes.

Bersama dengan ratusan anak yatim pengurus Gerindra meminum susu bersama-sama sebagai intsruksi gerakan revolusi putih yang dihimbaukan oleh pembina, Prabowo Subijanto.
           
"Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun Partai Gerindra kelima, kami ingin berbagi rasa, berbagi kasih dan berbagi nasib dengan lingkungan yang kurang beruntung," kata Ketua DPC Partai Gerindra Kabupate Brebes, Ahmad Mustaqqin.

Gerakan untuk minum susu atau revolusi putih ini sudah lama digencarkan oleh jajaran partai baik di daerah maupun pusat. Sebab, kebiasaan baik itu mulai ditinggalkan masyarakat padahal sangat penting. Dengan gerakan revolusi putih, diharapankan dapat memperbaiki dan meningkatkan gizi masyarakat, khususnya generasi mendatang agar bangsa lebih kuat bersaing dengan negara lain. 


"Generasi yang akan datang haruslah generasi yang kuat, sehat dan cerdas, agar bisa memenangkan persaingan di era globalisasi. Karena itu kepada mereka sedini mungkin sudah harus dibiasakan minum susu, agar tidak tertinggal dari negara-negara lain," katanya. (bko1)
Meski Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Langsung Kota Tegal, Jawa Tengah, baru akan dilaksanakan 27 Oktober 2013, namun suasana politik kini sudah mulai memanas. Persaingan tersebut tampak di DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Jawa Tengah, dengan membuka pendaftaran penjaringan bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal periode tahun 2014 - 2019.

Demikian pula H Ikmal Jaya SE Ak untuk maju kembali sebagai Calon Wali Kota Tegal periode 2014-2019. Saat mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon Wali Kota di Kantor DPC PDIP Kota Tegal, Jumat (1/2), Ikmal Jaya yang saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota didampingi istrinya Hj Rosalina.

Ikmal Jaya mengatakan, alasan dirinya memutuskan untuk kembali maju sebagai Calon Wali Kota Tegal karena masih ingin mengabdi kepada masyarakat Kota Tegal hingga lima tahun lagi. Pasalnya, sejumlah program yang selama ini telah dicanangkan, seperti program Tegal Sehat, Tegal Cerdas, Tegal Bisnis, Tegal Maritim dan Tegal Wisata perlu ditindaklanjuti dan ditingkatkan untuk pematangan pada periode kedua.

Sebelumnya Ikmal Jaya telah mengikuti tes seleksi di DPP PDIP, dan diutus dari partainya sebagai kandidat kuat menjadi Calon Wakil Gubernur Jateng.

�Sampai hari ini DPP Partai memang belum menerbitkan rekomendasi untuk pasangan kader yang bakal diusung di dalam bursa Pilgub Jateng. Nah sambil menunggu kepastian itu, saya memberanikan diri untuk mengambil formulir pendaftaran bakal calon Walikota Tegal di PDI Perjuangan. Karena untuk Pilkada Kota Tegal nanti, PDI Perjuangan mempunyai hak mengusung calon Walikota dan Wakil Walikota tanpa harus berkoalisi dengan partai manapun,� ujarnya.


Brebes (BKO)-- Kekosongan satu kursi di DPRD Kabupaten Brebes sekarang sudah terisi, H Toto Sudiharto dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Brebes Pengganti Antar Waktu (PAW) dalam Rapat Paripurna Istimewa menggantikan posisi anggota sebelumnya, Narjo yang kini sudah menjabat sebagai Wakil Bupati Brebes 2012-2017. 
         
Toto Sudiharto dilantik oleh Wakil Ketua DPRD, drh H Agus Sutrisno itu berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah dan sesuai dengan Berita Acara KPU Kabupaten Brebes tentang Pemeriksaan Pemenuhan Persyaratan Calon Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Brebes hasil Pemilu Tahun 2009. Toto yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Losari, Tanjung dan Kersana pada Pemilu Legilatif 2009. Setelah dilantik, Toto dan istri mendapat ucapan selamat dari para anggota dewan. Termasuk, dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE yang hadir. "Semoga Pa Toto bisa melanjutkan perjuangan pa Narjo untuk mengawal kepentingan rakyat dan Pemkab Brebes," kata Bupati. (bko)
BKO-- Pemilihan Gubernur Papua yang berlangsung hari ini diwarnai insiden berdarah. Seorang Anggota DPR Kabupaten Tolikara, Josia Karoba dikeroyok massa hingga tewas.


"Aparat telah berupaya untuk menolong dan menyelamatkan korban dengan membawa ke rumah sakit terdekat yang berjarak sekitar 4 jam namun akhirnya korban meninggal dalam perjalanan," kata Kepala Bagian 
Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Agus Rianto kepada merdeka.com, Selasa (29/1).

Politikus Partai Golkar itu dikeroyok saat pencoblosan di salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di distrik Gilubandu. Di daerah itu merupakan kampungnya sendiri. "Di daerah pegunungan," jelasnya.

Josia terlihat adu mulut dengan kerabatnya sendiri. Karena situasi berlangsung panas, kemudian kerabatnya itu mengeroyok bersama rekan-rekannya. "Akhirnya korban dikeroyok," katanya.

Hari ini, pemilihan umum kepala daerah Gubernur (Pilgub) dan Wakil Gubernur Provinsi Papua dimulai serentak hari Selasa 29 Januari 2013 berlangsung di 29 Kabupaten/Kota untuk memilih pemimpin baru Papua periode 2013- 2018. Jumlah pemilih tetap pemilihan Gubernur sesuai data Komisi Pemilihan umum (KPU) Papua sebanyak 2.713.465 pemilih tersebar di 7.116 tempat pemilihan suara (TPS).

Enam paket pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua yang bertarung dalam kontestan politik Pilgub diantaranya pasangan Noahk Nawipa/Johanes Wob (1), Menase Robet Kambu/Blasius A.Pakage (2), Lukas Enembe/Klemen Tinal (3), Welington Wenda/Weynand Watori (4), Alex Hesgem/Marthen Kayoi (5) serta Habel Melkias Suwae/Yop Kogoya (6).
(merdeka/29/1/13)

Brebes (BKO)- Walaupun pergantian tahun sudah berjalan hampir sebulan, namun parpol-parpol di Kabupaten Brebes masih belum memberikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) atas penggunaan dana pembinaan dari Pemkab Brebes tahun 2012. Kesepuluh parpol yang dilaporkan belum membuat LPJ tersebut antara lain, PDIP, PKB, Partai Golkar, PPP, PKS, PAN, Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Demokrat, dan PDK.

Keterangan dari Kasie Politik dan Hubungan Antar Lembaga Kantor Kebsangpol Pemkab Brebes, Kholidin SH, sepuluh parpol tersebut merupakan pemilik suara di parlemen Brebes yang medapat kuota bantuan keuangan Pemkab. Nilai bantuan keuangan kepada parpol tersebut, tidak sama karena dihitung dengan jumlah kursi yang dimiliki partai di parlemen Kabupaten Brebes. Parpol dengan jumlah kursi banyak akan mendapatkan dana pembinaan lebih besar dari pemilik kursi yang lebih sedikit.

"Yang menerima dana pembinaan memang parpol yang punya kursi di DPRD Brebes. Dan untuk TA 2012, belum ada satupun yang membuat LPJ hingga sekarang," kata dia.

Kholidin juga bilang kalau selama ini parpol di Brebes memang jarang yang tepat waktu untuk memberikan LPJ-nya. Rata-rata baru Januari hingga Februari setiap tahunnya.  “Setiap tahun dana pembinaan parpol selalu diberikan. Sekarang kamimenunggu laporan keuangan tahun kegiatan 2012 agar bisa dicairkan lagi bantuan tahun 2013-nya. Kalau tidak, berarti tahun ini tidak dapat lagi,” katanya. (bko1)

Tembok proyek monumen ambrol

BREBES- Sebagian bangunan Momumen Perjuangan Kabupaten Brebes yang tengah dalam proses pengerjaan mendadak ambrol. Padahal, pekerjaan proyek monumental itu tinggal finishing. Ambrolnya bangunan di bagian tangga sisi sebelah selatan setinggi sekira 3 meter itu cukup menyita perhatian. Sebab, bangunan tersebut terbilang masih baru dikerjakan.
            Casbani, mandor pekerjaan royek mengakui bahwa bangunan bagian tangga itu ambrol pada Rabu sore (16/1). "Itu terjadi karena hujan terus menerus menguyur. Akibatnya, tanah urugan untuk tangga setinggi 3 meter melorot. Sementara, tembok penahan tidak kuat menahannya. Apalagi, pengurugan tangga itu dilakukan musim kemarau," katanya, Kamis (17/1).
            Dikatakan, ambrolnya tembok tangga itu tidak berpengaruh terhadap kontrsuksi pekerjaan dan ditarget selesai minggu depan. "Sudah kami perbaiki. Ini sudah menjadi risiko pelaksana proyek," ujar dia.
            Sementara itu, Ketua LSM Forum Kajian Masyarakat Brebes (FKMB) Moh Subkhan di lokasi, mengaku prihatin dengan ambrolnya tembok tangga yang baru selesai dibangun. Di bagian lain, ia menilai kondisi drainase di sekeliling bangunan monumen juga tidak tercukupo dan dapat memincu banjir di lingkungan sekitar. "Tangga yang ambrol karena kualitas bangunannya jelek. Saya harap proyek ini bisa maksimal, karena biayanya besar," ungkapnya.
            Untuk diketahui, Monumen Perjuangan ini dibangun di kompleks Perumahan Wakil Bupati dan Muspida, Jalan A Yani itu, menelan dana APBD tahun 2012 sekitar Rp 1,4 miliar. Sesuai kontrak, proyek ini dimulai sejak 3 September 2012 hingga tanggal 17 Desember 2012 dengan nilai proyek mencapai Rp 1,6 miliar dari APBD 2012. Namun rekanan tidak dapat memenuhi tenggang waktu pekerjaan yang telah ditetapkan dan telah mendapat toleransi tambahan waktu penyelesaian 50 hari atau hingga 7 Februari 2013 mendatang.
BREBES- Gedung paripurna DPRD Kabupaten Brebes yang rencananya akan dibuka kali pertama untuk rapat paripurna istimewa Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-335 tahun 2013 urung terwujud. Nyatanya, sesuai agenda, paripurna tersebut hari ini (18/1), dilangsungkan di pendopo Brebes.
            Sejumlah anggota dewan mengaku kecewa dengan tidak jadinya gedung baru diresmikan. Terlebih, sejak dibangun tiga tahun silam, gedung tersebut belum bisa digunakan. "Harusnya sekarang bisa digunakan, tapi kan belum ada isinya, masih kosong. Ini menandakan perencanaan yang tidak matang, jangan sampai ruang komisi juga nanti ikut molor," tutut tiga anggota DPRD Brebes saat mengomentari keberadaan gedung DPRD Brebes, Kamis (17/1).
            Pihak sekretariat DPRD Brebes sendiri membantah jika dituding tidak siap untuk menggelar paripurna hari jadi Kabupaten Brebes. "Kami sudah siap, termasuk anggarannya juga. Tapi tidak jadi karena permintaan panitia di pendopo mengacu pada Perda 9A tahun 1978, dimana setiap kelima dari hari jadi Kabupaten Brebes paripurnanya lebih meriah. Makanya tempatnya di pendopo," kata Sekretaris DPRD Brebes, Drs Sri Teguh Pambudi melalui Kabag Persidangan Arsan Hasnul SH.
            Diakuinya, saat ini proses pengadaan mebeler dan perlengkapan dalam gedung DPRD memang gagal digelar hingga dua kali. Namun, itu tidak membuat pihaknya tidak siap jika gedung baru tersebut menjadi tempat paripurna istimewa. "Kalau jadi, tentu diadakan perlengkapannya. Tapi sekalipun tidak jadi, kami tetap menyambut hari jadi Brebes dengan merapikan lingkungan gedung agar lebih asri," tandasnya.