Sirampog (BKO)->> Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE meresmikan pembangunan SMK Maarif NU 03 Sirampog Kabupaten Brebes. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita yang melintang dipintu masuk ruang kelas dan penandatanganan prasasti, Rabu (13/3)

Ketua Panitia Pembangunan  Ahmad Khalimi SPdI menjelaskan, sekolah yang terletak dilereng gunung Slamet itu baru di bangun 2 lokal berukuran 18 X 9 meter persegi. “Kami merencanakan 9 lokal,” kata Khalimi.

Khalimi menambahkan, sebelum pembangunan gedung baru selesai, proses pembelajaran berlangsung di MTs Maarif NU 2 Sirampog yang terletak lebih kurang 100 dari SMK. “Kami sangat bersyukur pembangunan ini bisa rampung untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di daerah pegunungan,” ucap Khalimi.

Saat ini SMK Maarif NU 03 Sirampog dibawah naungan yayasan Pendidikan Islam Al Ihsaniyah telah membuka 2 jurusan yakni jurusan akutansi dan otomotif.

Ketua PC LP Maarif Kab Brebes Syamsul Maarif SPd dalam sambutannya mengatakan, sumbangsih masyarakat khususnya Nahdliyin sangat besar dalam pendidikan. Berdirinya ratusan sekolah Maarif NU sebagai buktinya. Untuk itu, dukungan dari pemerintah juga sangat diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut.

Sementara itu Bupati Brebes mengucapkan selamat kepada masyarakat yang telah memperhatikan dunia pendidikan. Apalagi pendidikan sangat penting, dan kehadiran SMK Maarif NU 03 Sirampog tidak hanya memberi kesempatan melanjutkan pendidikan, juga para lususan SMK bisa  menciptakan lapangan kerja. (hms)

Ketanggungan (BKO)-->> Selasa 12 Maret 2013, sejak pukul 05.00 bada subuh, puluhan ibu-ibu menggendong cepon dengan tangan kanannya menjinjing rantang seng, menyusuri bebukitan gunung kumbang Brebes. Mereka bergegas menuju Dukuh Jalawastu Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes dimana akan digelar upacara adat Ngasa.


Dengan wajah berseri, mereka bergegas menuju Pesarean Gedong. Sesampainya di sana, beberapa lelaki menggelar tikar. Dan ibu-ibu itupun menaruh makanan di atas tikar secara berjajar.

Lelaki tua yang disebut juru kunci Pesarean Gedong Makmur, beserta tetua lainnya dengan berpakaian putih-putih menyusul dibelakang rombongan ibu-ibu pembawa makanan. Tampak Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE, Kepala Bappeda Ir Djoko Gunawan MT, Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes Drs Atmo Tan Sidik, Kabid PUG BKBPP Dra Hj Farikha dan Kasi Sejarah dan Purbakala Dinparbudmudora, ikut mengiringi pula dibelakangnya.

Menurut penuturan tetua adat setempat Dastam menjelaskan, masyarakat Jalawastu pantang makan nasi beras dan lauk daging atau ikan. Yang tersedia adalah jagung yang ditumbuk halus sebagai makanan pokoknya dengan lauk lalapan dedaunan, umbi-umbian, pete, terong, sambal dan lain-lain dedaunan. Begitupun dengan piring dan sendok yang digunakan tidak menggunakan alat yang terbuat dari bahan kaca. Piring, sendok, cepon dan rantang yang digunakan mereka terbuat dari seng atau dedaunan.

Upacara adat Ngasa ini telah dilaksanankan oleh warga secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam. Upacara ini sebagai simbol tanda terimakasih kepada Tuhan yang maha kuasa atas segala nikmat yang telah dikaruniakan. “Seperti di daerah pantai ada sedekah laut, di tengah-tengah ada sedekah bumi. Kami yang disini boleh dikata sebagai sedekah gunung," ujar Dastam.

Upacara adat ini digelar setiap Selasa Kliwon pada Mangsa Kesanga. Gelaran Ngasa ini diadakan dalam kurun satu tahun sekali. Kali pertama, Ngasta digelar sejak masa pemerintahan Bupati Brebes IX Raden Arya Candra Negara.

Ngasta berarti perwujudan rasa syukur kepada Batara Windu Buana yang dianggap sebagai pencipta alam. Batara sendiri mempunyai ajudan yang dinamakan Burian Panutus. semasa hidupnya tidak makan nasi dan lauk pauk yang bernyawa. “Semua itu, sebagai kebaktian kepada Batara," imbuh Dastam.

Namun seiring perkembangan jaman dan masuknya agama Islam di wilayah itu, warga memasukan ajaran-ajaran Islam dalam upacara ngasta.

Yang unik di Dukuh Jalawastu, seluruh rumah yang dibangun semua berdinding kayu dan beratap seng. Rumahnya tidak boleh menggunakan atap genting dan tidak bersemen atau keramik. Selain itu berpantang menanam bawang merah meski Brebes merupakan komoditas utama penghasil bawang merah. Juga tidak boleh menanam kedelai serta memelihara kerbau, domba dan angsa. “Bila yang melanggar maka ada bencana yang menimpa pula,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dinobatkan sebagai Keluarga Jalawastu karena merupakan Bupati Perempuan yang kali pertama mengunjungi upacara Ngasta. Penobatan ditandai dengan pemberian pakaian putih yang langsung dikenakan ditempat tersebut.

Bupati berjanji akan mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait agar pelaksanaan ngasta bisa dijadikan desa wisata atau desa budaya. “Kami akan mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait memenuhi harapan warga jalawastu,” tuturnya. (hms)

Brebes (BKO)->> Sebanyak 1.787 atlet muda mengikuti Pekan Olah Raga Daerah (Popda) Tingkat Kabupaten Brebes. Mereka beradu dengan semangat vini vidi vici (saya datang, saya melihat, saya menang), dengan penuh antusias. Diharapkan, mereka yang berlaga bisa dijaring sebagai olahragawan anak sekolahan yang bisa dibina menjadi atlit provinsi maupun nasional.

Demikian laporan Ketua Panitia Popda Tingkat Kabupaten Brebes Ir Amin Budi Raharjo MSi pada pembukaan popda di GOR Sasana Adi Karsa Brebes, Senin (11/3).

Kata Amin, mereka diadu kekuatannya dalam 2 hari untuk menyelesaikan 16 cabang olah raga yaitu atletik, senam, renang, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, bridge mini, catur, pencak silat, karate, panahan, sepak bola, bola volly, sepak takraw, bola basket dan taekwondo.

Popda yang diikuti para atlit yang berasal dari SD, SMP, dan SMA/SMK tingkat Kabupaten Brebes tahun 2013 dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE. Dalam kata sambutannya, Idza meminta kepada instansi, lembaga atau organisasi terkait dalam konteks keolahragaan bisa memberi penghargaan pada atlit. Antara lain dengan terus memantau, menggali, memandu dan membina potensi pelajar. “Mari upayakan mereka sebagai atlet pelajar berkelas regional atau bahkan nasional,” ajak Bupati.

Selain itu, dia berharap tiap-tiap kecamatan memiliki olahraga unggulan yang benar-benar mengacu pada prestasi. Untuk itu, kepada satuan kerja, lembaga juga organisasi yang menangani keolahragaan, kiranya dapat mengapresiasi segala daya dan hasil upaya yang telah dilakukan oleh atlet-atlet pelajar.

Yang perlu diperhatikan, kata Idza, penghargaan di tingkat pelajar hendaklah memiliki sifat mendidik seperti pemberian beasiswa, keringanan biaya pendidikan, dispensasi maupun pemberian nilai akademik yang wajar.
Pembukaan dilakukan oleh Bupati yang ditandai dengan pemukulan gong. Sebelumnya, para atlet utusan dari 17 kontingen melakukan defile. Juga ditampilkan cherleader dari SMP Negeri 1 Tonjong. (hms)


Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah Brebes wilayah Semarang melakukan perekrutan anggota Baru. Perekrutan yang mengambil tema Gathering Together itu digelar di obyek wisata Bumi Lerep Indah di Ungaran Selatan Semarang 9-10 Maret 2013.

Dalam kesempatan tersebut terjaring 52 anggota dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Semarang. Dari 52 anggota baru itu, 15 diantaranya merupakan anggota perempuan. Mereka adalah para pelajar dan mahasiswa Brebes yang menempuh pendidikan di Semarang. Antara lain di Undip, UNNES, IKIP PGRI, UNISULA, UNWAHAS dan Akademi di wilayah Semarang lainnya.   

Ketua KPMDB Wilayah Semarang Fandi Nur Aziz menjelaskan, penerimaan anggota baru (PAB) sebagai upaya menjalin silaturahmi antar keluarga yang berasal dari Brebes. Sehingga makin terbentuk jaringan yang kuat bagi aktivis KPMDB di Semarang.

Disamping itu, kata Fandi, PAB bisa dijadikan wahana koreksi terhadap eksistensi kepedulian pelajar dan mahasiswa Brebes terhadap masyarakat, pemerintah kabupaten, bangsa dan negara. “Tapi yang kongkrit, kami ingin memfungsikan ilmu yang didapat dibangku kuliah untuk ikut mencarikan solusi tentang-tentang persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat,” terangnya.

Dalam rekrutmen tersebut juga diisi dengan materi nilai-nilai dasar KPMDB, Sejarah Brebes dan KPMDB Pusat, Leadership and sociality dan out bond.

Pembina KPMDB Drs Atmo Tan Sidik dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya peran pemuda desa dalam mendobrak kekeliruan sejarah dan regulasi yang kolot. Bahkan menurutnya, pemerintah pusat dan bahkan dunia,  kini mati-matian menerapkan konsep pedesaan. Antara lain pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden, yang dulu hanya diberlakukan untuk memilih ulu-ulu dan kepala desa. “Pemilihan langsung itu, konsep desa,” tuturnya.

Sehingga menurut Atmo, jadi anak desa jangan sampai minder akibat merasa termarjinalkan. Terbukti orang Brebes Asli tidak sedikit yang menjadi pentolan di pemerintah pusat. Seperti Komisaris Utama BRI Prof Bunasor Samin, Anggota KY Taufiqurohman Sahuri, Almarhum Tadjudin Nur Aly dan lain-lain merupakan beberapa contoh anggota KPMDB yang sukses dan memegang posisi penting serta bersih.

Sementara alumni KPMD Semarang Dra Hj Farikha memberikan suport kepada anggota KPMDB perempuan agar bangkit dengan semangat belajar, berjuang dan bertakwa. Kesetaraan gender telah digulirkan dan memberi ruang yang luas perempuan untuk memposisikan yang setara dengan laki-laki dalam segala hal diluar kodrati perempuan. Itu artinya, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kehidupan yang berkualitas.

“Kualitas hidup pelajar dan mahasiswa perempuan Brebes, haruslah berkualitas,” kata Farikha yang juga Kepala bidang PUG BKBPP Kab Brebes itu.

Ketua LSM Gebrak Darwanto juga memberikan kesepakatan kepada para mahasiswa Brebes untuk terus menjaga idealisme. Terutama dalam menyikapi korupsi di Brebes, sehingga jangan sampai terjadi tindakan korupsi yang pada hakekatnya mencaplok hak-hak rakyat. “Mahasiswa harus kritis dan menjadi yang terdepan dalam turut serta mencegah dan memberantas korupsi,” ajak Darwanto. (hms)

Brebes (BKO):- Sebanyak 27 tenaga honorer yang masuk Kategori-I (K-I) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes menerima SK Pengangkatan CPNS. Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE menyerahkan secara simbolis SK Pengangkatan CPNS bersama dengan SK Penggunaan Gelar dan Surat Ijin Belajar di Ruang OR Setda Kabupaten Brebes, Kamis (28/2).

Pengangkatan CPNS tenagta honorer K-I ini sebelumnya diajukan Pemerintah Kabupaten Brebes sejumlah 35 orang, setelah diverifikasi dan validasi oleh BPKP dan BKN yang dinyatakan memenuhi kriteria ada 29 orang, dan dari 29 orang tersebut 1 orang mengundurkan diri dan 1 orang masih dalam proses verifikasi dan validasi ulang.

“Pemkab Brebes bertekad menuntaskan sisa tenaga honorer K-I yang belum terangkat menjadi CPNS”, kata Bupati Hj. Idza Priyanti, SE.

Sementara itu, Plt. Kepala BKD Brebes Dra. Lutfiyatul Latifah mengatakan dari 35 orang yang diajukan Pemkab Brebes 27 diantaranya telah lolos verivikasi 8 orang lainnya tidak memenuhi kriteria (TMK) masih diajukan 1 orang untuk diverifikasi ulang oleh Kementerian PAN dan RB, dan BKN. “Ada 1 orang yang telah memenuhi kriteria mengundurkan diri dan 1 orang lagi masih dalam proses verifikasi dan validasi ulang”, terang Dra. Lutfiyahtul Latifah.

Pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Pegawa Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2012 tentang perubahan ke-dua atas peraturan pemerintah no. 48 tahun 2005. (hms)

Brebes (BKO):- Kunjungan Bupati Brebes dalam rangka menyapa masyarakat, dikemas dengan istighosah atau doa bersama. Hal ini dilakukan untuk lebih terjalin hubungan mesra antara ulama, umara, dan masyarakat. Sehingga kesejahteraan batiniyah akan tercipta akibat adanya curahan rahmat dari Allah SWT.

Bupati Hj Idza Priyanti SE mengungkapkan keinginan tersebut saat mengawali kegiatan Bupati Menyapa dengan Istighosah Kubro di Masjid Al Ittihad Jatibarang Brebes Rabu malam (27/2).

Idza bercerita, sebelum jadi Wakil Bupati dan Bupati, dirinya sering bersilaturahim dengan para alim ulama dan tokoh masyarakat. Untuk itu, kegiatan Istighosah yang biasanya digelar di Pendopo di dekatkan ke masyarakat ditingkat Kecamatan dan mengalir hingga sampai ke desa-desa. “Saya ingin Istighosah, bisa menjadi sarana merajut silaturahmi berbagai elemen masyarakat,” harapnya.

Bupati beserta rombongan disambut Sholawat Nabi dengan iringan terbang kencer. Senyum sumringah dari Bupati Perempuan Pertama di Brebes itu pun, terus menebar dan disambut masyarakat, khususnya jamaah perempuan.

Istighosah dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul KH Syeh Sholeh Basalamah. Dia berpesan untuk saling kenal mengenal dan ingat mengingatkan dalam kehidupan di dunia. Bahkan mengenal Allah SWT harus istiqomah (ajeg dan terus menerus) akan menentramkan hati. “Cintailah Allah SWT ketika kamu bahagia, pasti DIA akan mencintai kamu ketika bahagia maupun sengsara,” terang Syeh Sholeh.

Syeh Sholeh mengingatkan, bila hati kita sudah menambatkan diri pada Allah SWT dengan sepenuh hati, maka hidup akan menjadi indah. “Lisan, batin dan tindakan kita dekat dengan Allah maka pertolongan Allah SWT akan selalu datang,” tandasnya.

Segala tantangan, godaan, hambatan dan aral melintang lainnya akan dibalas dengan tuntunan yang mulus dari Yang Maha Kuasa.  “Ada cahaya terang yang datang dari Allah SWT ketika kita mendapatkan kekalutan, sehingga menemukan solusi jitu,” ungkapnya.

Bila kita selalu berdzikir pada Allah secara rutin, diibarat kita sebagai pembeli dalam dunia perdagangan sebagai pembeli langganan “Kalau sudah 'langganan' dzikir kepada Allah SWT, otomatis ada bonus-bonus istimewa yang diberikan dengan cuma-cuma,” pungkas Syeh Sholeh.

Ikut mengiringi doa Istighosah KH Farikhin dari Jatibarang Lor. Turut hadir Waki Bupati Brebes Narjo, Ketua PC NU Brebes KH Athoillah Syatori SE MSI, para Kepala SKPD, Camat Jatibarang Moh Adnan SIP, Kepala desa Se Kec Brebes, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta ribuan warga masyarakat Jatibarang. (hms)
Brebes (BKO):- Setelah mengalami penundaan beberapa waktu semenjak terpilihnya Ny. Nurhalimah selaku ketua beserta anggota yang lain senin (25/02) pagi tadi akhirnya dilantik dan dikukuhkan menjadi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Brebes priode 2012-2015.

Mengambil tempat dipendopo Kabupaten, Pelantikan kepengurusan Gerakan Organisasi Wanita (GOW) priode 2012-2015 dilakukan secara langsung oleh Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE disaksikan seluruh undangan yang hadir dalam acara tersebut.

Bupati Brebes dalam sambutanya mengatakan atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Brebes mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurusan GOW yang baru, semoga GOW Kabupaten Brebes tambah maju, serta mampu menjadi organisasi yang dapat menyerap aspirasi masyarakat sekaligus dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapinya.

Sebagai wadah dari berbagai organisasi wanita yang ada diKabupaten Brebes GOW dituntut harus dapat membantu Pemerintah Kabupaten Brebes dalam berbagai bidang khususnya yang berkaitan dengan kesetaraan jender serta program program pemerintah lainya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan sosialisasi tentang program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan dengan narasumber Kabid pengarus utamaan jender BKBPP Kabupaten Brebes Dra. Farikhah. (hms)

Brebes (BKO):- Pegawai Lingkup Pemerintah Kabupaten Brebes yang masih sering bolos kerja mulai saat ini harus berhati hati jika tidak ingin terkena sanksi disiplin Kepegawaian, pasalnya Pemkab Brebes mulai 1 Maret 2013 menerapkan sistem absensi sidik jari elektronik sebagai salah satu bentuk pengetatan kehadiran pegawai untuk meminimalisir kelalaian  

Mesin absensi elektronik ini dilaunching langsung oleh Bupati Brebes, H Idza Priyanti SE usai apel pagi, Senin (25/02) di Halaman Kantor Bupati. Bupati menyampaikan bahwa absensi elektronik adalah salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam penegakan disiplin kerja pegawai.
”saya yakin, mesin absensi elektronik ini memiliki  manfaat besar, utamanya dalam hal penegakkan disiplin pegawai,” tegasnya.  

Bupati Brebes mengingatkan pada peserta apel pagi bahwa kebutuhan data kehadiran pegawai yang akurat sangatlah penting sebagai basis data berbagai penerapan kebijakan, termasuk untuk menganalisa dari sisi kedisplinan. Bupati menegaskan bahwa kedisiplinan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar.

Sementara itu, Plt. Kepala BKD Kabupaten Brebes, Dra. Lutfiatul Latifah melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes, Drs Atmo Tan Sidik menyampaikan bahwa saat ini ada 34 SKPD dilingkup Pemkab Brebes yang sudah terpasang mesin absensi elektronik. Dalam waktu dekat seluruh SKPD akan dipasang, termasuk kantor kecamatan. Sementara ini kantor kecamatan yang sudah terpasang adalah Kecamatan Brebes, Kecamatan Songgom, Kecamatan Jatibarang, Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Bulakamba.

Atmo juga menjelaskan bahwa dasar hukum penerapan mesin absensi sidik jari ini adalah PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
“Sanksinya jelas dan tegas terkait disiplin PNS,” ujar Atmo.

Mesin absensi sidik jari yang dimiliki Pemkab Brebes bekerja dengan sistem dual identification secara bergantian yaitu melalu proses pengenalan wajah atau dengan sentuh (sidik jari). Mesin ini memiliki kapasitas data pemakai hingga 7.500 sidik jari, 1.500 wajah serta waktu respon kurang lebih 1 detik. Data dari setiap mesin absensi ini juga terhubung langsung dengan server di BKD, sehingga analisa data pegawai akan lebih cepat dan akurat.

Launching mesin absensi elektronik ditandai dengan pemukulan gong dilanjutkan Bupati Brebes melakukan absen langsung didampingi Plt. Sekda, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda serta para Kepala SKPD dilingkup Pemkab Brebes.

”Saya harap dengan adanya mesin ini, disiplin pegawai kita akan bertambah baik sehingga pelayanan terhadap publik semakin meningkat dan profesional,” ujar Bupati sembari menekan ibu jarinya ke mesin absensi. (hms)
Wanasari (BKO)-- Festival band pelajar religi tingkat Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes berlangsung meriah. Sebanyak 11 grup band pelajar perwakilan dari Sekolah dan Desa Se Kecamatan tampil maksimal untuk menjadi yang terbaik.  Festival digelar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-59 dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ke-58.

Festival digelar Ahad (24/2) dihalaman gedung MWC NU Wanasari. Para Peserta membawakan laku wajib Mars IPNU-IPPNU dan lagu pilihan Surgamu, Tobat Maksiat, Insya Allah dan Tuhanku dalam durasi waktu maksimal 15 menit.

Ketua Panitia Bayu Murahman menjelaskan, digelarnya festival untuk menggali dan menampung bakat dan minat pelajar dalam dunia seni religi khususnya band. “Masih sedikit sekali pelajar yang menggeluti seni religi, sehingga perlu digalakan festival ini,” tuturnya disela kegiatan.

Selain festival, lanjutnya, juga digelar donor darah masal, bazar buku dan stand produk unggulan UMKM dari masing-masing ranting se Pimpinan Anak Cabang (PAC) Wanasari.

Setelah melalui penjurian sebagai pemenang juara 1 grup band Triple dari Sawojajar dengan niali 890, juara 2 grup band Astrea Four dari ranting  Kertabesuki nilai 855, Juara 3 grup band Zeendan dari Sawojajar nilai 850 dan Juara Favorit Grup Ranting IPNU Pesantunan. (hms)

Brebes (BKO)-- Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengingatkan kepada peserta Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (UKPPI) agar tidak menyepelekan ujian tersebut. Sebab, tidak secara otomatis lulus. Tetap melaui prosedur dan proses penilaian yang independent dari Badan Kepegawaian Provinsi Jawa Tengah.  Kesiapsiagaan peserta dengan belajar, sangat diperlukan dalam menempuh UKPPI.

Bupati menyampaikan hal tersebut pada saat pengarahan dan penyerahan Kartu Tes Peserta UKPPI di Pendopo Bupati, Jumat (22/2).

Menurutnya, kepangkatan ditempuh melalui jenjang yang pasti dan aturan perundangan yang berlaku. Termasuk penyesuaian ijasah, merupakan bagian dari  peningkatan karier dan sangat membantu peningkatan kinerja. “Dengan kenaikan pangkat, maka ada konsekwensi peningkatan kinerja, pelayanan dan tanggung jawab PNS,” ujarnya.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Brebes Dra Hj Lutfiyatul Latifah menjelaskan, Kabupaten mengirimkan sebanyak 190 orang peserta UKPPI.  Mereka terdiri dari peserta UKPPI tingkat I sebanyak 118 orang, UKPPI Tk II 45 orang, UKPPI Tk III 24 orang dan UKPPI Tk IV 3 orang. Para peserta berasal dari 27 SKPD yang meliputi Badan, Dinas, Sekretariat DPRD, Kantor, Camat dan Bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.

“Ujian akan berlangsung Kamis, 28 Februari di GOR Jatidiri Semarang,” kata Lutfiyatul.

Lutfiyatul menambahkan, diselenggarakannya kegiatan pengarahan oleh Bupati dikandung maksud sebagai upay meningkatkan pelayanan motivasi bagi PNS di lingkungan Pemkab Brebes. “Mudah-mudahan para peserta termotivasi dan mendapatkan nilai yang tinggi dan lulus 100 persen,” ungkapnya penuh harap. (hms)

Brebes (BKO)-- Ra'is 'Am jam'iyah Ahlu Thariqah al Mu'tabarah an Nahdiyah Habib Luthfi bin Ali bin Yahya menjelaskan, kemuliaan Nabi  Muhammad SAW seperti laut sedangkan kita sungai-sungainya.

Kita membutuhkan laut untuk mengalirkan hasrat keimanan dan kecintaan kita ke laut Nab, agar mendapat safaatnya. Kadarnya, tergantung besar kecilnya sungai hati kita dan yang bisa mengukur besar kecilnya adalah kita sendiri.

“Kita bersholawat kepada Nabi SAW adalah seperti sungai mengalirkan air ke laut, mengharap safaatnya,” tutur Habib Luthfi saat mengisi mauidlotul khasanah peringatan Maulid Nabi Masjid Al Munawaroh dan Khaul Kiai Anwar bin Kiai Munawar di Kaligangsa Kulon, Kec Brebes Rabu malam (21/2).

Sholawat, lanjutnya, itu sebagai alat untuk membuat besar kecilnya sungai. Kalau kita memakai peralatannya sekadar cangkul maka sungai yang dihasilkan kecil. Tapi kalau kita menggunakannya dengan alat besar seperti traktor tentu akan terbentuk sungai besar. Kita tak perlu ragu, sebab dengan makin besar alat atau sholawat, maka akan besar pula sungai yang kita buat.

“Jangan takut akan besar kecilnya rejeki, kalau kita memiliki sungai yang besar tentu di dalam sungai itu ada berbagai kandungan mineral rejeki,” paparnya.

Termasuk diciptakannya seisi bumi dan alam sekitarnya, diciptakan Allah SWT untuk membuktikan kalau Nabi Muhammad SAW sangat mulia. Karena seluruhnya bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Sangat aneh, kalau kemudian ada sekelompok orang mengharam-haramkan peringatan Maulid Nabi,” ujarnya tak habis pikir.

Ditanyakan Habib, pantaskah kita masuk surga kalau frekwensi ibadah kita berupa sholat sangat sedikit? Bila diasumsikan umur kita mencapai 60 tahun, maka sholat yang kita jalankan sholat hanya 270 hari.  Dalam sehari, paling banter kita sholat 5 menit bila dikalikan 5 maka ada 25 menit dalam sehari. “Untuk 1 tahun kita hanya 6 hari saja,” kata Habib.

Akibat minimnya ibadah kita, maka hanya satu harapan kita untuk memperoleh dispensasi nilai ibadah berupa safaat dari Nabi Muhammad SAW.

Sementara Pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah Luwungragi Brebes KH Subekhan Makmun menegaskan untuk menolak orang-orang yang mau membuat keonaran di bumi Indonesia. Kita wajib melindungi orang-orang maksum, bahkan orang-orang kafirpun kita lindungi sepanjang tidak berbuat dzolim.
Raisn Syuriah PC NU Brebes KH Aminudin Afif menandaskan pentingnya menjaga keamanan dan keimanan yang seimbang. Dia berseloroh kalau ingin aman ya ikut NU. “Amanu, Aman ya ikut NU,” tuturnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE yang juga Ketua Panitia Pengajian Maulid Nabi menyampaikan terima kasih atas kerja sama semua pihak dalam penyelenggaraan syiar Islam. Adanya persatuan dan kesatuan antara TNI, Polri, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan Warga menjadikan kehidupan beragama makin kokoh. “Mari kuat eratkan sendi-sendi kehidupan beragama kita,”  ajak Bupati. (hms)

Brebes (BKO)-- Pemukulan gong oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Rustriningsih, menandai  diresmikannya kampus  Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, berlokasi di Jalan Raya Klampok 3 (20/2). UMUS merupakan PTS baru di Jawa Tengah, menempati lahan yang cukup strategis di atas area tanah 21.000 m2.
Dalam kesempatan tersebut Rustri mengatakan, kehadiran UMUS sebagai PTS baru hendaknya dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, utamanya dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang handal.
“Kedepan, UMUS harus menjadi perguruan tinggi (PT) yang mampu menjawab tantangan sekaligus persoalan yang ada, dengan berkonsentrasi mengembangkan  penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” tegas Rustri.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti menandaskan, tolok ukur kualitas SDM adalah pendidikan. Sarana pendidikan di Kabupaten  Brebes seiring dengna perkembangannya sangat bagus, dari mulai pesantren hingga perguruan tinggi.   UMUS merupakan aset yang potensial dalam pengembangan SDM, sehingga keberadaannya perlu adanya  dukungan masyarakat setempat.
Sementara itu, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Prof. Achmad Jazidie dalam kesempatan yang sama menyatakan kekagumannya terhadap UMUS sebagai PTS baru yang memiliki fasilitas komplit.
“Luar biasa, baru kali ini saya menjumpai ada PTS yang baru berdiri langsung dilengkapi dengan  fasilitas yang luar biasa. Totalitas penyelenggaraan PT yang dipersiapkan UMUS, dapat dijadikan sebagai indikator adanya kesungguhan untuk menjadi PT  unggulan. Saya berharap, UMUS menjadi PT yang berwibawa dengan tidak melakukan penyelenggaraan kelas jauh”, papar Prof. A. Jazidie.
Pada akhir acara diisi orasi ilmiah oleh Dr. Muhadi Setiabudi selaku Ketua Yayasan UMUS. (bko)
Salem (BKO)-- KKN Tematik Posdaya yang dikembangkan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, yang dilaksanakan di Kecamatan Salem sejak tanggal 17 Januari 2013 Kamis Pagi tadi resmi ditutup.


Penutupan KKN dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Ekbang Ir. Budhiarso Dwi hartono, dekan fakultas ekonomi Unsoed, camat salem serta jajaran Bappeda Kabupaten Brebes serta seluruh Mahasiswa Unsoed peserta KKN Posdaya.

Ir. Budhiarso Dwi Hartono yang membacakan sambutan Bupati Brebes mengatakan kegiatan KKN Posdaya yang dilakukan Mahasiswa Unsoed Purwokerto dirasa sangat bermanfaat bagi masyarakat dan membantu Pemerintah kabupaten Brebes dalam meningkatkan kemandirian warga khususnya dikecamatan salem.

Lebih lanjut dikatakan Pemerintah Kabupaten Brebes juga masih terus berharap dimasa mendatang masih menjadi tempat tujuan dilakukanya KKN tematik posdaya mahasiswa Universitas Jendral Soedirman (UNSOED) Purwokerto.

Sementara itu Dekan Fakultas Ekonomi UNSOED DR. Pramono Haryadi selaku penanggung jawab KKN mengucapkan banyak terimakasih kepada Jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes serta semua pihak yang terkait atas bantuan dan sambutanya yang diberikan kepada para mahasiswa peserta KKN, serta memohon maaf yang sebesar besarnya atas segala tingkah laku para mahasiswanya yang mungkin tidak berkenan dan dianggap kurang sopan, mengingat mereka masih muda dan belum terbiasa dengan adat dan kebiasaan masyarakat sekitar tempat KKN.

Acara penutupan tersebut juga sekaligus menandai berakhirnya kegiatan KKN Tematik Posdaya bagi 37 mahasiswa Unsoed yang dimulai sejak 17 Januari 2013 lalu. Hadir pada kegiatan KKN tematik Posdaya UNSOED di Kecamatan Salem ditandai dengan digelarnya Bazar prodak kreasi Mahasiswa serta hiburan bagi Masyarakat sekitar. (hms)

Brebes (BKO)-- Paguyuban Sekartantri yang merupakan wadah berkumpulnya mantan Karyawati di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Brebes Rabu (13/02) pagi tadi merayakan Hari jadinya yang ke 4 Tahun di Pendopo Kabupaten Brebes. Perayaan HUT Sekartantri dilaksanakan secara sederhana yang dikemas dalam acara pertemuan rutin dan silaturahmi bersama sesepuh pemerintah Kabupaten Brebes.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, Ketua TP PKK Kabupaten Brebes Ny. Narjo, Ketua, pengurus serta seanggota sekartantri Kabupaten Brebes. Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE dalam kesempatan tersebut mengucapkan Selamat Ulang tahun yang ke empat semoga tambah maju dan berkembang serta seluruh anggotanya diberikan kesehatan, kelancaran rizki serta umur yang panjang dan tetap semangat.

Bupati juga berharap para anggota sekartantri yang kesemuanya sudah dibilang tidak muda lagi harus dapat menjaga kondisi badanya biar terus sehat dengan salah satunya rutin melakukan olahraga. Selain itu sebagai paguyuban yang didalamnya terdapat orang orang yang telah berpengalaman sekartantri dimohon ikut berperan serta memberikan saran dan masukanya didalam segala aspek Pemerintahan demi terwujudnya Brebes yang maju dan lebih baik.

Diahir sambutanya Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE mengajak semua anggota paguyuban sekartantri untuk ikut mensosialisasikan program Keluarga Berencana (KB) dua anak lebih baik, kepada lingkungan sekitar, dimanapun dan dalam kesempatan apapun sehingga pertumbuhan penduduk di Kabupaten Brebes pada khususnya dapat diminimalisir serta ditekan.

Peringatan Hari jadi paguyuban sekartantri yang ke empat tahun sendiri ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE yang kemudian diserahkan kepada ketua paguyuban sekartantri Kabupaten Brebes. (humas)

Bumiayu (BKO)-- Setelah dilakukan pemungutan suara dalam Pilkades di 37 desa di wilayah Brebes Selatan, atau di enam kecamatan. Ada yang kalah dan ada yang menang.
Inilah para kades terpilih di wilayah Brebes selatan 2013-2018 :


Kecamatan Bumiayu: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Dukuhturi, Amrozi. 
  1. Kalisumur, Mutholib. 
  1. Kalinusu, Khaeroni. 
  1. Pruwatan, Maskuro. 
  1. Pamijen, Zaenal Arifin. 
  1. Langkap, Mutholib. 
  1. Bumiayu, Dwi Hari Basuki.


Kecamatan Tonjong:  Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Tonjong, Maksudi. 
  1. Linggapura, Zaenal Asikin. 
  1. Rajawetan, Siswo. 
  1. Kalijurang, Tarsun

Kecamatan Sirampog: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Benda, Naghib Sodik. 
  1. Manggis, Dzakir. 
  1. Kaliloka, Nanang. 
  1. Malayang, Azhari. 
  1. Kaligiri, Rosidin. 
  1. Sridadi, Giyanto. 
  1. Igirklanceng, Agus. 
  1. Dawuhan, Iwan. 
  1. Plompong, Fatoni

Kecamatan Paguyangan: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Pandansari, Kabdo. 
  1. Taraban, Imam mahdi. 
  1. Wanatirta, Sunu. 
  1. Kretek, Akhya. 
  1. Pagojengan, Suwito. 
  1. Cipetung, Sutrisno

Kecamatan Bantarkawung :Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Pangebatan, Irham Farisi. 
  1. Kebandungan, Wirsad.
Kecamatan Salem: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Banjaran, M. Nasikhin. 
  1. Salem, Kodar Ishadi. 
  1. Ciputih, Slamet B. 
  1. Windusari, Nurudin. 
  1. Gandoang, Warkono. 
  1. Capar, Tarcim

Catatan: Desa Ciomas dan Legok di Kecamatan Bantarkawung yang pelaksanaan Pilkadesnya masih ditunda. (BagPemdes)

Brebes (BKO)- DPC Partai Gerindra Kabupaten Brebes menggelar revolusi putih atau gerakan minum susu. Kegiatan tersebut bersamaan dengan hari ulang tahun Gerindra yang kelima dengan mengunjungi panti wredha Purbo Juwono di Desa Klampok Kecamatan Wanasari dan ke panti asuhan Muslimat Kauman Brebes.

Bersama dengan ratusan anak yatim pengurus Gerindra meminum susu bersama-sama sebagai intsruksi gerakan revolusi putih yang dihimbaukan oleh pembina, Prabowo Subijanto.
           
"Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun Partai Gerindra kelima, kami ingin berbagi rasa, berbagi kasih dan berbagi nasib dengan lingkungan yang kurang beruntung," kata Ketua DPC Partai Gerindra Kabupate Brebes, Ahmad Mustaqqin.

Gerakan untuk minum susu atau revolusi putih ini sudah lama digencarkan oleh jajaran partai baik di daerah maupun pusat. Sebab, kebiasaan baik itu mulai ditinggalkan masyarakat padahal sangat penting. Dengan gerakan revolusi putih, diharapankan dapat memperbaiki dan meningkatkan gizi masyarakat, khususnya generasi mendatang agar bangsa lebih kuat bersaing dengan negara lain. 


"Generasi yang akan datang haruslah generasi yang kuat, sehat dan cerdas, agar bisa memenangkan persaingan di era globalisasi. Karena itu kepada mereka sedini mungkin sudah harus dibiasakan minum susu, agar tidak tertinggal dari negara-negara lain," katanya. (bko1)

Brebes (BKO) – Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Komisariat Brebes Kamis (31/01) menggelar olimpiade sejarah Indonesia untuk siswa – siswi SMA/ MA/ SMK se-eks karesidenan Pekalongan Barat. Kegiatan yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Brebes Narjo, diikuti 57 siswa dari 20 sekolah.

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wabup menyampaikan pentingnya mengetahui dan mempelajari sejarah, khususnya bagi generasi muda. Istilah Jas Merah (Jangan sekali-kali melupakan sejarah) yang sering disampaikan oleh presiden Sukarno adalah pesan konkret untuk generasi penerus agar selalu ingat pada sejarah.

Melalui sejarah, kita akan mampu memahami dan mengerti betapa sulitnya perjuangan yang harus dilakukan oleh para pejuang pendahulu untuk mendirikan negara Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Perjuangan mesti dilalui dengan mengorbankan jiwa raga, tetesan darah dan air mata.

“Sejarah adalah refleksi perjuangan bangsa dalam melalui masa-masa penuh tantangan. Kita harus ingat bahwa negara ini ada, bukan karena pemberian penjajah, negara ini ada hanya dengan ridho Allah melalui perjuangan tanpa kenal lelah dari seluruh rakyat Indonesia “ kata Bupati.

Lebih jauh Bupati menyampaikan dukungan, apresiasi dan penghargaan yang tinggi pada jajaran pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) atas terlaksananya kegiatan ini. 

“Yang paling utama saya harapkan dari hasil kegiatan ini adalah bukan menang atau kalahnya dalam persaingan lomba, namun kesadaran siswa akan pentingnya pengetahuan sejarah dapat terus meningkat. Kearifan kita sebagai bangsa tercermin dari sikap kita dalam menghargai  jasa dan perjuangan para pahlawan ” tutup Bupati. (hms) 

Brebes (BKO)-- Hotel Kencana Brebes adalah milik Pemda Brebes tapi dianggap kurang produktif menyumbang pendapatan daerah. Tahun 2013 ini, hotel yang terletak di Jalan Gajah Mada Brebes itu akan diserahkan pada pihak ketiga.

"Sudah ada investor yang membicarakan masalah pengelolaan hotel kencana. tahun ini memang sudah diagendakan untuk diswastakan," kata Kepala Bappeda Kab Brebes Joko Gunawan waktu acara Musrenbang di islamic center, Rabu 30/1/2013.

Kabar itu rupanya bukan isapan jempol. Sekarang pengelolaan hotel kencana sudah dialihkan dari Dinas Pariwisata kepada Bagian Aset Daerah Sekda Brebes. Tapi peralihan ini ada yang protes karena dianggap tidak sesuai teknis.  Hotel Kencana merupakan pengelolaan teknis dan harus ditangani oleh instansi teknis. "Kalau bicara aset, tidak hanya hotel saja yang menjadi aset daerah. Pantai Randusanga Indah juga sama, dan sudah tepat jika dibawah naungan Dinas karena sifatnya teknis, tupoksinya janggal dan terkesan dipaksakan. Kalau Bagian itu fungsinya koordinatif, bukan teknis". (bk01)

Guna mengetahui dan mengoreksi sejauh mana pencapaian kinerja yang telah dilakukan oleh Puskesmas dalam hal pelayanan Kesehatan bagi masyarakat dikabupaten Brebes selama Tahun 2012, Selasa (22/1) pagi tadi Dinas Kesehatan Menggelar Rapat Kordinasi (RAKOR) yang di ikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas Se- Kabupaten Brebes. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Brebes Narjo, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Dr. Sri Gunadi Parwoko, M.Kes.

Wakil Bupati Brebes Narjo yang membacakan sambutan Bupati Hj.Idza Prianti, SE mengatakan  salah satu indikator penting dalam pembangunan adalah IPM (indeks pembangunan manusia) yang terdiri dari, indeks ekonomi (pendapatan riil per kapita), indeks pendidikan (angka melek huruf dan lama sekolah) dan indeks kesehatan (umur harapan hidup waktu lahir).

Indikator IPM bidang kesehatan adalah umur harapan hidup (UHH). UHH  merupakan tolok ukur pembangunan kesehatan yang secara makro dipakai sebagai standar global untuk mengukur derajat kesehatan penduduk di suatu wilayah pada periode tertentu. di tingkat kabupaten Brebes, secara makro derajat kesehatan penduduk di suatu wilayah yang salah satunya diukur dari capaian usia harapan hidup (UHH) terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2004 UHH tercapai sebesar 65,5 tahun, pada tahun 2008 tercapai 67,08 tahun dan tahun 2009 tercapai 67,37 tahun. Namun demikian, angka yang dicapai di tiap tahun seringkali fluktuatif, yang berarti masih sangat diperlukannya kebijakan pemerataan jangkauan pelayanan kesehatan yang berkualitas secara konsisten dan berkelanjutan.  Peran serta aktif seluruh elemen masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatanpun sangat diperlukan, utamanya peran organisasi kemasyarakatan.

Lebih lanjut dikatakan Salah satu tujuan utama pembangunan kesehatan yakni angka kematian bayi dan angka kematian ibu bersalin semakin menurun. Pada tahun 2011 angka kematian ibu di kabupaten brebes sebesar 34 kasus dan angka kematian bayi yakni sebesar 313 kasus. Untuk itu, dari segi pelayanan kesehatan perlu mendapat perhatian yakni pentingnya upaya pencegahan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,  petugas kesehatan harus lebih proaktif menyuarakan informasi tentang kesehatan kepada masyarakat.

Bupati juga mengatakan bahwa permasalan kesehatan tidak akan terselesaikan jika hanya ditangani oleh dinas kesehatan dan jajarannya saja, namun perlu keterlibatan satuan kerja lainnya, utamaya peran serta masyarakat. Selama ini pembangunan kesehatan di kabupaten brebes telah mencapai beberapa keberhasilan dalam beberapa aspek seperti peningkatan prosentase pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, peningkatan prosentase penderita DBD, cakupan imunisasi bayi dan anak di tingkat desa. Namun kabupaten brebes juga menghadapi banyak masalah kesehatan yang harus ditangani dan dibenahi, seperti masih tingginya kasus kematian bayi dan ibu melahirkan, meningkatnya jumlah penderita TBC, HIV/AIDS dan penderita kusta, terbatasnya jumlah tenaga bidan, dokter, para medis, juga sarana dan prasarana kesehatan.
Oleh sebab itu, kegiatan rakor kesehatan ini merupakan media koordinasi konsultasi dan komunikasi antara puskesmas selaku memberi pelayanan kesehatan, para pelaku kesehatan dengan dinas kesehatan yang mengurusi bidang kesehatan. Tujuan utama pemberi pelayanan kesehatan yakni, dapat memperpanjang masa hidup bagi setiap orang yang tinggal di kabupaten brebes.

Disamping membacakan sambutan Wakil Bupati Brebes Narjo juga menyampaikan permohonan Maaf atas ketidak hadiran Hj. Idza Prianti, SE dalam acara tersebut mengingat Bupati Brebes menghadiri acara lain yang tidak dapat diwakilkan. (hms)


Brebes – Upaya serius pemerintah Kabupaten Brebes dalam membantu Usaha Kecil Menengah untuk mempromosikan dan membantu pemasaran hasil IKM/UKM khususnya produk kerajinan unggulan dibuktikan secara konkret dalam gelar Bazar yang dilaksanakan di halaman depan kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Brebes, Kamis (17/01).
Ketua Dekranasda Brebes Drs. H. Warsidin mengatakan, Bazar yang dilaksanakan dalam rangkaian hari jadi Brebes ke-335 ini , juga  menjadi media dalam menarik minat masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai produk lokal. Bazar produk unggulan daerah tahun 2013 ini sedikitnya akan di ikuti oleh IKM/UKM binaan kecamatan se-kabupaten Brebes sebanyak 23 stand IKM/UKM.
Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE yang hadir dan meresmikan langsung pembukaan kegiatan bazaar ini menyampaikan pemerintah terus bekerja keras membantu para pelaksana usaha kecil menengah agar mampu berdikari dan mandiri dalam mengelola kegiatan usahanya.
“ ekonomi kerakyatan kami yakini akan mampu membawa dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Bukan hanya bagi para pelaku usaha, namun juga warga masyarakat sekitar, yang ikut bekerja disektor ini sehingga banyak tenaga kerja produktif yang mampu diserap “, kata Bupati.
Pada bagian lain Bupati menyampaikan, selama ini banyak produk lokal daerah yang dibuat dan berasal dari Brebes namun ketika dibeli di pasaran sudah diberi label daerah lain. Hal ini sangat disayangkan, karena sebenarnya Brebes memiliki potensi ekonomi yang demikian besar.
“ Untuk itu saya berharap, dengan dilaksanakannya gelar produk di bazar ini, setidaknya mampu  membantu promosi ke masyarakat sehingga masyarakat akan lebih mengenal produk daerahnya. Mari kita mulai dari diri kita sendiri. Cintai dan bangga dengan produk daerah “, imbau Bupati.
Dalam gelar bazar ini diantaranya dipamerkan produk batik salem, aneka makanan olahan dari rumput laut, telor asin Brebes serta makanan kecil dan jajanan khas Brebes. Bupati dalam kesempatannya meninjau dan melihat langsung stand bazar, juga membeli sejumlah produk yang ditawarkan dan mengajak pada seluruh kepala SKPD yang hadir untuk ikut membeli.