BREBES (BKO)- Angka Harapan Hidup menjadi salah satu indikator kemajuan sebuah negara, karena  menunjukkan  tingkat  kesehatan negara tersebut. Di Kabupaten Brebes, terdapat 800 ribu lansia dari  1,7 juta atau usianya berada di kelompok usia lebih dari enam puluh lima tahun.

Angka harapan hidup telah mencapai 67,37 tahun. Meski demikian, bukan sekedar capain angka yang kita inginkan namun lebih dari itu, justru kualitas hidup mereka yang perlu diperhatikan.

Mencapai lanjut usia (lansia), bukanlah menjadi manusia terbuang tetapi mampu berkarya dan berjuang untuk mencapai kesejahteraan bersama.  Oleh karena itu, kualitas hidup lansia perlu diperhatikan agar kehidupan lansia selalu sehat sejahtera di hari tua.

Demikian disampaikan Ketua Komisi Daerah (komda) lansia Kab Brebes Narjo saat menyampaikan sambutan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE pada pelantikan pengurus komda lansia Kab Brebes di gedung DPRD Brebes, kamis (18/12). Pengurus Komda Brebes periode 2014/2018 masih terlihat tokoh-tokoh lama seperti H Soewardi Wirjaatmadja SH, Sudarmo, Subagyo dan lain-lain. Dalam kesempatan tersebut mereka mengulang janji untuk setia menjadi pengurus Komda Lansia Kab Brebes.
Keberadaan lansia, perlu mendapat perhatian yang maksimal khususnya penyediaan berbagai infrastruktur yang ramah terhadap lansia. Di Brebes belum banyak loket khusus lansia, trotoar, toilet umum maupun fasilitas lain yang ramah lansia. ”Komda Lansia hendaknya dapat membantu pemerintah mewujudkan pembangunan yang bukan hanya pro job, pro poor, pro environment dan pro growth saja, melainkan juga pro ageing,” terangnya.

Narjo menyadari bahwa para Lansia di masa mudanya telah berkontribusi pada pembangunan di Kabupaten Brebes melalui berbagai sektor. ”Sudah selayaknya kini pemerintah berkewajiban untuk mendukung dan memberi perhatian pada para lansia.” tandasnya. (bko1)

berita seputar brebes terkini, brebes, terheboh #brebes
Aktivitas penghuni PA Muslimat NU Brebes
BREBES (BKO) Mengelola panti asuhan yang nota bene lembaga nirlaba yang bisa bertahan hingga puluhan tahun lamanya boleh dibilang sangat melelahkan. Namun dengan didasari keimanan yang kuat dan daya juang yang kokoh bisa tetap bertahan bahkan makin maju. Seperti yang dialami oleh panti Asuhan Putra Muslimat Brebes, mampu bertahan hingga 62 tahun dan makin maju.

“Niat kami memenuhi perintah Allah SWT seperti yang tercantum dalam Surat Al Ma'un,” kata Ketua Yayasan Putera Muslimat Panti Asuhan Putra Muslimat Brebes H Chumaedi Zahri, disela perlombaan dalam rangka Perihatan Hut Panti Asuhan ke-62 di panti setempat, jalan H Agus Salim No 42 Kauman Brebes, Senin (15/12).

Chumaedi beserta pengurus lainnya sepakat untuk menitahkan perintah Al Quran Al Ma'un ayat 1-3, “Tahukah kamu orang yang mendustakan Agama, itulah orang yang menghardik anak  yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin”.

Dengan berpegang teguh pada tuntunan diatas, lanjutnya, Panti Asuhan Putera Muslimat Brebes ingin mewujudkan sumber daya manusia professional dibidang keahlian sesuai bakat dan kecakapan, serta ketrampilan yang mampu menghadapi masa depan yang cerah dan bergairah.

Dengan jalan membentuk generasi Panti Asuhan yang berkualitas, yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, serta mampu mengembangkan diri secara berkesinambungan dan berkelnjutan.

Menyiapkan generasi muslim yang trampil dibidang keahlian masing-masing yang kelak mampu mandiri dan bisa bersaing dilapangan kerja.

Menjadikan Panti Asuhan Putera Muslimat Brebes sebagai wahana amal sholeh kaum muslimin untuk berpeduli terhadap masa depan yang gemilang bagi anak-anak yatim, yatim piatu, anak pra sejahtera dalam mencapai ridla Allah. “Alhamdulillah saat ini kami mengasuh 22 anak putra dan 28 anak putrid,” tandasnya.

Hari kelahiran Panti Asuhan Putera Muslimat Brebes yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember tersebut, rencananya akan diadakan resepsi di Panti setempat. Namun sebelumnya telah digelar berbagai kegiatan antara lain Lomba Tahfidz Al Quran, Lomba Kultum, Tenis Meja. Memasak dan Kerapihan Kamar. “Lomba yang diperuntukan bagi penghuni panti tersebut telah berlangsung dari 3-15 Desember,” tuturnya.

Selain itu, digelar bakti sosial bagi 30 orang janda fakir miskin, masing-masing diberikan 1 Dus Mie Instan dan 2 Kg Beras. Sedangkan tasyakuran hari jadi akan digelar pada Ahad, 21 Desember mendatang.

PA Putra Muslimat sejak berdiri 22 Desember 1952 hingga 2014 selalu dipimpin oleh pengasuh wanita. Hanya periode ini saja dipegang oleh seorang lelaki. Berturut-turut PA Putra Muslimat dipimpin Hj Khuriyah Muchlas (1952-1974), Hj Wapinah Efendi (1975-1979), Hj Khoridah Umar Khatab (1980-2007), Hj Khozanah Masyruti (2008/2012) dan H Chumaedi Zahri (2012-2017). (bko1)

Tiga pecatur asal Brebes yang berlaga di Malaysia

BREBES (BKO) - Dua Pecatur asal Kabupaten Brebes berhasil memperoleh gelar internasional dalam Kejuaraan Johor International Chess Open di Malaysia, kemarin. Selain berhasil mengharumkan nama Brebes, keduannya juga mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional tersebut. Apalagi, kedua pecatur itu berhasil mendokrak rekor pribadinya.

Kedua pecatur tersebut adalah Master Nasional (MN) Ediyanto dan Master Nasional (MN) Sufian. Mereka turun di nomor klasik perorangan dengan memperoleh elorating masing-masing 2.368 dan 2.388. Atas raihan tersebut, keduanya kini berhak menyandang gelar internasional, Fide Master (FM).

"Turnamen di Malaysia itu diikuti pecatur dari 40 negara di Asia maupun Eropa, yang digelar mulai 30 November sampai 6 Desember. Brebes menjadi wakil Indonesia mengirim 3 pecaturnya, yaitu MN Ediyanto asal Klampok, MN Sufian, warga Kaligangsa Wetan dan MN Andreas warga Kelurahan Brebes. Dua dari mereka berhasil dan satu gagal," ungkap Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Brebes, drh H Jhoni Murahman, Jumat (12/12).

Dia mengatakan, dalam kejuaraan tersebut, satu pecatur nasional kelahiran Brebes lainnya, yakni Master Nasional Andreas Susanto belum mampu meraih target karena perolehan poin masih di bawah lawan-lawannya. Meski demikian, pihaknya mengaku bangga karena mampu berpartisipasi dan berprestasi dalam level dunia.  "Ini sesuai motto dan semangat kami, Percasi Brebes terus akan tambah bener, tambah pinter dan tambah master," tandasnya. (BKO-5)
berita brebes hari ini, berita terheboh, brebes
BREBES (BKO)- Sebanyak 500 lebih anggota Banser yang tergabung dalam Ikatan Motor Banser Indonesia (IMBI) Bansor-Ansor Kabupaten Brebes disiagakan dalam kegiatan Idul Khotmi Lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad Tijani RA Ke-222 Tahun 2014 Tingkat Nasional di Jatibarang Brebes Jawa Tengah. Mereka ditempatkan diberbagai titik strategis demi terwujudnya keamanan, kenyamanan, pelayanan dan lancarnya arus lalulintas penyelenggaraan Idul Khotmi.

Demikian disampaikan Panglima IMBI Banser Kabupaten Brebes Ahmad Ikhwan di area kegiatan Idul Khotmi, di Ponpes Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes, Jumat (12/12).

Mereka, lanjut Ikhwan, telah dipersiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan dengan berbagai pembekalan. Dari 500 anggota Banser akan ditempatkan di 11 dititik pos utama, 10 pos pendamping dan 6 pos luar. “Keenam pos luar berada di Pertigaan Maribaya Kab Tegal, Stasiun Besar Kota Tegal, Pertigaan Klonengan Kab Tegal, Pertigaan BRI Cabang Brebes, Alun-alun Brebes dan Tol Exit Pejagan,” papar Ikhwan.

Untuk menjaga kebugaran para anggota IMBI Banser, mereka bekerja secara bergilir dengan tidak meninggalkan sholat dan dzikir ditempat. “Yang jelas, misi utama kami adalah menolong para ulama dan masyarakat pada umumnya,” tandas Ikhwan.

Idul Khotmi yang merupakan hari bagi penganut Tariqat At Tijaniyah tersebut bakal digelar pada 12, 13 dan 14 Desember dihadiri lebih kurang 20 ribu orang perwakilan dari seluruh penjuru Nusantara. “Bahkan peserta dari luar negeri juga sudah berdatangan antara lain dari Prancis, Inggris, India, Maroko, Saudi Arabia, Tunisia, Al Zajair, Malaysia dan Brunei Darussalam,” ungkapnya.

Info soal kegiatan itu disini (bko1)
berita brebes, berita hari ini, berita terhebohBREBES (BKO)- Idul Khotmi Lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad Tijani RA Ke-222 Tahun 2014 Tingkat Nasional kembali digelar di Jatibarang Brebes Jawa Tengah. Perayaan serupa pernah digelar dengan sukses di Jatibarang pada 1984 dan 2008.

Pengasuh Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul KH Syeh Soleh Basalamah yang juga Muqaddam At Tijaniyah menjelaskan, Idul Khotmi lil Qutbil maktum Syeikh Ahmad At-Tijani adalah tradisi tahunan yang biasa diadakan sebagai perayaan murid tijaniyah. Tradisi ritual yang dilaksanakan dalam rangka hari pengangkatan Syekh Ahmad al-Tijani sebagai wali Khatm dan atau al-Quthb al-Maktum. Idul Khotmi diadakan setiap tanggal 18 Shafar; Idul Khotmi merupakan puncak ijtima' kaum thariqat tijaniyah seluruh Indonesia. Idul Khotmi menjadi bersifat nasional, dilaksanakan berdasar restu sesepuh muqaddam tingkat nasional. Idul Khotmi diadakan secara bergiliran di tempat-tempat yang ada di Indonesia.

Tradisi ini untuk pertama kalinya secara berturut-turut diadakan di Desa Betoyo Kec. Mayar Kab. Gresik Jawa Timur, yakni pada tahun 1979 M., tahun 1980 M., tahun 1981 M. Untuk selanjutnya tradisi ini dilaksanakan secara bergiliran di kota-kota di Jawa Timur, Jawa Tengah Jawa Barat bahkan di Kalimantan Selatan dan Pulau Bali.

Tahun 2014 ini acara Idul khotmi akan digelar di Jatibarang Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Untuk mensukseskannya, antara lain Panitia menyedian 1200 rumah warga sebagai home stay para bagi ikhwan (peserta) luar daerah. Rumah tersebut disediakan untuk penginapan sekaligus menyediakan konsumsi gratis bagi ikhwan.

“Warga sangat antusias walau hanya diberi subsidi Rp 10 ribu per ikhwan,” terang Ketua Panitia Idul Khotmi Afifullah, di sela kegiatan Jumat (12/12).

Dari 1200 rumah tersebut, lanjutnya, berada di seluruh wilayah Kecamatan Jatibarang, Sehingga tidak memberatkan panitia dalam hal transportasi. Warga mengaku sangat senang ditempati para tamu dari seluruh penjuru nusantara karena dipercaya bisa mendatangkan barokah dikemudian hari. Sedangkan untuk para Muqadam dan Masayih di Hotel Anggraeni Jatibarang. “Mereka yang ditempati, mayoritas sangat bangga bahkan sebagian banyak yang minta rumahnya dijadikan home stay karena dipercaya bakal mendapat barokah dari Allah SWT,” tutur Afif.

Idul Khotmi yang merupakan hari bagi penganut Tariqat At Tijaniyah tersebut bakal digelar pada 12, 13 dan 14 Desember dihadiri lebih kurang 20 ribu orang perwakilan dari seluruh penjuru Nusantara. “Bahkan peserta dari luar negeri juga sudah berdatangan antara lain dari Prancis, Inggris, India, Maroko, Saudi Arabia, Tunisia, Al Zajair, Malaysia dan Brunei Darussalam,” ungkapnya.

Selama tiga hari, mereka bakal mengikuti agenda utama berupa Halalah (Dzikir rutin Thariqat Tijaniyah pada Jumat  Sore (12/12) di Masjid Mujahidin Jatibarang Kidul, Mushola Baitussaadah di Jatibarang Lord an di Zawiyah Kemiriamba.

Pada Sabtu (13/12) ada Halaqah (seminar) Muqodam di gedung Serbaguna Al Ittihad, Seminar Penanggulangan ISIS bagi pengikut Attijaniyah di Ponpes Darrusalam Jatibarang Kidul. Terus Chalwat (Dzikir), Manaqib Qubro dan Istighosal di Masjid Al Ittihad di Jatibarang Lor. Juga digelar Parade Rebana 23 grup dan atraksi Ikatan Motor Banser Indonesia (IMBI).

Puncak kegiatan berupa pengajian akbar pada Ahad di Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, dengan pembicara dari PBNU KH Mustafa Aqil Siradj, Rois Am JATMAN Habib Lutfie bin Ali Yahya, Sayid Tohir At Tijani dari Maroko dan Dr Redigenun Muqodam dari Al Zajair. (bko1)

berita-brebesBrebes (BKO) >> Angka Kematian Ibu (AKI) karena hamil, melahirkan, dan nifas di Jawa Tengah mengalami fluktuatif. Namun trennya terus naik, tercatat sejak tahun 2010 AKI sebesar 104,42 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH), tahun 2011 naik lagi menjadi 116,01/100.000 KH dan tahun 2012 juga naik menjadi 116,33/100.000 KH. Sebagai penyumbang tingginya AKI tersebut, adalah lima Kabupaten yakni Brebes, Pemalang, Kab Tegal, Banyumas dan Kota Semarang.

Padahal, Pecepatan penurunan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang diamanatkan dalam MDGs harus mencapai 100/100.000 KH pada tahun 2015. “Artinya, harus ada upaya-upaya konkrit untuk percepatan penurunan AKI dan AKB, khususnya di Kabupaten Brebes,” kata Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan yang disampaikan Kabid PUG dan KHP Dra Hj Farikha saat membuka Penguatan Kelompok Kerja Tetap (Pokjatap) Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) di Hotel Riez Tegal, (19/3).

Menurutnya, penyebab kematian Ibu masih bersifat klasik seperti adat istiadat, jumlah penduduk, pelayanan kesehatan yang belum optimal dan kondisi geografis. Selama ini, penanganan yang difokuskan baru sebatas pada pelayanan kesehatan. “Penyebab kematian ibu langsung yakni  Eklamasi/Hipertensi, Perdarahan dan Infeksi sudah mendapatkan pelayanan yang prima,” ujar Farikha.

Sedangkan faktor penyebab non medis belum mendapatkan perhatian yang memadai, seperti budaya tentang pengambilan keputusan, rendahnya pendidikan atau pengetahuan ibu, belum berjalannya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dan rendahnya perhatian suami terhadap kesehatan ibu.

Kata Farikha, strategi yang perlu dilakukan untuk menurunkan AKI yaitu dengan melakukan pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender. Realisasinya, dengan mengadakan penguatan Pokjatap GSIB. Dengan penguatan ini, diharapkan bisa menjadi evaluasi pelaksanaan gerakan sayang ibu dan anak, meningkatkan kapasitas Pokjatap GSIB dan menggerakan seluruh SKPD terkait dan stakeholder untuk percepatan penurunan AKI. (hms)

Brebes (BKO)->> Meroketnya harga bawang merah hingga menembus angka Rp 40 ribu perkilogram di tingkat petani Brebes dinilai akibat ketidakkonsistenan Pemerintah dalam menjalankan kebijakan yang dibuat sendiri. Demikian disampaikan Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Brebes, Ir Masrukhi Bachro.



"Stok bawang merah di Brebes saat ini benar-benar kosong, maka wajar harganya tak terkendali karena Brebes adalah sentra penyuplai terbesar di Indonesia. Tapi jangan salahkan petani tidak menanam bawang juga. Yang terjadi petani bawang merah di Brebes sendiri saat harga tengah seperti saat sekarang tidak sepenuhnya menikmati harga," kata Masruchi, Rabu (13/3).

    Menurutnya, kelangkaan bawang merah yang terjadi saat ini dianggap bagian dari ketidakjelian Pemerintah dalam membaca kondisi. Selain juga tidak konsisten dalam menjalankan regulasi dan kebijakan yang telah dibuat sendiri.

    "Maksud saya, ada satu instrumen kebijakan tidak dijalankan, misalnya kenapa saat kemarin-kemarin panen raya tapi kran impor dibuka lebar hingga harga jatuh dan merugikan petani. Saat panen raya tidak harusnya pemerintah tidak perlu melakukan impor, dan di saat tidak ada barang maka diperbolehkan."

    Pemerintah juga dinilai tak mampu mengantisipasi kelangkaan dan kekosongan yang berkepanjangan. Jika sejak Januari ada gejala petani yang menanam tidak banyak, Pemerintah mestinya tanggap menjalankan regulasi impornya. "Saya pikir apakah Pemerintah sekarang sangat hati-hati membuka kran impor bawang merah dari luar, ini karena trauma dengan kasus yang terjadi pada impor daging sapi beberapa waktu lalu," tanya Masrukhi.

    Dia berpendapat, kebijakan impor terus menerus bukanlah hal yang baik untuk mencukup kebutuhan nasional. Menurutnya, Pemerintah masih punya banyak cara untuk melakukan swasembada, termasuk untuk komoditas bawang merah ini. Seperti halnnya dengan fasilitas untuk perluasan area penanaman bawang ke banyak daerah. "Ekspansi penanaman ini perlu. di saat sentra Brebes tengah tidak musim bawang. Kebutuhan kan bisa dicukupi daerah daerah ekspansi itu sampai tidak sampai kosong begini."

    "Kalau negara yang ingin berdikari, seharusnya pemerintah bisa mengkaji potensi wilayah yang berpotensi untuk dibudidayakan bawang merah saat daerah sentra bawang merah kosong pasokan," tutup dia. (bko1)

BrebesOnline (BKO) -- Inilah hasil Pemilihan kepala desa serentak di 52 desa di wilayah utara Kabupaten Brebes, yang meliputi 5 kecamatan pada Selasa (20/2) lalu. Kades terpilihnya adalah:





Kecamatan Brebes :

  • Desa Sigambir - Kades Terpilih- Waluyo
  • Padasugih- Kades Terpilih- Sugiharto
  • Pemaron- Kades Terpilih- Haris Risdiyanto
  • Banjaranyar- Kades Terpilih- H Kadim Efendi
  • Kedunguter- Kades Terpilih- Pramono
  • Randusanga Kulon - Kades Terpilih- H Maryoko
  • Randusanga Wetan- Kades Terpilih-Amir Mahmud
  • Kaliwlingi - Kades Terpilih- Kohar


Kecamatan Wanasari:



  • Sisalam- Kades Terpilih- Darwinto
  • Sidamulya- Kades Terpilih- Mulyanto
  • Sigentong - Kades Terpilih- Rustono
  • Lengkong - Kades Terpilih- Karsito
  • Dukuhwringin- Kades Terpilih-Soleman HM
  • Kupu- Kades Terpilih-H Tobari
  • Sawojajar- Kades Terpilih-Suwandi
  • Siwungkuk, Sudiono
  • Wanasari, Eko Ari Surono
  • Pesantunan, Muro'i
  • Klampok, Sukwid


Kecamatan Bulakamba:

  • Luwungragi, Rohali
  • Siwuluh, A Fauzi
  • Banajaratma, Janudin
  • Tegalglagah, Wahyono 
  • Bulusari, Saefudin Trirosanto
  • Jubang, Muhaemin
  • Karangsari, Arifudin
  • Kluwut, Isa Ansori
  • Pakijangan, Sri Retno Widiyawati


Kecamatan Tanjung :
  • Krakahan, Sugiono
  • Luwungbata, Sihabudin
  • Kemurang Wetan, Wahyu Hidayat
  • Kemurang Kulon, Kastori
  • Sidakaton, 1?
  • Mundu,3?
  • Sarireja, Amidun
  • Luwunggede, Enggin Saputra
  • Kedawung, 1?
  • Pejagan: M Iqbal
  • Karangreja : 4?
Kecamatan Losari :

  • Limbangan: Kurdi
  • Kedungneng: Margan
  • Karangampel: Pidin
  • Randusari: Moh Rifat
  • Pangabean: Mukhlis Airlangga
  • Pekauman: Warno
  • Prapag Lor : Bayu
  • Losari Kidul: Casrudin Amin
  • Dukuh Salam: Marzuki
  • Karangsembung: Nurohman SPd
  • Bojongsari : Abdul Rohman SH
  • Negla : Mohamad Toha
  • Karangjunti: Zaenab


Brebes (BKO)-- Pilkades serentak telah digelar di wilayah Brebes Tengah yang meliputi enam kecamatan, Selasa 12 Februari 2013. Ada yang menang ada yang kalah.
Inilah nama calon Kepala Desa (Kades) terpilih periode 2013-2018 di 47 desa yang ada di enam kecamatan wilayah Kabupaten Brebes bagian tengah.

Kecamatan Ketanggungan::

  1. Desa Pamederan, Cartam. Desa Baros, nama calon kades terpilih Wihno. 
  2. Desa Kubangjati, nama calon kades terpilih Muridin. 
  3. Desa Karangmalang, nama calon kades terpilih Moch. Idris. 
  4. Desa Dukuhtengah, nama calon Kades terpilih Eko Susanto.
  5.  Desa Padakaton, nama calon kades terpilih Ilman.
  6.  Desa Dukuhturi, nama calon kades terpilih Arfan Darojat.
  7. Desa Kubangwungu, nama calon kades terpilih Sewa.


Kecamatan Jatibarang: 
  1. Desa Kalialang, nama calon kades terpilih Sunaryo. 
  2. Desa Pedeslohor, nama calon kades terpilih Talim. 
  3. Desa Janegara, nama calon kades terpilih Rusdianto. 
  4. Desa Kramat, nama calon kades terpilih Ade Martin. 
  5. Desa Karanglo, nama calon kades terpilih M. Lukman. 
  6. Desa Rengasbandung, nama calon kades terpilih Asyari. 
  7. Desa Tembelang, nama calon kades terpilih Sriyanti. 
  8. Desa Tegalwulung, nama calon kades terpilih Karsino. 
  9. Desa Kedungtukang, nama calon kades terpilih Sapi'i.
  10. Desa Kebonagung, nama calon kades terpilih Agus Tomo.


Kecamatan Songgom:

  1. Desa Dukuhmaja, nama calon kades terpilih Eko Paryatun. 
  2. Desa Songgom Lor, nama calon kades terpilih Muhtadi. 
  3. Desa Gegerkunci, nama calon kades terpilih Sulyono. 
  4. Desa Wanacala, nama calon kades terpilih Khudori. 
  5. Desa Songgom, nama calon kades terpilih Mutti Ali.
  6. Desa Jatimakmur, nama calon kades terpilih Zaenal Arifin


Kecamatan Banjarharjo: 

  1. Desa Ciawi, nama calon kades terpilih Indarisman. 
  2. Desa Tiwulandu, nama calon kades terpilih Eti Suhaeti. 
  3. Desa Malahayu, nama calon kafes terpilih Rustamadji. 
  4. Desa Blandongan, nama calon kades terpilih Carsan. 
  5. Desa Banjarharjo, nama calon kades terpilih Sutriono. 
  6. Desa Sindang Heula, nama calon kades terpilih Tunggono. 
  7. Desa Cibuniwangi, nama calon kades terpilih Rahoman. 
  8. Desa Dukuh Jeruk, nama calon kades terpilih Thaib. 
  9. Desa Cikakak, nama calon kades terpilih Dria Wahana. 
  10. Desa Cigadung, nama calon kades terpilih Darno. 
  11. Desa Cikuya, nama calon kades terpilih Sekod.
  12. Desa Cimunding, nama calon kades terpilih Kastim.


Kecamatan Kersana: 

  1. Desa Cikandang, nama calon kades terpilih Jemingin. 
  2. Desa Cigedog, nama calon kades terpilih Anang Sugandi. 
  3. Desa Ciampel, nama calon kades terpilih Wanali. 
  4. Desa Jagapura, nama calon kades terpilih Sutarno. 
  5. Desa Sutamaja, nama calon kades terpilih Wursidik.
  6. Desa Kemukten, nama calon kades terpilih Wirjo.


Kecamatan Larangan: 

  1. Desa Kedungbokor, nama calon kades terpilih Sudaryo. 
  2. Desa Kamal, nama calon kades terpilih Casmud. 
  3. Desa Siandong, nama calon kades terpilih Taufiq HS.
  4. Desa Sitanggal, nama calon kades terpilih Sutrisno.




Brebes (BKO)-- Petenis cilik asal klub Tunas Harapan Brebes Jawa Tengah Aflakh Nur Daviq berhasil mengharumkan nama daerah. Selangkah lagi dia akan berada di puncak juara.
 
Aflah melampaui semua rintangan ditunggal putra kelompok 10 tahun turnamen nasional Remaja Tenis yang berlangsung di lapangan tenis Kemayoran Jakarta.

Melalui perjuangan berat sejak awal Aflakh  berhasil melampaui dengan baik walaupun sedikit berat dihadapi dengan semangat tinggi. Pertama Aflakh kalahkan Daffa Arifin Rohman asal Bogor 9-7 kemudian disemifinal Aflakh berhasil menumbangkan unggulan 2 asal DKI Riky Fadillah dengan cukup alot 9-7 dan lolos ke final.”Saya bersyukur bisa lolos ke final.” ujarnya setelah berhasil menumbangkan unggulan 2.

Lawan besok (Minggu 10/2)  adalah andalan asal Bogor yang juga sebagai unggulan pertama M.Bintang Nur. Bintang melangkah lebih mudah dibandingkan Aflakh. Bintang nerhasil kalahkan Dimas Aria Pujangga (DKI) 8-0 kemudian disemifinal kalahkan Kareem Abdul Hakim asal YBTA Jakarta 8-1. (r-ten)


Bumiayu (BKO)-- Setelah dilakukan pemungutan suara dalam Pilkades di 37 desa di wilayah Brebes Selatan, atau di enam kecamatan. Ada yang kalah dan ada yang menang.
Inilah para kades terpilih di wilayah Brebes selatan 2013-2018 :


Kecamatan Bumiayu: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Dukuhturi, Amrozi. 
  1. Kalisumur, Mutholib. 
  1. Kalinusu, Khaeroni. 
  1. Pruwatan, Maskuro. 
  1. Pamijen, Zaenal Arifin. 
  1. Langkap, Mutholib. 
  1. Bumiayu, Dwi Hari Basuki.


Kecamatan Tonjong:  Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Tonjong, Maksudi. 
  1. Linggapura, Zaenal Asikin. 
  1. Rajawetan, Siswo. 
  1. Kalijurang, Tarsun

Kecamatan Sirampog: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Benda, Naghib Sodik. 
  1. Manggis, Dzakir. 
  1. Kaliloka, Nanang. 
  1. Malayang, Azhari. 
  1. Kaligiri, Rosidin. 
  1. Sridadi, Giyanto. 
  1. Igirklanceng, Agus. 
  1. Dawuhan, Iwan. 
  1. Plompong, Fatoni

Kecamatan Paguyangan: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Pandansari, Kabdo. 
  1. Taraban, Imam mahdi. 
  1. Wanatirta, Sunu. 
  1. Kretek, Akhya. 
  1. Pagojengan, Suwito. 
  1. Cipetung, Sutrisno

Kecamatan Bantarkawung :Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Pangebatan, Irham Farisi. 
  1. Kebandungan, Wirsad.
Kecamatan Salem: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Banjaran, M. Nasikhin. 
  1. Salem, Kodar Ishadi. 
  1. Ciputih, Slamet B. 
  1. Windusari, Nurudin. 
  1. Gandoang, Warkono. 
  1. Capar, Tarcim

Catatan: Desa Ciomas dan Legok di Kecamatan Bantarkawung yang pelaksanaan Pilkadesnya masih ditunda. (BagPemdes)

Brebes (BKO)-- Lagi, wong Brebes turut meramaikan jagad nasional. Arief Rahman Hakim warga Brebes dilantik menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (1/2/2013), Berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia nomor 16/M/2013 tertanggal 30 Januari 2013. Dia menggantikan pejabat sebelumnya, Suripto Bambang Setyadi yang telah memasuki masa purna bakti per 1 Februari 2013.

Dengan terpilihnya, Arief, di tubuh KPU pusat kini terdapat dua warga Brebes setelah Juri Ardiantoro. Mantan ketua KPU DKI Jakarta itu sudah sebagai salah satu komisioner KPU Pusat.

Arief terpilih setelah bersaing dengan 8 calon Sekjen KPU lainnya. Mereka adalah Muhammad Dimyati, Reifeldi, Syarifuddin Side, Resman, Yuhardi R Jusuf, Andi Pangerang Moenta, Noor Sidharta, serta Rizari.

Sebelum dilantik menjadi Sekjen KPU, Arief menjabat Direktur Bina Sertifikasi Profesi, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP). Arief lahir di Brebes, 12 Maret 1966. Dia memulai karier sebagai PNS sejak 1992.

Bapak 3 anak ini menamatkan pendidikan S1 Teknik Industri di Institute Teknologi Bandung (ITB) pada 1990, kemudian S2 Policy Economic di University of Illimois di Urbana, Champaign, USA, pada 1999.

Arief juga mendapatkan penghargaan dari Bappenas berupa Satyalencana Karya Satya X pada 2003 dan Satyalencana Karya Satya pada 2012.

Dia juga aktif sebagai Dewan Pembina Yayasan Al Fatihah Izatul Umah Al Qudwah, organisasi kemasyarakatan dengan aktivitas membantu pendidikan dasar dan pembinaan usaha mikro masyarakat kurang mampu. Arief juga menjadi Sekretaris Jenderal di Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI), organisasi profesi ahli pengadaan dengan jumlah DPD tersebar di 15 provin

Berikut profil singkat Sekjen KPU terpilih:

Nama
Arief Rahman Hakim

Tempat dan tanggal lahir
Brebes, 12 Maret 1966

Jabatan sebelumnya
Direktur Bina Sertifikasi Profesi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Pendidikan
S1 Teknik Industri ITB, S2 Policy Economics di University of Illionis, Amerika Serikat.

Status
Menikah, dan memiliki tiga orang anak.

Penghargaan
Satyalancana Karya Satya X Tahun 2003, dan Satyalancana Karya Satya XX. (bko1)

Brebes (BKO)-- Kekosongan satu kursi di DPRD Kabupaten Brebes sekarang sudah terisi, H Toto Sudiharto dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Brebes Pengganti Antar Waktu (PAW) dalam Rapat Paripurna Istimewa menggantikan posisi anggota sebelumnya, Narjo yang kini sudah menjabat sebagai Wakil Bupati Brebes 2012-2017. 
         
Toto Sudiharto dilantik oleh Wakil Ketua DPRD, drh H Agus Sutrisno itu berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah dan sesuai dengan Berita Acara KPU Kabupaten Brebes tentang Pemeriksaan Pemenuhan Persyaratan Calon Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Brebes hasil Pemilu Tahun 2009. Toto yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Losari, Tanjung dan Kersana pada Pemilu Legilatif 2009. Setelah dilantik, Toto dan istri mendapat ucapan selamat dari para anggota dewan. Termasuk, dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE yang hadir. "Semoga Pa Toto bisa melanjutkan perjuangan pa Narjo untuk mengawal kepentingan rakyat dan Pemkab Brebes," kata Bupati. (bko)
WALAU harus menahan lapar dan dahaga, kinerja memberikan pelayanan terbaik tetap harus diutamakan. Puasa, bukan halangan untuk bekerja dengan baik khususnya bagi kalangan PNS. Hal ini disampaikan Kabag Umum Setwan DPRD Kabupaten Brebes, Drs Zaenudin MSi.

"Sampai hari ini tetap semangat bekerja, semua staf di bagian umum tidak terpengaruh banyak gara-gara puasa," ujarnya.

Dia mengatakan, sejak pelaksanaan puasa hari pertama hingga saat ini, jajarannya tetap energik untuk melayani anggota DPRD Kabupaten Brebes menjalani aktivitasnya hingga lancar dan tertib. Selama sepekan ini, para wakil rakyat itu tengah intensif menggelar rapat badan anggaran dan sejumlah agenda lainnya. "Ini dari kemarin sampai sekarang masih rapat Banggar, tugas kami memberi pelayanan agar semua berjalan lancar," cetus Zaenudin.

Tak hanya mengurus kebutuhan anggota dewan secara langsung, PNS di Bagian Umum Setwan juga memiliki tugas menunjang kinerja anggota dewan secara tidak langsung, hingga tidak jarang banyak tugas yang harus sampai dilembur di kantor. "Kalau saya dan yang lainnya sudah biasa berangkat pagi pulang malam.Ini karena pengabdian," tukasnya.

UNTUK menorehkan prestasi yang terbaik, rasanya sulit jika tidak diimbangi dengan program latihan yang baik. Namun rajin berlatih pun tidak maksimal jika tidak ada potensi. Son Haji, adalah  siswa kelas XII IPA1 di SMAN 1 Wanasari yang memiliki talenta entertainner. Penampilannya yang menarik dipadu dengan suara emasnya, membuatnya terpilih menjadi delegasi Kabupaten Brebes dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN) tingkat Provinsi Jawa Tengah, beberapa bulan lalu. Meski tidak berhasil menunjukan kualitas terbaiknya, namun keikutsertaannya di ajang tersebut sudah cukup membanggakan.
            
Pada awalnya, banyak yang tidak mengira jika Son Haji memiliki suara emas. Bakat terpendamnya baru terendus oleh guru seninya saat hendak selesai SMP yang kebetulan juga menjadi guru di sekolahnya kini. Dari situ, sang guru mulai memberikan latihan teknil vokal menyanyi yang baik. "Kalau saya, tidak mengira kalau suara saya dibilang bagus. Tapi setelah latihan beberapa bulan, saya memang mulai menjuarai lomba nyanyi," kata Son Haji saat ditemui di sekolahnya di Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari.

            Dengan sedikit sentuhan guru vokal, bakat Son Haji mulai terasah hingga terbilang cepat berprestasi. Satu persatu juara diraihnya. Beberapa grup band pun pernah merekrutnya untuk mengisi posisi vokal, tapi tak bertahan lama. "Saya lupa lomba dalam rangka apa, yang jelas tingkat Kecamatan. Dari situ saya juara I kemudian dikirim ke tingkat Kabupaten dan Alhamdulillah jadi juara, hingga ke Provinsi. Rasanya terlalu cepat," tutur anak pasangan Saefudin dan Maryam ini. 

        Bakat dan potensi seni yangterpendam pada dirinya memang cukup besar. Sehingga, tidak heran, dalam sekejap dia bisa menorehkan prestasi yang bisa membanggakan keluarga, sekolah dan teman-temannya. Atas prestasinya itu, banyak pihak yang kini mendorong Son Haji untuk ikut dalam ajang Pencarian Bakat. "Ikut ke lomba tingkat Provinsi saja saya sudah senang, itu lebih dari cukup. Tapi saya pengin mencoba ikut Indonesian Idol, banyak yang kasih suport," kata Son.