berita-brebesBrebes (BKO) >> Angka Kematian Ibu (AKI) karena hamil, melahirkan, dan nifas di Jawa Tengah mengalami fluktuatif. Namun trennya terus naik, tercatat sejak tahun 2010 AKI sebesar 104,42 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH), tahun 2011 naik lagi menjadi 116,01/100.000 KH dan tahun 2012 juga naik menjadi 116,33/100.000 KH. Sebagai penyumbang tingginya AKI tersebut, adalah lima Kabupaten yakni Brebes, Pemalang, Kab Tegal, Banyumas dan Kota Semarang.

Padahal, Pecepatan penurunan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang diamanatkan dalam MDGs harus mencapai 100/100.000 KH pada tahun 2015. “Artinya, harus ada upaya-upaya konkrit untuk percepatan penurunan AKI dan AKB, khususnya di Kabupaten Brebes,” kata Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan yang disampaikan Kabid PUG dan KHP Dra Hj Farikha saat membuka Penguatan Kelompok Kerja Tetap (Pokjatap) Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) di Hotel Riez Tegal, (19/3).

Menurutnya, penyebab kematian Ibu masih bersifat klasik seperti adat istiadat, jumlah penduduk, pelayanan kesehatan yang belum optimal dan kondisi geografis. Selama ini, penanganan yang difokuskan baru sebatas pada pelayanan kesehatan. “Penyebab kematian ibu langsung yakni  Eklamasi/Hipertensi, Perdarahan dan Infeksi sudah mendapatkan pelayanan yang prima,” ujar Farikha.

Sedangkan faktor penyebab non medis belum mendapatkan perhatian yang memadai, seperti budaya tentang pengambilan keputusan, rendahnya pendidikan atau pengetahuan ibu, belum berjalannya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dan rendahnya perhatian suami terhadap kesehatan ibu.

Kata Farikha, strategi yang perlu dilakukan untuk menurunkan AKI yaitu dengan melakukan pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender. Realisasinya, dengan mengadakan penguatan Pokjatap GSIB. Dengan penguatan ini, diharapkan bisa menjadi evaluasi pelaksanaan gerakan sayang ibu dan anak, meningkatkan kapasitas Pokjatap GSIB dan menggerakan seluruh SKPD terkait dan stakeholder untuk percepatan penurunan AKI. (hms)

Brebes (BKO)->> Meroketnya harga bawang merah hingga menembus angka Rp 40 ribu perkilogram di tingkat petani Brebes dinilai akibat ketidakkonsistenan Pemerintah dalam menjalankan kebijakan yang dibuat sendiri. Demikian disampaikan Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Brebes, Ir Masrukhi Bachro.



"Stok bawang merah di Brebes saat ini benar-benar kosong, maka wajar harganya tak terkendali karena Brebes adalah sentra penyuplai terbesar di Indonesia. Tapi jangan salahkan petani tidak menanam bawang juga. Yang terjadi petani bawang merah di Brebes sendiri saat harga tengah seperti saat sekarang tidak sepenuhnya menikmati harga," kata Masruchi, Rabu (13/3).

    Menurutnya, kelangkaan bawang merah yang terjadi saat ini dianggap bagian dari ketidakjelian Pemerintah dalam membaca kondisi. Selain juga tidak konsisten dalam menjalankan regulasi dan kebijakan yang telah dibuat sendiri.

    "Maksud saya, ada satu instrumen kebijakan tidak dijalankan, misalnya kenapa saat kemarin-kemarin panen raya tapi kran impor dibuka lebar hingga harga jatuh dan merugikan petani. Saat panen raya tidak harusnya pemerintah tidak perlu melakukan impor, dan di saat tidak ada barang maka diperbolehkan."

    Pemerintah juga dinilai tak mampu mengantisipasi kelangkaan dan kekosongan yang berkepanjangan. Jika sejak Januari ada gejala petani yang menanam tidak banyak, Pemerintah mestinya tanggap menjalankan regulasi impornya. "Saya pikir apakah Pemerintah sekarang sangat hati-hati membuka kran impor bawang merah dari luar, ini karena trauma dengan kasus yang terjadi pada impor daging sapi beberapa waktu lalu," tanya Masrukhi.

    Dia berpendapat, kebijakan impor terus menerus bukanlah hal yang baik untuk mencukup kebutuhan nasional. Menurutnya, Pemerintah masih punya banyak cara untuk melakukan swasembada, termasuk untuk komoditas bawang merah ini. Seperti halnnya dengan fasilitas untuk perluasan area penanaman bawang ke banyak daerah. "Ekspansi penanaman ini perlu. di saat sentra Brebes tengah tidak musim bawang. Kebutuhan kan bisa dicukupi daerah daerah ekspansi itu sampai tidak sampai kosong begini."

    "Kalau negara yang ingin berdikari, seharusnya pemerintah bisa mengkaji potensi wilayah yang berpotensi untuk dibudidayakan bawang merah saat daerah sentra bawang merah kosong pasokan," tutup dia. (bko1)

BrebesOnline (BKO) -- Inilah hasil Pemilihan kepala desa serentak di 52 desa di wilayah utara Kabupaten Brebes, yang meliputi 5 kecamatan pada Selasa (20/2) lalu. Kades terpilihnya adalah:





Kecamatan Brebes :

  • Desa Sigambir - Kades Terpilih- Waluyo
  • Padasugih- Kades Terpilih- Sugiharto
  • Pemaron- Kades Terpilih- Haris Risdiyanto
  • Banjaranyar- Kades Terpilih- H Kadim Efendi
  • Kedunguter- Kades Terpilih- Pramono
  • Randusanga Kulon - Kades Terpilih- H Maryoko
  • Randusanga Wetan- Kades Terpilih-Amir Mahmud
  • Kaliwlingi - Kades Terpilih- Kohar


Kecamatan Wanasari:



  • Sisalam- Kades Terpilih- Darwinto
  • Sidamulya- Kades Terpilih- Mulyanto
  • Sigentong - Kades Terpilih- Rustono
  • Lengkong - Kades Terpilih- Karsito
  • Dukuhwringin- Kades Terpilih-Soleman HM
  • Kupu- Kades Terpilih-H Tobari
  • Sawojajar- Kades Terpilih-Suwandi
  • Siwungkuk, Sudiono
  • Wanasari, Eko Ari Surono
  • Pesantunan, Muro'i
  • Klampok, Sukwid


Kecamatan Bulakamba:

  • Luwungragi, Rohali
  • Siwuluh, A Fauzi
  • Banajaratma, Janudin
  • Tegalglagah, Wahyono 
  • Bulusari, Saefudin Trirosanto
  • Jubang, Muhaemin
  • Karangsari, Arifudin
  • Kluwut, Isa Ansori
  • Pakijangan, Sri Retno Widiyawati


Kecamatan Tanjung :
  • Krakahan, Sugiono
  • Luwungbata, Sihabudin
  • Kemurang Wetan, Wahyu Hidayat
  • Kemurang Kulon, Kastori
  • Sidakaton, 1?
  • Mundu,3?
  • Sarireja, Amidun
  • Luwunggede, Enggin Saputra
  • Kedawung, 1?
  • Pejagan: M Iqbal
  • Karangreja : 4?
Kecamatan Losari :

  • Limbangan: Kurdi
  • Kedungneng: Margan
  • Karangampel: Pidin
  • Randusari: Moh Rifat
  • Pangabean: Mukhlis Airlangga
  • Pekauman: Warno
  • Prapag Lor : Bayu
  • Losari Kidul: Casrudin Amin
  • Dukuh Salam: Marzuki
  • Karangsembung: Nurohman SPd
  • Bojongsari : Abdul Rohman SH
  • Negla : Mohamad Toha
  • Karangjunti: Zaenab


Brebes (BKO)-- Pilkades serentak telah digelar di wilayah Brebes Tengah yang meliputi enam kecamatan, Selasa 12 Februari 2013. Ada yang menang ada yang kalah.
Inilah nama calon Kepala Desa (Kades) terpilih periode 2013-2018 di 47 desa yang ada di enam kecamatan wilayah Kabupaten Brebes bagian tengah.

Kecamatan Ketanggungan::

  1. Desa Pamederan, Cartam. Desa Baros, nama calon kades terpilih Wihno. 
  2. Desa Kubangjati, nama calon kades terpilih Muridin. 
  3. Desa Karangmalang, nama calon kades terpilih Moch. Idris. 
  4. Desa Dukuhtengah, nama calon Kades terpilih Eko Susanto.
  5.  Desa Padakaton, nama calon kades terpilih Ilman.
  6.  Desa Dukuhturi, nama calon kades terpilih Arfan Darojat.
  7. Desa Kubangwungu, nama calon kades terpilih Sewa.


Kecamatan Jatibarang: 
  1. Desa Kalialang, nama calon kades terpilih Sunaryo. 
  2. Desa Pedeslohor, nama calon kades terpilih Talim. 
  3. Desa Janegara, nama calon kades terpilih Rusdianto. 
  4. Desa Kramat, nama calon kades terpilih Ade Martin. 
  5. Desa Karanglo, nama calon kades terpilih M. Lukman. 
  6. Desa Rengasbandung, nama calon kades terpilih Asyari. 
  7. Desa Tembelang, nama calon kades terpilih Sriyanti. 
  8. Desa Tegalwulung, nama calon kades terpilih Karsino. 
  9. Desa Kedungtukang, nama calon kades terpilih Sapi'i.
  10. Desa Kebonagung, nama calon kades terpilih Agus Tomo.


Kecamatan Songgom:

  1. Desa Dukuhmaja, nama calon kades terpilih Eko Paryatun. 
  2. Desa Songgom Lor, nama calon kades terpilih Muhtadi. 
  3. Desa Gegerkunci, nama calon kades terpilih Sulyono. 
  4. Desa Wanacala, nama calon kades terpilih Khudori. 
  5. Desa Songgom, nama calon kades terpilih Mutti Ali.
  6. Desa Jatimakmur, nama calon kades terpilih Zaenal Arifin


Kecamatan Banjarharjo: 

  1. Desa Ciawi, nama calon kades terpilih Indarisman. 
  2. Desa Tiwulandu, nama calon kades terpilih Eti Suhaeti. 
  3. Desa Malahayu, nama calon kafes terpilih Rustamadji. 
  4. Desa Blandongan, nama calon kades terpilih Carsan. 
  5. Desa Banjarharjo, nama calon kades terpilih Sutriono. 
  6. Desa Sindang Heula, nama calon kades terpilih Tunggono. 
  7. Desa Cibuniwangi, nama calon kades terpilih Rahoman. 
  8. Desa Dukuh Jeruk, nama calon kades terpilih Thaib. 
  9. Desa Cikakak, nama calon kades terpilih Dria Wahana. 
  10. Desa Cigadung, nama calon kades terpilih Darno. 
  11. Desa Cikuya, nama calon kades terpilih Sekod.
  12. Desa Cimunding, nama calon kades terpilih Kastim.


Kecamatan Kersana: 

  1. Desa Cikandang, nama calon kades terpilih Jemingin. 
  2. Desa Cigedog, nama calon kades terpilih Anang Sugandi. 
  3. Desa Ciampel, nama calon kades terpilih Wanali. 
  4. Desa Jagapura, nama calon kades terpilih Sutarno. 
  5. Desa Sutamaja, nama calon kades terpilih Wursidik.
  6. Desa Kemukten, nama calon kades terpilih Wirjo.


Kecamatan Larangan: 

  1. Desa Kedungbokor, nama calon kades terpilih Sudaryo. 
  2. Desa Kamal, nama calon kades terpilih Casmud. 
  3. Desa Siandong, nama calon kades terpilih Taufiq HS.
  4. Desa Sitanggal, nama calon kades terpilih Sutrisno.




Brebes (BKO)-- Petenis cilik asal klub Tunas Harapan Brebes Jawa Tengah Aflakh Nur Daviq berhasil mengharumkan nama daerah. Selangkah lagi dia akan berada di puncak juara.
 
Aflah melampaui semua rintangan ditunggal putra kelompok 10 tahun turnamen nasional Remaja Tenis yang berlangsung di lapangan tenis Kemayoran Jakarta.

Melalui perjuangan berat sejak awal Aflakh  berhasil melampaui dengan baik walaupun sedikit berat dihadapi dengan semangat tinggi. Pertama Aflakh kalahkan Daffa Arifin Rohman asal Bogor 9-7 kemudian disemifinal Aflakh berhasil menumbangkan unggulan 2 asal DKI Riky Fadillah dengan cukup alot 9-7 dan lolos ke final.”Saya bersyukur bisa lolos ke final.” ujarnya setelah berhasil menumbangkan unggulan 2.

Lawan besok (Minggu 10/2)  adalah andalan asal Bogor yang juga sebagai unggulan pertama M.Bintang Nur. Bintang melangkah lebih mudah dibandingkan Aflakh. Bintang nerhasil kalahkan Dimas Aria Pujangga (DKI) 8-0 kemudian disemifinal kalahkan Kareem Abdul Hakim asal YBTA Jakarta 8-1. (r-ten)


Bumiayu (BKO)-- Setelah dilakukan pemungutan suara dalam Pilkades di 37 desa di wilayah Brebes Selatan, atau di enam kecamatan. Ada yang kalah dan ada yang menang.
Inilah para kades terpilih di wilayah Brebes selatan 2013-2018 :


Kecamatan Bumiayu: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Dukuhturi, Amrozi. 
  1. Kalisumur, Mutholib. 
  1. Kalinusu, Khaeroni. 
  1. Pruwatan, Maskuro. 
  1. Pamijen, Zaenal Arifin. 
  1. Langkap, Mutholib. 
  1. Bumiayu, Dwi Hari Basuki.


Kecamatan Tonjong:  Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Tonjong, Maksudi. 
  1. Linggapura, Zaenal Asikin. 
  1. Rajawetan, Siswo. 
  1. Kalijurang, Tarsun

Kecamatan Sirampog: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Benda, Naghib Sodik. 
  1. Manggis, Dzakir. 
  1. Kaliloka, Nanang. 
  1. Malayang, Azhari. 
  1. Kaligiri, Rosidin. 
  1. Sridadi, Giyanto. 
  1. Igirklanceng, Agus. 
  1. Dawuhan, Iwan. 
  1. Plompong, Fatoni

Kecamatan Paguyangan: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Pandansari, Kabdo. 
  1. Taraban, Imam mahdi. 
  1. Wanatirta, Sunu. 
  1. Kretek, Akhya. 
  1. Pagojengan, Suwito. 
  1. Cipetung, Sutrisno

Kecamatan Bantarkawung :Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Pangebatan, Irham Farisi. 
  1. Kebandungan, Wirsad.
Kecamatan Salem: Nama Desa, Kades Terpilih: 
  1. Banjaran, M. Nasikhin. 
  1. Salem, Kodar Ishadi. 
  1. Ciputih, Slamet B. 
  1. Windusari, Nurudin. 
  1. Gandoang, Warkono. 
  1. Capar, Tarcim

Catatan: Desa Ciomas dan Legok di Kecamatan Bantarkawung yang pelaksanaan Pilkadesnya masih ditunda. (BagPemdes)

Brebes (BKO)-- Lagi, wong Brebes turut meramaikan jagad nasional. Arief Rahman Hakim warga Brebes dilantik menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (1/2/2013), Berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia nomor 16/M/2013 tertanggal 30 Januari 2013. Dia menggantikan pejabat sebelumnya, Suripto Bambang Setyadi yang telah memasuki masa purna bakti per 1 Februari 2013.

Dengan terpilihnya, Arief, di tubuh KPU pusat kini terdapat dua warga Brebes setelah Juri Ardiantoro. Mantan ketua KPU DKI Jakarta itu sudah sebagai salah satu komisioner KPU Pusat.

Arief terpilih setelah bersaing dengan 8 calon Sekjen KPU lainnya. Mereka adalah Muhammad Dimyati, Reifeldi, Syarifuddin Side, Resman, Yuhardi R Jusuf, Andi Pangerang Moenta, Noor Sidharta, serta Rizari.

Sebelum dilantik menjadi Sekjen KPU, Arief menjabat Direktur Bina Sertifikasi Profesi, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP). Arief lahir di Brebes, 12 Maret 1966. Dia memulai karier sebagai PNS sejak 1992.

Bapak 3 anak ini menamatkan pendidikan S1 Teknik Industri di Institute Teknologi Bandung (ITB) pada 1990, kemudian S2 Policy Economic di University of Illimois di Urbana, Champaign, USA, pada 1999.

Arief juga mendapatkan penghargaan dari Bappenas berupa Satyalencana Karya Satya X pada 2003 dan Satyalencana Karya Satya pada 2012.

Dia juga aktif sebagai Dewan Pembina Yayasan Al Fatihah Izatul Umah Al Qudwah, organisasi kemasyarakatan dengan aktivitas membantu pendidikan dasar dan pembinaan usaha mikro masyarakat kurang mampu. Arief juga menjadi Sekretaris Jenderal di Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI), organisasi profesi ahli pengadaan dengan jumlah DPD tersebar di 15 provin

Berikut profil singkat Sekjen KPU terpilih:

Nama
Arief Rahman Hakim

Tempat dan tanggal lahir
Brebes, 12 Maret 1966

Jabatan sebelumnya
Direktur Bina Sertifikasi Profesi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Pendidikan
S1 Teknik Industri ITB, S2 Policy Economics di University of Illionis, Amerika Serikat.

Status
Menikah, dan memiliki tiga orang anak.

Penghargaan
Satyalancana Karya Satya X Tahun 2003, dan Satyalancana Karya Satya XX. (bko1)

Brebes (BKO)-- Kekosongan satu kursi di DPRD Kabupaten Brebes sekarang sudah terisi, H Toto Sudiharto dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Brebes Pengganti Antar Waktu (PAW) dalam Rapat Paripurna Istimewa menggantikan posisi anggota sebelumnya, Narjo yang kini sudah menjabat sebagai Wakil Bupati Brebes 2012-2017. 
         
Toto Sudiharto dilantik oleh Wakil Ketua DPRD, drh H Agus Sutrisno itu berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah dan sesuai dengan Berita Acara KPU Kabupaten Brebes tentang Pemeriksaan Pemenuhan Persyaratan Calon Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Brebes hasil Pemilu Tahun 2009. Toto yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Losari, Tanjung dan Kersana pada Pemilu Legilatif 2009. Setelah dilantik, Toto dan istri mendapat ucapan selamat dari para anggota dewan. Termasuk, dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE yang hadir. "Semoga Pa Toto bisa melanjutkan perjuangan pa Narjo untuk mengawal kepentingan rakyat dan Pemkab Brebes," kata Bupati. (bko)
WALAU harus menahan lapar dan dahaga, kinerja memberikan pelayanan terbaik tetap harus diutamakan. Puasa, bukan halangan untuk bekerja dengan baik khususnya bagi kalangan PNS. Hal ini disampaikan Kabag Umum Setwan DPRD Kabupaten Brebes, Drs Zaenudin MSi.

"Sampai hari ini tetap semangat bekerja, semua staf di bagian umum tidak terpengaruh banyak gara-gara puasa," ujarnya.

Dia mengatakan, sejak pelaksanaan puasa hari pertama hingga saat ini, jajarannya tetap energik untuk melayani anggota DPRD Kabupaten Brebes menjalani aktivitasnya hingga lancar dan tertib. Selama sepekan ini, para wakil rakyat itu tengah intensif menggelar rapat badan anggaran dan sejumlah agenda lainnya. "Ini dari kemarin sampai sekarang masih rapat Banggar, tugas kami memberi pelayanan agar semua berjalan lancar," cetus Zaenudin.

Tak hanya mengurus kebutuhan anggota dewan secara langsung, PNS di Bagian Umum Setwan juga memiliki tugas menunjang kinerja anggota dewan secara tidak langsung, hingga tidak jarang banyak tugas yang harus sampai dilembur di kantor. "Kalau saya dan yang lainnya sudah biasa berangkat pagi pulang malam.Ini karena pengabdian," tukasnya.

UNTUK menorehkan prestasi yang terbaik, rasanya sulit jika tidak diimbangi dengan program latihan yang baik. Namun rajin berlatih pun tidak maksimal jika tidak ada potensi. Son Haji, adalah  siswa kelas XII IPA1 di SMAN 1 Wanasari yang memiliki talenta entertainner. Penampilannya yang menarik dipadu dengan suara emasnya, membuatnya terpilih menjadi delegasi Kabupaten Brebes dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN) tingkat Provinsi Jawa Tengah, beberapa bulan lalu. Meski tidak berhasil menunjukan kualitas terbaiknya, namun keikutsertaannya di ajang tersebut sudah cukup membanggakan.
            
Pada awalnya, banyak yang tidak mengira jika Son Haji memiliki suara emas. Bakat terpendamnya baru terendus oleh guru seninya saat hendak selesai SMP yang kebetulan juga menjadi guru di sekolahnya kini. Dari situ, sang guru mulai memberikan latihan teknil vokal menyanyi yang baik. "Kalau saya, tidak mengira kalau suara saya dibilang bagus. Tapi setelah latihan beberapa bulan, saya memang mulai menjuarai lomba nyanyi," kata Son Haji saat ditemui di sekolahnya di Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari.

            Dengan sedikit sentuhan guru vokal, bakat Son Haji mulai terasah hingga terbilang cepat berprestasi. Satu persatu juara diraihnya. Beberapa grup band pun pernah merekrutnya untuk mengisi posisi vokal, tapi tak bertahan lama. "Saya lupa lomba dalam rangka apa, yang jelas tingkat Kecamatan. Dari situ saya juara I kemudian dikirim ke tingkat Kabupaten dan Alhamdulillah jadi juara, hingga ke Provinsi. Rasanya terlalu cepat," tutur anak pasangan Saefudin dan Maryam ini. 

        Bakat dan potensi seni yangterpendam pada dirinya memang cukup besar. Sehingga, tidak heran, dalam sekejap dia bisa menorehkan prestasi yang bisa membanggakan keluarga, sekolah dan teman-temannya. Atas prestasinya itu, banyak pihak yang kini mendorong Son Haji untuk ikut dalam ajang Pencarian Bakat. "Ikut ke lomba tingkat Provinsi saja saya sudah senang, itu lebih dari cukup. Tapi saya pengin mencoba ikut Indonesian Idol, banyak yang kasih suport," kata Son.